Candi Jepara
Candi Batu Kebayan atau Candi Jepara adalah situs candi kuno yang terletak di Pekon Jepara Tuha, Kecamatan Buway Pematang Ribu, Danau Ranau Ogan Komering Ulu berbatasan dengan Lampung Barat.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Sisa atau kondisi historis menurut sumber
Identitas dan tapak
Candi Jepara dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Lampung, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Candi Jepara
- Lokasi
- Lampung, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- ID4461221
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4461221
- Dasar kondisi
- Uraian sumber memuat sisa atau kehilangan bagian arsitektur. Profil tidak menyatakan bangunan utuh atau kondisi hasil survei mutakhir.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Candi Batu Kebayan atau Candi Jepara adalah situs candi kuno yang terletak di Pekon Jepara Tuha, Kecamatan Buway Pematang Ribu, Danau Ranau Ogan Komering Ulu berbatasan dengan Lampung Barat. Candi ini pertama kali ditemukan dan dilaporkan oleh kontrolir Belanda, G.A. Schouten, pada tahun 1885. Candi Batu Kebayan terbuat dari batu andesit, berbeda dengan candi-candi lain di Sumatera yang umumnya berbahan bata merah.
Pada 1973, seorang konservator musuem di Palembang melaporkan adanya fondasi bangunan candu dari batu alam. Pada sisi timur bangunan ditemukan empat tangga, sementara profil dindingnya memiliki bentuk oyief atau ogives dan setengah lingkaran. Penggunaan batu andesit pada bangunan tersebut juga dicatat sebagai hal yang relatif jarang ditemukan pada candi-candi di Sumatera.
Karakteristik Arkeologis
Candi Batu Kebayan memiliki dimensi 8,3 x 9,7 meter dengan orientasi barat-timur. Bagian yang masih teridentifikasi dengan jelas adalah struktur kaki candi yang menampilkan profil dinding berbentuk Ogiva (sisi genta) dan setengah lingkaran. Adanya goresan lengkung pada pintu masuk serta ketiadaan badan dan atap yang utuh mengindikasikan kemungkinan bahwa pembangunan candi ini tidak terselesaikan, sehingga diduga berbentuk teras terbuka tanpa bilik dalam maupun struktur atap.
Berdasarkan analisis komparatif, pembangunan Candi Batu Kebayan diperkirakan berasal dari periode abad ke 6 Masehi dan kemudian berkesinambungan pada bentuk candi di Jawa Tengah seperti Candi Plaosan, Candi Sari, dan Candi Sambisari. Karakteristik bentuk kaki candi dengan hiasan Ogiva dan setengah lingkaran menunjukkan ciri khas arsitektur candi periode awal di Indonesia. Candi Batu Kebayan merupakan Candi era Sriwijaya dan diidentifikasi merupakan prototipe dari Candi Borobudur sebagai tinggalan masa Medang ri Bhumi Mataram yang merupakan mandala dari Kedatuan Sriwijaya.
Sebagai salah satu bukti material peradaban pada masa masa awal Hindu Buddha di kawasan Danau Ranau Sumbagsel, Candi Jepara meskipun dalam kondisi reruntuhan dan diduga belum selesai dibangun, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Perlu dicatat bahwa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terdapat Candi Angin sebagai peninggalan dari Kerajaan Kalingga, dimungkinkan merupakan kesinambungan dari Candi Jepara di Sumatera Selatan.
Bentuk pelipit Candi Jepara, terutama sisi genta dan lingkaran/setengah bulat, mempunyai kemiripan dengan sejumlah candi di Jawa seperti Candi Sari, Sambisari, dan Plaosan di Jawa Tengah serta Badut dan Songgoriti di Jawa Timur. Penelitian arkeologi menggunakan persamaan tersebut sebagai salah satu dasar untuk memperkirakan latar waktu pembangunannya.
Penggunaan Batu Andesit pada Candi Jepara
Candi Jepara menggunakan batu andesit sebagai bahan utama pembangunannya. Pemilihan material ini didasarkan pada sifat fisik batu andesit yang memiliki daya tahan tinggi terhadap faktor cuaca dan waktu, suatu karakteristik penting untuk struktur bangunan monumental seperti candi yang dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang.
Batu andesit merupakan jenis batuan beku vulkanik dengan ciri khas warna abu-abu kehitaman, struktur padat, dan tekstur halus. Sifat-sifat ini memberikan beberapa keunggulan:
Ketahanan terhadap proses erosi
Resistensi terhadap pertumbuhan organisme seperti jamur dan lumut
Permukaan yang memiliki sifat anti-selip ketika diaplikasikan sebagai lantai atau dinding
Karakteristik unggul tersebut menjadikan batu andesit sebagai material pilihan utama dalam pembangunan berbagai candi kuno di Indonesia.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Candi Jepara. Revisi 29978886. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29978886. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Jepara sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:40:16Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Candi Jepara · revisi 29978886 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:40:16Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.