Bandar Udara Internasional Nusantara
Bandar Udara Internasional Nusantara (Nusantara International Airport) adalah sebuah bandara publik dalam tahap konstruksi yang terletak di kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Bandar Udara Internasional Nusantara dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kalimantan Timur, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Bandar Udara Internasional Nusantara
- Lokasi
- Kalimantan Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q127269688; ID4298272
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID4298272
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Bandar Udara Internasional Nusantara (Nusantara International Airport) adalah sebuah bandara publik dalam tahap konstruksi yang terletak di kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Bandara ini akan digunakan untuk mendukung pelayanan kegiatan pemerintahan dan masyarakat umum di Ibu Kota Nusantara.
Rencana bandara ini akan memiliki luas area terminal 7.350 m2 ditambah luas area bandara 621 hektare. Konsep desain terminal bandara ini akan memadukan unsur kearifan lokal yang menonjolkan budaya Kalimantan dan berorientasi ramah lingkungan. Dengan runway sepanjang 3.000 meter (pada akhir Desember 2024) dan lebar 45 meter, Bandara Nusantara dapat didarati oleh pesawat terbang berbadan lebar, seperti tipe Boeing 777-300ER dan Airbus A380.
Fasilitas
Fasilitas yang disediakan meliputi infrastruktur (drainase, pedestrian, jalan akses, dan embung), Menara Pengawas dan Kantor Administrasi Airnav, Gedung Administrasi dan Operasional, Gedung PKP-PK, dan fasilitas Meteorologi. Kemudian Bangunan Genset/MPH, Rumah Pompa dan GWT, Kargo, Sewage Treatment Plant (STP), Bangunan TPS Terpadu, Fasilitas Peribadatan, Rumah Dinas tipe 36, 70 dan 120, serta Pos Pemeriksaan Sisi Udara.
Arsitektur
Gedung Bandara Nusantara dibangun dengan memanfaatkan beberapa teknologi pendukung dan strategi penanganan untuk memastikan hasil yang optimal. Salah satunya dengan penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk mempercepat proses perhitungan progres pekerjaan. Selain itu, material yang digunakan juga termasuk langka yakni pada bagian lightone (walline) untuk pelapis dinding interior dan fasad, serta material bitumen pada bagian atap. Bagian atap bangunan utama Terminal VVIP dan Terminal VIP seluas 7.350 meter persegi dirancang dengan konsep arsitektural yang mengadopsi langgam Perisai Suku Dayak (Talawang).
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi di Ibu Kota Nusantara, pemerintah membangun bandar udara yang berlokasi tidak jauh dari IKN. Pembangunan bandar udara ini berada di atas lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Triteknik Kalimantan Abadi (TKA) yang saat ini berada dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Bank Tanah. Lahan eks HGU PT TKA yang dikelola Badan Bank Tanah seluas 4.162 ha itu berada di wilayah Kelurahan Jenebora, Gersik, Pantai Lango, dan Riko di Kecamatan Penajam serta Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku.
Pembangunan bandara resmi dimulai setelah Presiden Indonesia Joko Widodo bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan peletakan batu pertama pada Rabu, 1 November 2023.
Bandar udara ini secara resmi dinamai Bandar Udara Internasional Nusantara berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 89 Tahun 2024 Tentang Penetapan Nama Bandar Udara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara.
Pendaratan perdana pesawat di bandar udara Nusantara berlangsung pada 12 September 2024. Pesawat yang mendarat adalah pesawat jet berpenumpang berjenis Cessna Citation Longitude milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kementerian Perhubungan. Selain itu, tiga pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) juga telah melakukan uji coba di Bandara Nusantara pada 14, 15, dan 20 September 2024 dengan tiga tipe pesawat yakni Casa 212/A-2104, CN 295/A-2905, serta Hercules C130/A-1338. Pesawat Kepresidenan RJ85 mendarat di bandar udara Nusantara pada 24 September 2024.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Bandar Udara Internasional Nusantara. Revisi 29436163. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29436163. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Bandar Udara Internasional Nusantara sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-07-09T11:45:38Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Bandar Udara Internasional Nusantara · revisi 29436163 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-09T11:45:38Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.