Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602464525
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2464525. Asal dan lisensi uraian
KompleksPadang Lawas, Sumatera Utara, IndonesiaARS-R602464525

Candi Sipamutung

Candi Sipamutung (Biaro Sipamutung) adalah salah satu candi bercorak Buddha peninggalan Kerajaan Pannai di Kompleks Percandian Padang Lawas. Secara administratif, candi ini terletak di desa Siparau, kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, provinsi Sumatera Utara.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Candi Sipamutung dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Padang Lawas, Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Sipamutung sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Candi Sipamutung
Lokasi
Padang Lawas, Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q56208841; ID2464525
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID2464525
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Candi Sipamutung (Biaro Sipamutung) adalah salah satu candi bercorak Buddha peninggalan Kerajaan Pannai di Kompleks Percandian Padang Lawas. Secara administratif, candi ini terletak di desa Siparau, kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, provinsi Sumatera Utara. Sekitar 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan atau sekitar 70 kilometer dari Kota Padangsidimpuan dan 400 kilometer dari Medan, Ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis, Candi Sipamutung terletak di tepi Sungai Barumun yang membelah dataran rendah Padanglawas. Bangunan ini diperkirakan berdiri pada abad 11.

Deskripsi bangunan

Candi Sipamutung merupakan candi terbesar di Kompleks Percandian Padanglawas. Candi Sipamutung secara umum terbuat dari bata dan mempunyai luas lahan 6000 meter persegi dan luas candi 74 x 74 meter yang dikelilingi tembok bata. Komplek Candi Sipamutung terdiri dari 1 bangunan utama dan 6 candi perwara dan 16 stupa. Bangunan utamanya memiliki luas 11 x 11 meter dan tinggi 13 meter yang terdiri dari bagian kaki, badan, dan atap. Candi-candi perwara di sekitar candi induk berbentuk mandapa berdenah segi empat berukuran luas 10,25 X 9,9 meter dan tinggi 1,15 meter.

Penelitian

Candi Sipamutung dan candi lainnya di Kompleks Percandian Padanglawas mulai diteliti oleh para ilmuwan Belanda di akhir abad ke 19 Masehi dan abad ke 20 Masehi seperti Schnitger, Van Den Bosch, Franz Junghun, von Rosenberg, Kerkhoff dan van Stein Callenfels. Sebagian besar hasil penelitian mereka dipublikasikan oleh Oudheidkundig Verslag. Publikasi paling lengkap diperoleh dari hasil penelitian Schnitger tahun 1936. Salah satu tulisannya yang menarik untuk diketahui bahwa di halaman candi Sipamutung ditemukan arca yang merupakan indikator Vajrayana. Ini berkenaan dengan arca buaya yang digambarkan dengan wajah menyeramkan, dan dua buah arca raksasi dalam sikap anjalimudra (sikap telapak tangan beserta jari-jari yang menyembah). Menurut Schnitger, candi-candi di Padanglawas dibangun bersamaan dengan stupa-stupa di Muara Takus, yaitu pada sekitar abad ke-12 Masehi. Sebelumnya, von Rosenberg pada tahun 1854 menemukan beberapa fragmen arca salah satunya arca Buddha yang kini disimpan di Museum Nasional Indonesia. Tahun 1930, Bosch menulis tentang Padanglawas dan mengajukan suatu teori bahwa masyarakat pendukung candi-candi di Padanglawas pada masa Kerajaan Pannai adalah pemeluk agama Buddha aliran Wajrayāna. Teori ini tentu mendukung pendapat Schnitger.

Setelah Indonesia merdeka, penelitian dilanjutkan oleh Dinas Purbakala di bawah pimpinan Satyawati Suleiman tahun 1953. Penelitian berikutnya dilakukan tahun 1973 dan 1975 oleh tim dari Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (LPPN, kini berubah nama menjadi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) bekerjasama dengan the University of Pennsylvania Museum.Penelitian selanjutnya pada tahun 1993 dan 1994 lebih menekankan pada aspek lingkungan, latar belakang pemilihan lokasi pembangunan komplek candi dan pendataan benda cagar budaya yang non insitu. Hingga saat ini penelitian terus digencarkan oleh lembaga yang berwenang seperti Balai Arkeologi Medan (Balar Medan) dengan berbagai kajian yang lebih lengkap dan interpretasi yang lebih dalam.

Upaya pelestarian

Sebagai salah satu Bangunan Cagar Budaya di Indonesia, Candi Sipamutung perlu mendapatkan perhatian pelestarian. Upaya pelestarian pertama dilaksanakan oleh dee Han tahun 1926. Upaya ini dilatarbelakangi karena banyaknya kerusakan candi akibat digunakan sebagai lahan peternakan. Setelah Indonesia merdeka, upaya pemugaran dilakukan di Kompleks Percandian Padanglawas. Terakhir, upaya pelestarian dilaksanakan tahun 2013 yaitu pembuatan cor beton pada atap pintu masuk Candi Sipamutung untuk mencegah runtuhnya bagian tersebut.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Candi Sipamutung. Revisi 29879937. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29879937. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Sipamutung sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T05:03:57Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Candi Sipamutung · revisi 29879937 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T05:03:57Z
  2. Wikidata P625 · Candi Sipamutung ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-12T23:41:24Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi