Candi Badut
Candi Badut adalah sebuah candi yang terletak di kawasan Tidar, di bagian barat Kabupaten Malang. Secara administratif candi badut terletak di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Sisa atau kondisi historis menurut sumber
Identitas dan tapak
Candi Badut dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Malang, Jawa Timur, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Candi Badut
- Lokasi
- Malang, Jawa Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q3517536; ID31471
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID31471
- Dasar kondisi
- Uraian sumber memuat sisa atau kehilangan bagian arsitektur. Profil tidak menyatakan bangunan utuh atau kondisi hasil survei mutakhir.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Candi Badut adalah sebuah candi yang terletak di kawasan Tidar, di bagian barat Kabupaten Malang. Secara administratif candi badut terletak di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Lokasi candi ini berada di dekat Universitas Ma Chung, sekitar 15 menit berjalan kaki dari sana ke arah Timur. Candi ini berjarak sekitar 16 km dari Pura Bhuvana Kertha di Singosari. Lokasi ini juga dapat ditempuh dengan angkot jurusan AT, terminal Arjosari-Tidar. Lokasi tersebut dapat dilihat di .
Tidak seperti arsitektur candi Jawa Timur lainnya seperti Candi Singasari atau Candi Kidal, candi ini mengikuti arsitektur yang lebih tua di Jawa Tengah.
Diperkirakan dibangun pada 760 M, oleh karena itu dianggap sebagai yang tertua di Jawa Timur.
Saat ini, Candi Badut berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Etimologi
Kata Badut diduga berasal dari bahasa Sanskerta Bha-dyut yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya.
Keunikan
Candi Badut menghadap ke barat, tiga buah sisa-sisa candi perwara di hadapannya dan dahulunya di kelilingi oleh pagar tembok. Candi berdenah bujur sangkar dengan ukuran 11x11 meter itu tidak diketahui tingginya. Keistimewaan candi Badut adalah lapik setinggi dua meter tanpa hiasan sama sekali. Area di sekeliling Candi Badut Candi Badut tepatnya terletak disebelah Barat Sungai Metra merupakan daerah kering tetapi tumbuh beberapa jenis tanaman keras seperti pohon jambu, kelapa, randu, beringin, alpokat, akasia yang akarnya berpotensi merusak Candi Badut.
Selain berusia jauh lebih tua dari candi-candi lainnya di Jawa Timur, Candi Badut yang merupakan candi bercorak Hindu peninggalan Kerajaan Kanjuruhan juga memiliki keunikan khusus atau ciri khas tersendiri. Dikutip dari laman resmi Perpustakaan Nasional RI, salah satu keunikan Candi Badut adalah terdapat pahatan Kalamakara di ambang pintunya. Kalamakara berupa kepala dan wajah raksasa yang biasanya ditempatkan di pintu masuk candi dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.
Relief kepala raksasa yang terdapat di candi-candi Jawa Timur pada umumnya dibuat lengkap dengan rahang bawah. Namun, Kalamakara yang terdapat di Candi Badut berwujud tanpa rahang bawah, mirip dengan Kalamakara yang terdapat pada candi-candi di Jawa tengah. Selain itu, bentuk Candi Badut yang tambun lebih mirip dengan candi-candi di Jawa Tengah, sedangkan candi-candi di Jawa Timur rata-rata berbentuk lebih ramping. Relief Candi Badut yang simetris juga memiliki kemiripan dengan Candi Dieng di Jawa Tengah.
Dalam buku Sejarah Seni Budaya Daerah Jawa Timur (1977) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa Candi Badut bentuknya mirip sekali dengan candi-candi Jawa Tengah pada masa-masa permulaan.
Usia
Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun, merupakan yang tertua di Jawa Timur dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi. Candi Badut ini meninggalkan jejak purbakala sebagai peninggalan sejarah yang perlu di jaga dan dilestarikan keadaannya.
Bangunan
Para ahli menyatakan bahwa candi Badut merupakan peralihan gaya bangunan Klasik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pada ruangan induk candi yang berisi lingga dan yoni, simbol Siwa dan Parwati.
Sebagaimana umumnya percandian Hindu di Jawa, pada bagian dinding luar terdapat relung-relung yang semestinya berisi arca.
Dua relung di kanan dan kiri pintu mestinya berisi arca Mahakala dan Nandiswara, relung utara untuk arca Durga Mahisasuramardini, relung timur untuk arca Ganesha, dan di sisi selatan terdapat relung untuk arca Agastya yakni Siwa sebagai Mahaguru.
Namun di antara semua arca itu hanya arca Durga Mahisasuramardini yang tersisa di candi Badut.
Asal Usul Nama
Raja Gajayana memiliki nama kecil Liswa yang tercatat dalam Prasati Dinoyo. Liswa dalam kamus sanskerta memiliki arti pelawak, anak komedi, penari, Dewasa ini kata "Liswa" memiliki makna yang sama dengan kata badut. Badut memiliki makna seseorang yang memiliki tingkah lucu atau lawak. Hal tersebut yang menjadi asal-usul mengapa bangunan suci umat Hindu ini diberi nama Candi Badut.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Candi ini ditemukan pada tahun 1921 berupa gundukan bukit batu, reruntuhan dan tanah.
Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang.
Candi Badut dipugar kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda.
Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya. Candi Badut oleh Purbatjaraka dikaitkan dengan sebuah prasasti yang di temukan di kelurahan Merjosari, yaitu prasasti Dinoyo.
Prasasti berbahasa sanskerta dan berhuruf Jawa kuno itu berangka tahun Candrasangkala: nayana vayu ras yang mengandung arti angka tahun saka 682 atau 760 Masehi. isi prasasti yang menceritakan raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Candi Badut. Revisi 28738159. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28738159. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Badut sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-12-25T13:41:19Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Candi Badut · revisi 28738159 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-12-25T13:41:19Z
- Wikidata P625 · Candi Badut ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-08-06T18:39:57Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.