Candi Mendut
Candi Mendut (Candhi Mendut) terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 7° 36' 17.17" LS, 110° 13' 48.01" BT.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Candi Mendut dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Mungkid, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Candi Mendut
- Lokasi
- Mungkid, Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q2746626; ID37890
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID37890
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Candi Mendut (Candhi Mendut) terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 7° 36' 17.17" LS, 110° 13' 48.01" BT. Candi Mendut berada sekitar 3 km dari Candi Borobudur. Seperti halnya Candi Borobudur, Candi Mendut merupakan candi bercorak keagamaan Buddha Mahayana yang didirikan pada masa pemmerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra, masa kerajaan Mataram Kuno. Prasasti Karang Tengah yang berangka tahun 824 Masehi menyebutkan bahwa Raja Indra membangun bangunan suci bernama crimad venuvana yang berarti bangunan suci di hutan bambu. Menurut J.G. de Casparis kata ini dihubungkan dengan pendirian Candi Mendut.
Candi Mendut menghadap ke barat laut dengan denah candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10 m x 10 m dan tinggi banguna 13,3 m. pada bagian kaki Candi Mendut terdapat selasar atau jalan untuk mengelilingi candi. Pada kaki candi dihiasi dengan ornamen-ornamen bermotif bunga. Pada tubuh candi juga penuh engan berbagai hiasan, berupa relief bintang dan sulur- suluan.
Di sebelah kanan pintu masuk ke bilik candi terdapat relief Kuvera, digambarkan sebagai figur seorang laki-laki yang dikelilingi anak-anak. Di bawah tempat duduk laki-laki tesebut terdapat kendi-kendi yang penuh dengan uang. Kendi penuh dengan uang adlah salah satu atribut Dewa Kuvera yang merupakan Dewa Kekayaan. Disebelah kiri pintu masuk ke bilik candi terdapat relief Hariti sedang duduk sambil memangku anaknya. Dalam mitologi agam Buddha, Hariti adalah seorang raksasa atau yaksha yang gemar makan daging manusia, terutama anak-anak. Setelah Hariti bertemu dengan sang Buddha ia bertobat dan berubah menjadi pelindung anak-anak dan sebagai Dewi Kesuburan.
Jalan menuju ke bilik candi pada ambang atas terdapat hiasa kala dan makara pada pipi tangga masuk baik sebelah kanan maupun kiri. Kala digambarkan dengan rambut berupa stilir (samaran) daun-daunan berbentuk segitiga, daun telinga distilir menyerupai sumping, mata melotot, bagian bola mata bulat ganda, hidung panjang, kumis tebal dengan ujung atasnya mekebawah, pipi menonjol melebar kesamping kanan dan kiri, gigi rata kecuali gigi taringnnya, dan tidak mempunyai dagu. Makara digambarkan berbentuk ikan yang mulutnya terbuka lebar, sehingga terlihat gigi atas dan bawahnya. Bibir atasnya melingkar seperti belalai gajah yang diangkat ke atas. Mata makara sipit dan siripnya berbentuk stilir daun. Di dalam bilik candi terdapat tiga arca Buddha yaitu arca Cakyamuni dengan posisi duduk bersila bersikap sedang melakukan khotbah, arca Avalokitesvara sebagai bodhisattva penolong manusia, dan arca Maitreya sebagai bodhisattva pembebas manusia kelak di kemudian hari. Di bagian atap candi mendut terdapat stupa-stupa kecil berjumlah 48 buah.
Saat ini, Candi Mendut berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Candi ini dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya nasional dan dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata sejarah dan religi. Pengelolaan mencakup upaya konservasi, pemeliharaan lingkungan situs, penyediaan informasi bagi pengunjung, serta pelaksanaan kegiatan edukatif dan kebudayaan yang berkaitan dengan sejarah Buddha Mahayana di Indonesia.
Arsitektur candi
Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah.
Tinggi bangunan adalah 26,4 meter.
Hiasan di candi Mendut
Hiasan yang terdapat pada Candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.
Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.
Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksi yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.
Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.
Relief 1 (Brahmana dan seekor kepiting)
Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini:
Maka adalah seorang brahmana yang datang dari dunia bawah dan bernama Dwijeswara. Ia sangat sayang terhadap segala macam hewan.Maka berjalanlah dia untuk bersembahyang di gunung dan berjumpa dengan seekor kepiting di puncak gunung yang bernama Astapada, dibawa di pakaiannya. Maka kata sang brahmana: “Kubawanya ke sungai, sebab aku merasa kasihan.” Maka iapun berjalan dan berjumpa dengan sebuah balai peristirahatan di tepi sungai. Lalu dilepaslah si kepiting oleh sang brahmana. Si Astapada merasa lega hatinya. Sedangkan sang brahmana beristirahat di balai-balai ini. Ia tidur dengan nikmat, hatinya nyaman.
Adalah seekor ular yang berteman dengan seekor gagak dan merupakan ancaman bagi sang brahmana. Maka kata si ular kepada kawannya si gagak: “Jika ada orang datang ke mari untuk tidur, ceritakan padaku, aku mangsanya.”Si gagak melihat sang brahmana tidur di balai-balai. Segeralah keluar si ular katanya: “Aku ingin memangsa matanya kawan.” Begitulah perjanjian mereka.
Relief 2 (Angsa dan kura-kura)
Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini. Namun cerita yang disajikan di bawah ini agak berbeda versinya dengan lukisan di relief ini:
Ada kura-kura bertempat tinggal di danau Kumudawati. Danau itu sangat permai, banyak tunjungnya beranekawarna, ada putih, merah dan (tunjung) biru.Ada angsa jantan betina, berkeliaran mencari makan di danau Kumudawati yang asal airnya dari telaga Manasasara.Adapun nama angsa itu, si Cakrangga (nama) angsa jantan, si Cakranggi (nama) angsa betina. Mereka itu bersama-sama tinggal di telaga Kumudawati.
Maka sudah lamalah bersahabat dengan kura-kura. Si Durbudi (nama) si jantan, sedangkan si Kacapa (nama) si betina.Maka sudah hampir tibalah musim kemarau. Air di danau Kumudawati semakin mengeringlah. [Kedua] angsa, si Cakrangga dan si Cakranggi lalu berpamitan kepada kawan mereka si kura-kura; si Durbudi dan si Kacapa. Katanya:
''Maka mengangalah mulut si kura-kura, lepas kayu yang dipagutnyam jatuhlah ke tanah dan lalu dimakan oleh serigala jantan dan betina.Si angsa malu tidak dipatuhi nasihatnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan melayang ke danau Manasasara.
Relief 3 (Dharmabuddhi dan Dustabuddhi)
Cerita ini mengenai dua orang sahabat anak para saudagar. Suatu hari Dharmabuddhi menemukan uang dan bercerita kepada kawannya Dustabuddhi. Lalu mereka berdua menyembunyikan uang ini di bawah sebuah pohon. Setiap kali mereka membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membagi secara adil. Tapi Dustabuddhi tidak puas dan suatu hari mengambil semua uang yang tersisa. Ia lalu menuduh Dharmabuddhi dan menyeretnya ke pengadilan. Namun, akhirnya Dustabuddhi ketahuan dan dihukum.
Relief 4 (Dua burung betet yang berbeda)
Relief ini melukiskan cerita dua burung betet bersaudara namun berbeda kelakuannya karena yang satu dididik oleh seorang penyamun. Sedangkan yang satu oleh seorang pendeta.
Wihara Mendut
Persis di sebelah Candi Mendut terdapat Wihara Mendut. Wihara ini dahulunya adalah sebuah biara Katolik yang kemudian tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat pada tahun 1950-an. Lalu tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh sebuah yayasan Buddha dan di atasnya dibangun wihara. Dalam wihara ini terdapat asrama, tempat ibadah, taman, dan beberapa arca Buddha. Beberapa di antaranya adalah sumbangan dari Jepang.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Masa pembuatan
Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Candi Mendut. Revisi 29095869. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29095869. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Mendut sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-02T09:34:29Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Candi Mendut · revisi 29095869 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-02T09:34:29Z
- Wikidata P625 · Candi Mendut ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-30T18:08:34Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.