Anjungan Lampung
Anjungan Provinsi Lampung merupakan salah satu Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. Pembangunan Anjungan Lampung yang berintikan dua rumah adat, nuwou balak dan nuwou sessat, dimulai tahun 1973 dan pada 17 April 1975.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Anjungan Lampung dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi fisik mengikuti kawasan Taman Mini Indonesia Indah dan alamat resmi pengelolanya di Jakarta Timur, DKI Jakarta. Nama provinsi pada anjungan menunjukkan tradisi yang direpresentasikan.
- Nama utama
- Anjungan Lampung
- Lokasi
- Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12472200; ID709624
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID709624
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Anjungan Provinsi Lampung merupakan salah satu Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. Pembangunan Anjungan Lampung yang berintikan dua rumah adat, nuwou balak dan nuwou sessat, dimulai tahun 1973 dan pada 17 April 1975. Gubernur Lampung, Sutiyoso atas nama masyarakat Lampung mempersembahkannya kepada Ibu Tien Soeharto selaku Ketua Yayasan Harapan Kita. Kini Anjungan Lampung menampilkan enam bangunan utama, yaitu rumah adat panggung (nuwou/lamban balak), balai adat (nuwou sessat), bangunan kantor (nuwou kattur), bangunan mess (pesanggrahan anjula), teater terbuka (bataiyan), dan Kantin Pondok Krakatau.
Gerbang utama anjungan (lawang kuri) berarsitektur khas Lampung, di tengah halaman terdapat ikon Provinsi Lampung, yakni menara siger. Nuwou kattur, gedung berlantai dua untuk kantor pengelolaan anjungan, terletak di sebelah kanannya. Gedung ini juga digunakan untuk perpustakaan, ruang pelayanan informasi dan promosi, serta ruang konvensi.
Di sebelah kiri menara siger terdapat rumah adat berbentuk rumah panggung yang semuanya terbuat dari kayu, nuwou balak, disebut juga balai keratuan, yang di Lampung menjadi rumah tempat tinggal para kepala adat (penyimbang adat). Ruangan meliputi gapura (lawang kuri), tempat melapor (pusiban), tangga rumah (ijan geladak), serambi depan untuk menerima tamu (anjung-anjung), serambi tengah untuk tempat kumpul anggota kerabat pria dan wanita (lapang agung), kamar tidur bagi anak tertua (kebik temen atau kebik perumpu), kamar untuk anak kedua (kebik rangek atau penyimbang ratu), dan kamar untuk anak ketiga (kebik tengah atau penyimbang batin). Di daerah asalnya, rumah kepala adat memiliki beranda di sekeliling, yang membedakannya dengan rumah masyarakat biasa. Dahulu, atap rumah terbuat dari sirap, tetapi sekarang menggunakan seng ataupun genteng.
Di Anjungan Lampung, nuwou balak difungsikan sebagai ruang peragaan berbagai benda budaya, seperti pakaian adat, peralatan rumah tangga, pelaminan, dan kerajinan.
Nuwou sessat merupakan bangunan terbesar, yang di tempat asalnya digunakan untuk musyawarah (pepung adat) bagi para kepala adat (penyimbang adat atau purwatin) oleh karena itu balai adat ini disebut juga balai agung—terdiri atas lima bagian, yakni tangga masuk beratap (ijan geladak), disebut serambi (rurung agung; anjung), digunakan untuk pertemuan kecil; ruang musyawarah resmi (pusiban); tempat menyimpan alat musik tradisional (ruang tetabuhan) dan ruang tempat para kepala adat beristirahat (gajah merem). Nuwou sessat di Anjungan Lampung terdiri atas dua lantai. Lantai atas digunakan untuk pergelaran kesenian dan upacara adat, sedangkan lantai bawah sebagai tempat peragaan dan pameran produk unggulan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung.
Pada halaman belakang terdapat teater terbuka, bataiyan, yang digunakan untuk pertunjukan, bersebelahan dengan Kafetaria Krakatau.
Anjungan Lampung pernah dikunjungi oleh tamu-tamu negara sahabat, baik tingkat kepala negara maupun kepala pemerintahan, misalnya Perdana Menteri Thailand Kukrit Pramoj pada 12 Juni 1975.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Anjungan Lampung. Revisi 28439195. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28439195. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Anjungan Lampung adalah kompleks pameran arsitektur daerah di Taman Mini Indonesia Indah. Profil membahas beberapa bangunan dan ruang peragaan, bukan satu bangunan individual atau bangunan asli di provinsi yang direpresentasikan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-11-13T03:16:34Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Anjungan Lampung · revisi 28439195 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-11-13T03:16:34Z
- Alamat resmi Taman Mini Indonesia Indah ↗Pengelola Taman Mini Indonesia Indah · diakses pada 2026-10-16
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.