Gereja Kalvari, Lubang Buaya
Gereja Kalvari adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Timur, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta dan menjadi pusat Paroki Lubang Buaya.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gereja Kalvari, Lubang Buaya dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Cipayung, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Gereja Kalvari, Lubang Buaya
- Lokasi
- Cipayung, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q125999866; ID4285672
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4285672
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gereja Kalvari adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Timur, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta dan menjadi pusat Paroki Lubang Buaya. Gereja Kalvari dinamai menurut Kalvari atau yang dikenal sebagai Golgota, yakni lokasi penyaliban Yesus. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Bangunan gereja
Kompleks Gereja Kalvari menempati lahan seluas kurang lebih 10.342 m². Luas lahan tersebut mencakup bangunan gereja dan area Taman Doa Kalvari. Lokasi gereja berada di atas bukit dengan elevasi sekitar 7 meter dari permukaan jalan utama. Hal ini merujuk kepada riwayat kawasan sekitar gereja yang kerap terdampak banjir akibat luapan Kali Sunter, yang berpotensi mengganggu kegiatan.
Tepat di belakang panti imam gereja utama, terdapat Kapel Santo Martinus. Pemilihan nama Santo Martinus merujuk kepada nama baptis R.D. Martinus Hadiwijoyo yang pernah bertugas di Gereja Kalvari.
Di kawasan ini juga terdapat Taman Doa Kalvari yang dirancang sebagai ruang terbuka dengan lingkungan yang hijau, tenang, dan mendukung suasana doa serta permenungan.
Stasi
Dalam naungan Paroki Lubang Buaya, terdapat sebuah gereja stasi yang terletak dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah, yaitu Gereja Santa Catharina. Peribadatan di Gereja Santa Catharina berlangsung pada setiap hari Minggu.
Terdapat total lima tempat ibadah lainnya di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah, yakni Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Kristen Haleluya, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa, Wihara Arya Dwipa Arama, Pura Hindu Dharma Penataran Agung Kertabhumi, dan Kelenteng Kong Miao. Hal ini merepresentasikan salah satu karakteristik masyarakat di Indonesia, yakni adanya keberagaman agama.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Wilayah Lubang Buaya pada awalnya merupakan bagian dari Gereja Santo Robertus Bellarminus, Cililitan. Uskup Agung Jakarta Leo Soekoto, S.J. menyatakan dukungan atas rencana Paroki Cililitan. Pada Agustus 1981, Dewan Paroki Cililitan membeli sebidang tanah di kawasan Pondok Gede yang akan digunakan untuk membangun sekolah. Pada Oktober 1986, Panitia Sementara Pembangunan Gereja Pondok Gede mulai dibentuk, dan setelah itu Perayaan Ekaristi mulai diselenggarakan di Aula Kologad dan di Kapel Santa Catharina. Pada 5 Februari 1987, Uskup Agung Soekoto menetapkan lokasi tersebut sebagai lahan pembangunan gereja.
Pada 9 Agustus 1987, misa pertama diadakan di Aula Kologad dan kemudian dipindahkan ke Sekolah Santo Markus II. Pada 17 Agustus 1987, Pastor Kepala Paroki Cililitan, R.P. Justinus Muji Santara, S.J., menamai umat di wilayah ini sebagai "Umat Kalvari". Pada 25 Maret 1991, Mgr. Leo mengeluarkan surat pembatalan pembentukan Paroki Kalvari karena koefisien dasar bangunan (KDB) telah digunakan seluruhnya untuk pembangunan gedung Sekolah Santo Markus II, sementara sertifikat tanah tersebut masih atas nama Yayasan Santo Markus.
Pada 14 September 1991, Uskup Soekoto kembali mempertimbangkan perjuangan umat untuk membentuk paroki dengan syarat adanya penambahan KDB. Keputusan ini disambut dengan sukacita oleh umat Kalvari dan tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai saat pengakuan eksistensi calon Paroki Kalvari serta peringatan Pesta Nama Kalvari yang bersamaan dengan Pesta Salib Suci. Mulai dari tanggal ini, umat Kalvari memulai pembangunan gedung gereja. Pada 8 Oktober 1991, umat berhasil memperjuangkan peningkatan KDB hingga menjadi 40%, dengan keterlibatan kuat sejumlah tokoh awam Kalvari.
Pembangunan gedung gereja awal ditandai dengan peletakan batu pertama pada 7 Februari 1993 oleh R.P. Franciscus Xaverius Arko Sudiono, S.J. Gedung gereja ini disebut sebagai bedeng dan diberkati oleh Uskup Agung Leo Soekoto pada 4 April 1993. Pada 25 Maret 1995, Pastor Suryo Suryatmo, S.J., yang menjabat sebagai Pastor Paroki Cililitan, mengirimkan surat kepada Keuskupan Agung Jakarta bahwa umat Kalvari telah siap menjadi paroki.
Paroki Lubang Buaya resmi berdiri pada 1 Juli 1995 berdasarkan surat keputusan Uskup Agung Jakarta dan dikelola oleh Kongregasi Oblat Maria Imakulata (O.M.I.). Pastor paroki pertama yang bertugas adalah R.P. Petrus McLaughlin, O.M.I. Selain itu, R.P. Peter Kurniawan Subagyo, O.M.I., juga pernah melayani umat di paroki ini. Pada tahun 2006, para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta mulai bertugas di Gereja Kalvari Lubang Buaya. Selama masa penggunaan bedeng, gereja ini beberapa kali mengalami banjir akibat luapan Kali Sunter.
Pembangunan gedung
Sejak awal masa tugasnya di Paroki Lubang Buaya, Pastor Johan Ferdinand Wijshijer (Romo Fe) terus memperjuangkan terbitnya izin mendirikan bangunan (IMB) untuk gereja. Upaya tersebut dimulai dengan penyelesaian pemisahan sertifikat tanah antara Gereja dan Sekolah Santo Markus yang rampung pada 13 September 2017. Pada 10 November 2020, Romo Fe secara mendadak mengundang tim PPG, dan menginisiasi penyebaran formulir permohonan dukungan atau pernyataan tidak keberatan dari warga non-Katolik. Sementara itu, proses pendekatan lintas tokoh agama juga dilakukan. Pada 25 Maret 2021, K.H. Ibnu Mulkan seorang tokoh Nahdlatul Ulama Jakarta Timur yang juga merupakan anak dari K.H. Mohammad Syakrim, berkunjung untuk pertama kalinya ke Gereja Bedeng Kalvari. Kunjungan tersebut difasilitasi oleh sejumlah tokoh umat. Selanjutnya, pada 24 September 2021, pihak Gereja berkunjung ke kediaman K.H. Mohammad Syakrim. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena membantah rumor negatif yang sempat beredar di masyarakat, bahwa pembangunan gereja adalah hal yang tidak dibenarkan. Dalam pertemuan itu, Kyai Syakrim menyambut rombongan Kalvari dengan ramah, termasuk memotong seekor kambing, dan menyatakan dukungannya terhadap kehadiran gereja. Syakrim menyebut Romo Fe sebagai imam katolik pertama yang berkunjung ke kediamannya.
Upaya memperoleh IMB berlanjut ke tingkat pemerintah daerah. Pada 19 Oktober 2021, berlangsung pertemuan dengan Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar. Dalam pertemuan itu, diperdengarkan rekaman provokatif dari salah satu ketua RW yang menolak pembangunan gereja. Wali Kota kemudian menegaskan agar pihak kelurahan dan kecamatan memproses verifikasi berkas IMB tanpa menunggu tanda tangan RW. Proses administrasi tersebut dikawal intensif oleh sejumlah tokoh umat.
Pada 23 November 2021, tim Paroki Lubang Buaya bertemu dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pusat dan memperdengarkan kembali rekaman provokatif tersebut. Pertemuan ini membawa kelancaran proses penerbitan IMB, bahkan FKUB mendorong GPIB, yang berlokasi juga di sekitar Gereja Kalvari, untuk segera mengajukan IMB agar pengurusan izin berjalan paralel. Pada 21 Desember 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan izin mendirikan bangunan (IMB), dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Gubernur Baswedan dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo. IMB ini menandai sinergi antara pihak paroki dan tokoh masyarakat. Dalam seremoni tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja permanen. Satu hari sebelumnya, izin mendirikan bangunan juga diberikan kepada Gereja Damai Kristus, Kampung Duri. Proses pengajuan IMB mengalami masalah karena Koefisien Dasar Bangunan (KDB) tidak lagi cukup untuk dapat membangun gereja, karena adanya bangunan sekolah yang sudah lebih dulu dibangun. Melalui sejumlah usaha, KDB dapat ditingkatkan menjadi 40 persen, sehingga izin kemudian diurus kembali.
Pembangunan gereja berjalan bertahap. Gedung gereja yang baru direncanakan membawa konsep ramah lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar Gereja turut memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Gereja awal yang dibangun di tepian sungai, sebelumnya kerap terendam banjir apabila air sungai meluap. Untuk mengatasi hal tersebut, gereja ini mengadopsi sistem drainase vertikal yang berfungsi menampung genangan air pada musim hujan dan menjadi cadangan air pada musim kemarau. Dengan demikian, desain gereja juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekosistem kawasan sekitarnya.
Pada 25 Maret 2024 dilaksanakan penutupan atap bangunan (topping off). Pada 19 Mei 2024, bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, diselenggarakan misa terakhir di gedung bedeng sebelum beralih ke ruang bawah tanah (basement) gedung gereja baru.
Pada tanggal 14 September 2024, yang merupakan Pesta Salib Suci, berlangsung upacara pentahbisan (dedikasi) atas gedung Gereja Kalvari oleh Kardinal Ignatius Suharyo. Hal ini menjadi jawaban bagi umat yang telah menunggu selama 33 tahun terakhir. Pemberkatan diawali dengan marching band dan pertunjukkan kesenian Betawi, palang pintu. Selain itu, juga ditampilkan kesenian ondel-ondel. Sebelum pintu utama gereja dibuka, diadakan serah terima kunci Gereja dan pemberkatan patung Ecce Homo. Peresmian ini juga dihadiri oleh Wali kota Jakarta Timur, M. Anwar. Keesokan harinya pada 15 September 2024, berlangsung Misa Perdana di Gereja Kalvari. Pada 14 September 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Kalvari.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Kalvari, Lubang Buaya. Revisi 29979103. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29979103. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Kalvari, Lubang Buaya sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:43:06Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Kalvari, Lubang Buaya · revisi 29979103 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:43:06Z
- Wikidata P625 · Gereja Kalvari, Lubang Buaya ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-10-06T01:03:07Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.