Gedung Nasional Samarinda
Gedung Nasional Samarinda adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Panglima Batur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dibangun secara gotong royong oleh masyarakat pada tahun 1947 di era Revolusi Fisik, gedung ini memiliki nilai historis yang tinggi sebagai pusat koordinasi perjuangan kemerdekaan di Samarinda dan pernah dikunjungi oleh Presiden Soekarno.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gedung Nasional Samarinda dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kalimantan Timur, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Gedung Nasional Samarinda
- Lokasi
- Kalimantan Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q137845506; ID4502158
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID4502158
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gedung Nasional Samarinda adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Panglima Batur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dibangun secara gotong royong oleh masyarakat pada tahun 1947 di era Revolusi Fisik, gedung ini memiliki nilai historis yang tinggi sebagai pusat koordinasi perjuangan kemerdekaan di Samarinda dan pernah dikunjungi oleh Presiden Soekarno. Setelah mengalami periode keterbengkalaian selama puluhan tahun, gedung ini direstorasi pada awal dekade 2020-an dan kini difungsikan kembali sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Kondisi
Gedung Nasional mengalami masa keterbengkalaian yang berlangsung selama kurang lebih 20 tahun. Sebelum restorasi, kondisi gedung disebut sangat memprihatinkan. Area sekitarnya ditumbuhi rerumputan liar, atap mengalami kebocoran parah yang menyebabkan lantai licin dan berlumut saat hujan.
Pada masa itu, gedung ini secara resmi dikelola oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kalimantan Timur dan sempat digunakan sebagai sekretariat serta tempat latihan seni teater secara tidak menentu. Namun, perhatian terhadap perawatan gedung sangat minim. Dampaknya, sambungan air dari PDAM sempat dicabut karena tunggakan pembayaran, meskipun aliran listrik masih tersedia. Aset gedung ini tercatat sebagai milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dipinjam-pakai oleh DKD Kaltim.
Restorasi dan fungsi terkini
Pada tahun 2020, Gedung Nasional akhirnya direstorasi oleh pihak swasta, yaitu PT Sintesa Fortuna Entertainment, dengan total biaya mencapai Rp1 miliar. Proses restorasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan pesona bangunan dengan tetap mempertahankan elemen-elemen bersejarah yang ada, seperti koordinat tugu monumen dan papan khas Dayak.
Setelah restorasi, pengelolaan gedung kini berada di bawah PT Sintesa Fortuna Entertainment melalui perjanjian sewa lahan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam skema Hak Guna Usaha (HGU) yang diperbarui setiap lima tahun.
Kini, Gedung Nasional difungsikan kembali sebagai ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Samarinda untuk berbagai kegiatan positif, seperti pertunjukan teater, festival seni dan budaya, seminar, hingga acara pernikahan dengan biaya yang terjangkau. Peluncuran kembali gedung ini ditandai dengan sebuah acara publik pada awal September.
Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025) pukul 11.00 Wita, sekelompok orang dari Komunitas Sumbu Tengah menggelar aksi diam selama 80 menit di depan gedung ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai masalah yang ada di Indonesia.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Gedung Nasional didirikan di tengah periode yang dikenal sebagai "Revolusi Fisik" untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pembangunannya diinisiasi oleh para pejuang dan organisasi masyarakat di Samarinda yang membutuhkan sebuah wadah untuk berkumpul, menyatukan, dan mengoordinasikan langkah-langkah perjuangan.
Pada awalnya, bangunan ini didirikan dalam kondisi yang sangat sederhana, dengan dinding terbuat dari papan yang disusun sirih, sebagian atap menggunakan daun rumbia (kajang), dan lantai yang masih beralas tanah. Pada 20 Mei 1948, bertepatan dengan peringatan 40 tahun Kebangkitan Nasional, Front Nasional memprakarsai peletakan batu pertama Tugu Nasional di halaman gedung tersebut.
Untuk menyempurnakan pembangunan, sebuah pasar malam amal diadakan di halaman gedung pada akhir tahun 1949 untuk menyambut pengakuan kedaulatan Indonesia. Seluruh keuntungan dari acara tersebut disumbangkan untuk menyelesaikan pembangunan Gedung Nasional.
Salah satu peristiwa bersejarah yang paling penting adalah kunjungan pertama Presiden Soekarno ke Kalimantan Timur pada bulan September 1950, di mana ia menyempatkan diri untuk datang ke gedung ini. Pada tahun 1973, fungsi bangunan ini sempat berubah menjadi bioskop.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gedung Nasional Samarinda. Revisi 28421097. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28421097. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gedung Nasional Samarinda sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-11-12T06:38:33Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gedung Nasional Samarinda · revisi 28421097 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-11-12T06:38:33Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.