Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602767051
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2767051. Asal dan lisensi uraian
BangunanAceh, IndonesiaARS-R602767051

Gedung Bank Indonesia Aceh

Gedung Bank Indonesia Aceh adalah bangunan berarsitektur kolonial peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang terletak di Jalan Cut Mutia No. 15, Kota Banda Aceh. Bangunan ini dibangun pada 2 Desember 1918 dan dulu dikenal sebagai kantor cabang De Javasche Bank sebelum diambil alih oleh BI pada 1 Juli 1953.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Perbankan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Gedung Bank Indonesia Aceh dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Aceh, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Gedung Bank Indonesia Aceh sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Gedung Bank Indonesia Aceh
Lokasi
Aceh, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65210564; ID2767051
Klasifikasi sumber
perbankan · nomor ID2767051
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: perbankan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Gedung Bank Indonesia Aceh adalah bangunan berarsitektur kolonial peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang terletak di Jalan Cut Mutia No. 15, Kota Banda Aceh. Bangunan ini dibangun pada 2 Desember 1918 dan dulu dikenal sebagai kantor cabang De Javasche Bank sebelum diambil alih oleh BI pada 1 Juli 1953. Gedung ini terletak ditengah kota, tidak jauh dari pusat perekonomian pasar Aceh dan di bagian depan arah timur terdapat sungai Krueng Aceh.

Gedung bank ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 1999. Pada 2 Desember 2018, gedung ini berusia 100 tahun. Gedung ini pun dioptimalkan sebagai salah satu cagar budaya untuk mengembangkan pariwisata di Aceh. Gedung ini sering dijadikan objek pengambilan foto dan menjadi ikon wisata karena dinilai memiliki bentuk dan nilai sejarah.

Arsitektur

Secara fisik, bangunan ini memperlihatkan arsitektur Kolonial yang digabungkan dengan arsitektur bangunan tropis. Bagian atapnya berbentuk kerucut dan limas dengan jendela. Hampir seluruh dinding bangunan ini terdapat ventilasi, baik di lantai dasar maupun di lantai atas. Bangunan ini diapit oleh dua menara, yang menunjukkan arsitektur bangunan pemerintah yang didirikan pada masa Kolonial. Bangunan ini berdenah segi empat dan menghadap ke arah timur. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian, bangunan utama terletak di tengah dan diapit oleh dua bangunan yang menyerupai menara.

Gedung ini sejak awal memang berfungsi sebagai gedung bank, di bagian halaman depannya sudah terlihat kesan formal sebagai bangunan pemerintah. Di bagian gedung ini banyak terdapat unsur-unsur dekorasi berbentuk garis-garis lurus, serta tiang semu pada jendela dan ventilasi yang hanya berfungsi sebagai penghias. Gedung ini sempat direnovasi kembali setelah terkena musibah tsunami.

Seluruh bahan yang digunakan untuk mendirikan gedung ini terbuat dari beton bangunan. Pada bagian menara yang mengapit bangunan utama memiliki tiga lantai, berbentuk kubah dan beratap sirap. Di seluruh sisi dinding lantai tiga bangunan ini dikelilingi oleh empat buah jendela. Sedangkan pada bagian dinding lantai dasar terdapat dua buah jendela yang masing-masing berukuran besar dan kecil. Pada lantai dasar bangunan terdapat lima ruang dan lima buah jendela.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Peran masyarakat Aceh pada era penjajahan, pasca kemerdekaan, hingga masa pengisian kemerdekaan sangatlah besar, terutama para pahlawan Aceh. Dii bidang ekonomi, Aceh sangat berkontribusi bagi perekonomian negara. Sumber daya alam yang banyak dimiliki daerah ini, menjadikannya sebagai salah satu daerah yang berperan besar bagi kemajuan ekonomi bangsa. Hasil perkebunan seperti lada, pala, cengkeh, dan karet merupakan bahan-bahan yang sangat diincar oleh Belanda pada masa penjajahan. Pasca kemerdekaan, hasil perkebunan Aceh tetap berlanjut, Aceh menghasilkan bermacam-macam komoditas seperti karet, lada, pala, dan cengkih untuk diekspor.

Salah satu peran strategis Aceh dalam perekonomian Indonesia ditunjukkan dengan pembangunan gedung ini. Gedung yang sebelumnya milik De Javasche Bank ini menunjukkan bahwa perekonomian Aceh dianggap penting pada masa itu, sehingga pemerintah Hindia Belanda membuka kantornya di Kutaraja (nama Banda Aceh pada masa itu).

Selama beroperasi di Indonesia sejak tahun 1828 hingga 1953, kantor yang telah dibuka oleh De Javasche Bank berjumlah 24 kantor yang tersebar di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Di Sumatra, kantor ini hanya dibuka di Aceh, Palembang, Medan dan Padang. Keistimewaan daerah Aceh bertambah dengan adanya keberadaan gedung peninggalan De Javasche Bank ini.

Pada 1 Juli 1953, menyusul kemerdekaan Indonesia, fungsi dan operasi De Javasche Bank di seluruh Indonesia diambil alih oleh Bank Indonesia (BI). Gedung ini masih dimanfaatkan sebagai gedung Bank Indonesia sampai saat ini.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gedung Bank Indonesia Aceh. Revisi 29822256. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29822256. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gedung Bank Indonesia Aceh sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T14:39:09Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Gedung Bank Indonesia Aceh · revisi 29822256 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T14:39:09Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi