Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600803596
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID803596. Asal dan lisensi uraian
BangunanJawa Barat, IndonesiaARS-R600803596

Alun-alun Garut

Alun-Alun Garut adalah sebuah ruang terbuka publik yang terletak di jantung Kota Garut, Jawa Barat. Sebagai pusat kota sekaligus ikon bersejarah, alun-alun ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai cermin perjalanan sejarah kota dari masa kolonial hingga era modern.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Fungsi mengikuti uraian sumber
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Alun-alun Garut dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Barat, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Alun-alun Garut sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Alun-alun Garut
Lokasi
Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q10977579; ID803596
Klasifikasi sumber
fungsi yang dibahas sumber · nomor ID803596
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Alun-Alun Garut adalah sebuah ruang terbuka publik yang terletak di jantung Kota Garut, Jawa Barat. Sebagai pusat kota sekaligus ikon bersejarah, alun-alun ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai cermin perjalanan sejarah kota dari masa kolonial hingga era modern.

Seperti halnya kota-kota lainnya, Alun-Alun Garut memiliki beberapa pola yang sama dengan alun-alun di tempat lain. Pola-pola tersebut adalah adanya masjid, penjara, tempat tinggal bupati (pendopo) dan perkantoran.

Selain itu, ciri umum alun-alun di kota-kota tua adalah sekelilingnya dibatasi oleh jalan. Di selatan alun-alun terdapat pendopo yang saat ini difungsikan menjadi rumah dinas Bupati Garut. Pendopo sendiri sebenarnya aula tempat bupati melakukan pertemuan-pertemuan dengan para pejabat di bawahnya atau menerima tamu agung. Di depan pendopo terdapat babancong. Bangunan ini mirip pesanggrahan yang berbentuk panggung. Dalam tata kota tradisional di Tatar Sunda, babancong merupakan bagian dari alun-alun dan terletak di sebelah selatan alun-alun. Bangunan ini biasanya berdiri di depan pendopo kabupaten, yang merupakan kantor dinas bupati. Jaman dulu babancong berfungsi sebagai tempat para pembesar menyaksikan keramaian alun-alun, atau tempat berpidato. Babancong memiliki kolong yang tingginya kira-kira 2 meter. Sampai sekarang pun, babancong masih digunakan untuk tempat duduk para pejabat jika di alun-alun diselenggarakan bebagai upacara. Di barat alun-alun terdapat Masjid Agung Garut yang megah. Dulu masjid ini bernama masigit. Di sebelah barat bangunan masjid ini terdapat pemakaman para bupati Garut. Di sebelah utara alun-alun terdapat Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Priangan (Bakorwil). Kantor tersebut awalnya adalah Kantor Asisten Residen Belanda untuk wilayah Priangan. Sementara di sebelah timur alun-alun terdapat penjara yang hingga kini masih difungsikan sebagai Lembaga Permasyarakatan (LP).

Masa Kolonial

Tata ruang Alun-alun Garut mengikuti konsep macapat peninggalan masa kolonial, yakni: di selatan terdapat pendopo, di barat terdapat masjid, di timur terdapat penjara, dan di utara terdapat kantor keresidenan. Pola ini mencerminkan keseimbangan antara fungsi pemerintahan, keagamaan, dan hukum dalam kehidupan masyarakat tradisional.

Sekitar tahun 1900-an, Alun-alun Garut pernah digunakan sebagai arena adu harimau dan kerbau (adu maung dan munding) sebagai bagian dari perayaan Idulfitri, yang dipimpin langsung oleh Bupati R.A.A. Waratanudatar.

Era Modern dan Revitalisasi

Seiring meningkatnya arus pariwisata dan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah Kabupaten Garut melaksanakan program revitalisasi besar-besaran. Wajah baru Alun-alun Garut kini menampilkan desain yang lebih modern dan instagramable, namun tetap mempertahankan nilai sejarah dan filosofisnya. Babancong dan sejumlah pohon yang ditanam sejak masa bupati pertama masih berdiri hingga hari ini.

Tata Letak dan Bangunan Sekitar

Seperti halnya alun-alun di kota-kota lain di Pulau Jawa, Alun-alun Garut dikelilingi oleh jalan dan diapit oleh bangunan-bangunan penting yang mencerminkan fungsi administratif, keagamaan, dan sosial.

Selatan: Pendopo Kabupaten

Di selatan alun-alun terdapat Pendopo Kabupaten Garut yang saat ini difungsikan sebagai rumah dinas Bupati Garut. Pendopo merupakan aula tempat bupati melakukan pertemuan dengan para pejabat di bawahnya atau menerima tamu agung. Pada tahun 1880, bangunan pendopo kental dengan unsur arsitektur Eropa, ditandai dengan pilar-pilar yang kokoh. Seiring waktu, bangunan ini mengalami beberapa kali renovasi hingga bertahan dalam bentuknya yang sekarang.

Selatan: Babancong

Di depan pendopo terdapat Babancong, sebuah bangunan kecil khas Tatar Sunda yang berbentuk panggung, mirip pesanggrahan. Bangunan ini memiliki luas sekitar 15 meter persegi dengan tinggi kolong sekitar 2 meter, serta ditopang oleh 8 tiang penyangga atap berbentuk payung geulis setinggi 7 meter.

Pada masa kolonial, Babancong digunakan oleh petinggi Belanda untuk bersantai dan menyaksikan keramaian alun-alun. Setelah kemerdekaan, bangunan ini pernah menjadi tempat orasi Presiden Soekarno. Hingga kini, Babancong masih digunakan sebagai tempat duduk para pejabat dalam berbagai upacara yang diselenggarakan di alun-alun.

Barat: Masjid Agung Garut

Di sisi barat alun-alun berdiri Masjid Agung Garut yang megah, dahulu dikenal dengan nama masigit. Masjid ini dibangun bersamaan dengan berdirinya ibu kota Garut pada tahun 1813. Masjid Agung tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan keagamaan masyarakat dengan arsitektur bergaya khas Islam dan kearifan lokal. Di sisi barat bangunan masjid ini terdapat pemakaman para Bupati Garut beserta sejumlah tokoh penting.

Utara: Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Priangan (Eks-Kantor Asisten Residen)

Di sisi utara alun-alun terdapat Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Priangan, yang semula merupakan Kantor Asisten Residen Belanda untuk wilayah Priangan. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2000 tentang Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jawa Barat, bangunan ini resmi berganti nama dan fungsi menjadi Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Priangan, beralamat di Jl. Ahmad Yani No. 21 Garut. Keberadaan bangunan ini menjadi bukti keberlangsungan sistem pemerintahan era kolonial di Garut.

Timur: Lembaga Pemasyarakatan

Di sisi timur alun-alun terdapat penjara yang dibangun sejak masa kolonial dan hingga kini masih difungsikan sebagai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Garut.

Fasilitas

Setelah revitalisasi, Alun-alun Garut kini dilengkapi berbagai fasilitas modern, di antaranya:

Amphitheater terbuka yang menghadap langsung ke Masjid Agung Garut

Taman bermain anak, dilengkapi ayunan, perosotan, dan jungkat-jungkit

Jalur jogging dan trekking yang nyaman

Area kuliner dengan berbagai pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas Garut, seperti dodol, es goyobod, seblak, cipak koceak, dan nasi liwet

Wahana sewa seperti Deldom (delman yang ditarik domba Garut), motor mini, becak mini, dan sepeda

Bus Wisata Sonagar yang beroperasi di kawasan alun-alun dan mengajak pengunjung berkeliling kota Garut sambil mendengar penjelasan sejarah

Toilet umum dan area parkir

Nilai Filosofis dan Budaya

Penempatan setiap bangunan di sekitar alun-alun memiliki makna simbolis yang mendalam dalam tradisi tata ruang Sunda-Jawa. Masjid di sisi barat melambangkan arah kiblat dan nilai keagamaan; pendopo di selatan melambangkan musyawarah dan kepemimpinan; penjara di timur melambangkan penegakan hukum; sementara kantor pemerintahan di utara melambangkan administrasi dan ketertiban. Kombinasi ini menggambarkan keseimbangan antara kekuatan spiritual dan administratif yang menjadi dasar kehidupan masyarakat tradisional.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Latar Belakang Pembangunan

Sejarah Alun-alun Garut bermula pada tahun 1813, seiring dengan misi pencarian lokasi baru untuk ibu kota Kabupaten Limbangan. Pada tanggal 16 Februari 1813, Jenderal Daendels membubarkan Kabupaten Limbangan, namun kemudian pada tahun yang sama, Gubernur Jenderal Raffles mengeluarkan surat keputusan untuk membentuk kembali kabupaten tersebut dengan ibu kota di Suci. Karena Suci dinilai tidak memenuhi syarat sebagai ibu kota, Bupati pertama, Rd. Adipati Arya Adiwijaya, membentuk panitia untuk mencari lokasi yang lebih layak.

Akhirnya ditemukanlah lokasi yang kemudian dikenal sebagai Garut. Salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi adalah kedekatan dengan sumber air, yakni aliran Sungai Cimanuk dan sebuah sungai kecil yang kini berada di kawasan Jl. Siliwangi. Pada tanggal 15 September 1813, dibangunlah secara resmi sarana prasarana ibu kota baru, meliputi pendopo, kantor asisten residen, masjid, penjara, dan alun-alun.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Alun-alun Garut. Revisi 29684559. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29684559. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Alun-alun Garut sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-01T13:03:51Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Alun-alun Garut · revisi 29684559 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-01T13:03:51Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi