Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604275310
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4275310. Asal dan lisensi uraian
BangunanJawa Barat, IndonesiaARS-R604275310

Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari

Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Jalan Siliwangi No.50, Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Paroki ini termasuk dalam naungan Keuskupan Bogor.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari
Lokasi
Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q134499798; ID4275310
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4275310
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Jalan Siliwangi No.50, Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Paroki ini termasuk dalam naungan Keuskupan Bogor.

Era Baru sebagai Paroki

Setelah Sekolah Nasional dibubarkan, gedungnya dipakai oleh Keuskupan untuk Seminari. Namun tak berlangsung lama, karena pada tanggal 1 Agustus 1963, Seminari dipindah lagi ke gedung Vincentius di jalan Kapten Muslihat 22 (kompleks Katedral). Gedung eks sekolah ini kemudian sedikit demi sedikit diperbaiki agar layak dijadikan tempat ibadah.

Tahun 1963 adalah tahun bersejarah, karena sejak saat itu, Sukasari telah menjadi Paroki tersendiri, lepas dari Paroki Katedral. Dalam buku baptis tercatat bahwa umat pertama yang di baptis sebagai warga paroki baru ini adalah Paulus Ang Sui Hou, yang lahir tanggal 2 Agustus 1963 dan dibaptis 5 Agustus 1963 di Kapel Susteran Bondongan. Almarhum Pater Kohler OFM, yang sejak 1962 diserahi reksa pastoral daerah Sukasari, resmi menjadi pastor Paroki pertama. Setelah 5 tahun mengembalakan umat Sukasari, tahun 1967 ia kembali ke negeri Belanda dan menetap di sana sampai meninggal pada tahun 1976 dalam usia 67 tahun. Tahun-tahun pertama ini ditandai oleh pertambahan umat yang cukup pesat. Pater Bonaventura Satuan OFM turut mendampingi Pater Kohler, sebelum ditugaskan ke Flores.

Pater van Genuchten OFM ditunjuk sebagai Pastor Paroki kedua. Ia dibantu oleh P. Vincenthe Kunrath OFM. Mereka tidak lama bertugas di sini setelah perpindahan kedua gembala ini, Sukasari mengalami kekosongan tenaga. Pater A.J.H. Schellart SMM, seorang Pastor tamu dari Kalimantan yang untuk sementara waktu tinggal di Bondongan, membantu pelayanan umat Sukasari. Kekosongan ini kemudian diisi untuk sementara oleh P. EJ Rijper OFM, sampai ditugaskannya P. Felix Bos OFM dari Cicurug untuk melayani Sukasari. Ia dibantu oleh P. Alex Lanur OFM dan beberapa bruder dari Cicurug.

Akhir 1970 Pater Felix Bos meninggal di Cicurug, 8 bulan setelah bertugas di Sukasari. P. Alex Lanur pun berpindah tugas. Maka kini Sukasari kembali mengalami kekosongan Pastor. Awal 1971, Pater Jan Pruim OFM ditugaskan menjadi Pastor Paroki Sukasari. Setahun kemudian ia dibantu oleh Yohanes Ma'mun Muchtar OFM, imam muda yang merupakan putra Sunda pertama dan satu-satunya dari Keuskupan Bogor pada waktu itu yang menjadi Pastor. Pater Ma'mun hanya setahun bertugas di Sukasari karena kemudian ia ditugas/belajarkan keluar negeri oleh pimpinan Fransiskan. Pada bulan Oktober 1974, Pater Rijper yang sebelumnya menjabat Pastor Paroki Katedral kembali menjadi Pastor Paroki Sukasari.

Eksterior

Bangunan gereja ini bergaya arsitektur kolonial barok yang tampak jelas dari fasad gereja yang menampilkan fitur lengkungan khas Barok. Di fasad gereja, terdapat tulisan nama gereja Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi, sebuah ukiran Salib San Damiano beserta patung-patung rohani Orang Kudus yaitu Santo Petrus, Santo Paulus serta pada ceruk tengah yaitu Santo Fransiskus dari Assisi sang pelindung gereja dan paroki Sukasari. Terdapat pula ukiran para bala malaikat surgawi di atas Salib, serta dua buah kubah dekoratif di masing-masing sisi fasad gereja.

Interior

Interior gereja ini juga menunjukkan gaya khas perpaduan antara gaya arsitektur Barok dan Gotik. Terdapat sebuah tangga dekat pintu masuk utama untuk menuju ke balkon gereja, meskipun balkon tidak digunakan sebagai panti umat. Panti umat gereja ini setidaknya dapat menampung lebih dari 500 orang dalam posisi duduk. Terdapat pula sebuah panti paduan suara khusus yang terletak tidak jauh dari panti imam

Panti imamnya memiliki sebuah Altar Tinggi dengan sebuah reredos bergaya Gotik, berlanggam emas dengan penuh ukiran dan dekorasi. Pada bagian atas reredos terdapat pula Salib San Damiano. Terdapat dua buah jendela kaca patri di samping reredos, masing-masing menggambarkan Bunda Maria dengan Kanak-kanak Yesus serta Santo Fransiskus dari Assisi. Pada bagian tengah reredos, terdapat patung Tuhan Yesus dengan dua malaikat menyertai-Nya di masing-masing sisi-Nya, serta sebuah tabernakel di tengahnya. Altarnya terbuat dari kayu dan memiliki ukiran dari Lukisan Perjamuan Terakhir.

Di sekitaran panti imam juga terdapat dua buah ceruk yang di dalamnya terdapat dua buah patung rohani untuk devosi umat, yaitu replika Patung Pieta dan suatu ceruk dengan Patung Hati Kudus Yesus dan Madonna dan Kanak-kanak Yesus.

Fasilitas lainnya

Di sebelah kiri bangunan utama gereja, terdapat sebuah Gedung Karya Pastoral dan Aula Santo Mikael yang digunakan untuk menunjang kegiatan rohani umat Paroki Sukasari. Di gedung ini juga terdapat Gua Maria. Di sebelah kanan terdapat kompleks persekolahan Mardi Yuana.

Peribadatan

Perayaan Ekaristi di Paroki Sukasari dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:

Gereja Santo Fransiskus Asisi:

Misa Harian: 06.00 WIB

Jumat Pertama: 17.00 WIB

Sabtu: 17.00 WIB

Minggu: 06:30 WIB; 09:00 WIB (tersedia live streaming); 17:00 WIB

Kapel Puspanita Ciawi:

Jumat Pertama: 11.45 WIB

Kapel Santa Maria Fatima Bondongan:

Jumat Pertama: 06.00 WIB

Umat

Umat Paroki sukasari terdiri dari beraneka suku, kelas sosial-ekonomi, dan budaya yang tersebar dalam 8 wilayah dan 45 lingkungan. Terdapat sekitar 7.600 umat paroki.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Komplek Gereja Fransiskus Asisi Bogor tadinya adalah peninggalan almarhum Bp. Hoo Tian Hoei. Peninggalannya berupa tanah seluas 11.231 meter persegi. Di atas tanah tersebut telah berdiri bangunan sekolah yang bernama Cheng Chung/Chinese Methodis School, yang di kelola oleh Badan Pengurus Hua Chiua Yoen. Kemudian sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Nasional yang berada di bawah Badan Pengurus Nasional.

Di atas tanah tersebut terdapat dua buah bangunan gedung tua yang berukuaran besar dan kecil dengan gaya Arsitektur Belanda. Gedung itu dahulu kosongdan hanya di pergunakan untuk tempat pertemuan dan tempat menyimpan karet mentah, karena di belakang gedung tersebut terdapat perkebunan karet.

Pada tanggal 27 Oktober 1958, Pastor Rd. Mas C.S. Tjiptokusumo Pr, yang bertindak sebagai kuasa dari Yayasan Bakti mengajukan permohonan kepada Menteri Agraria di Bandung melalui Kepala Inspeksi Agraria Bandung untuk pemindahan hak atas lahan tersebut, dari almarhum Bp. Hoo Tian Hoei kepada Pastor Rd. Mas C.S Tjiptokusumo Pr yang bertindak untuk dan atas nama Misi Katolik Bogor.

Setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengurus Hua Chiua Yuen She (Tjoa Koen Tian), Badan Pengurus Sekolah Nasional (Oey Tjin Bie), Kepala Kantor Inspeksi Sekolah Rakyat Kabupaten/Kotapraja Bogor (RE. Hidajat), dan Kepala Kantor Urusan Perumahan Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Barat (R. Sjarief Soerjanatamihardja), maka pada tanggal 13 Oktober 1959 ditanda tanganilah Surat Perjanjian Jual Beli antara pihak penjual Ny. Thung Liong Oen-Hoo Goat Hiang dengan pihak pembeli atas nama Mgr. Dr. N. Geise OFM.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari. Revisi 29979078. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29979078. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:42:42Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari · revisi 29979078 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:42:42Z
  2. Wikidata P625 · Gereja Santo Fransiskus Asisi, Sukasari ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-02-16T12:45:00Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi