Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera
Gereja Santo Laurensius adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Tangerang Selatan, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Alam Sutera.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Serpong Utara, Banten, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera
- Lokasi
- Serpong Utara, Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q124618725; ID4145436
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4145436
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gereja Santo Laurensius adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Tangerang Selatan, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Alam Sutera. Gereja Santo Laurensius dinamai menurut Laurensius, seorang diakon dan martir dalam Gereja Katolik Roma. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Pemekaran
Sejak pertengahan tahun 2010, mulai terdapat rencana untuk mendirikan gereja di kawasan Gading Serpong. Pada 18 November 2021, berlangsung peletakkan batu pertama Gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading yang terletak di kawasan Gading Serpong.
Bangunan
Gereja Santo Laurensius menerapkan arsitektur gotik pada periode neo-gotik. Hal ini tidak hanya terlihat dari bagian luar gereja saja, tapi juga pada bagian dalam gereja. Gereja Santo Laurensius dibangun di atas lahan seluas 10.776 meter persegi dan dengan luas lantai 2.819 meter persegi.
Panti imam memiliki bentuk poligonal patah-patah. Bagian tengah gereja yang digunakan sebagai lokasi umat duduk, memiliki bentuk yang simetri pada bagian kiri dan kanannya. Pada bagian tengah gereja terdapat 12 kolom yang melambangkan 12 rasul Yesus. Panti paduan suara terletak di sisi kanan trancept (lengan) gereja. Pada masing-masing lengan gedung gereja, terdapat tangga yang menghubungkan dengan balkon. Pada bagian belakang gereja terdapat sebuah ruangan yang dikhususkan bagi balita. Pada bagian belakang gereja yang merupakan pintu utama terdapat sebuah patung pieta. Selain itu terdapat ruang pengakuan dosa dan tangga yang digunakan untuk menuju ke balkon.
Peribadatan
Gereja Santo Laurensius menyelenggarakan misa harian pada pagi hari. Perayaan Ekaristi mingguan juga diselenggarakan pada Sabtu sore dan pada hari Minggu. Total terdapat enam perayaan ekaristi mingguan. Misa Jumat Pertama juga dilaksanakan pada setiap awal bulan pada pagi, siang, dan sore hari. Gereja ini juga melaksanakan perayaan ekaristi dalam Bahasa Inggris pada Sabtu pertama dan ketiga.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Umat yang tinggal di wilayah Alam Sutera dan Gading Serpong di selatan Kabupaten Tangerang, pada awalnya merupakan bagian dari Gereja Santa Monika, Serpong. Namun, karena perkembangan yang pesat di wilayah tersebut, Gereja Santa Monika mulai mengalami kepadatan dalam menampung umat. Maka, kebutuhan akan gedung gereja baru mulai direncanakan pada tahun 2004 melalui kerja sama antara Paroki Serpong, pengembang Alam Sutera, dan Keuskupan Agung Jakarta.
Izin dari Bupati Tangerang diterbitkan pada 6 Mei 2005, diikuti dengan terbitnya izin mendirikan bangunan pada 31 Mei 2005. Peletakan batu pertama berlangsung pada 10 September 2005. Pada saat itu, Keuskupan Agung Jakarta memberi tugas kepada R.P. Antonius Suprapto, SS.CC., untuk merintis pembangunan gereja ini. Gereja kemudian diserahkan dalam reksa pastoral Ordo Salib Suci (OSC), ditandai dengan pembentukan dewan stasi pada 18 Februari 2007 serta penunjukan R.P. Donatus Manalu, O.S.C., sebagai pastor stasi. Proses penutupan atap gereja (topping off) berlangsung pada 22 Juli 2007. Umat mulai melaksanakan peribadatan di Sekolah Santa Laurensia sejak November 2007, termasuk perayaan Malam Natal yang pertama kali dilaksanakan di aula gereja pada tahun tersebut.
Setelah pembangunan selama empat tahun, Gereja Santo Laurensius diresmikan dan diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. pada 21 Mei 2009, bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Fasilitas pendukung gereja berupa pastoran diberkati pada tahun 2011 oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo. Pada tahun yang sama, Gua Maria Penuh Rahmat diberkati pada 14 Agustus, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Kemudian, Uskup Agung Suharyo meningkatkan status Alam Sutera dari stasi menjadi paroki pada 15 Januari 2012 dan menjadi paroki ke-62 dalam Keuskupan Agung Jakarta.
Beberapa fasilitas lain kemudian dibangun, seperti gedung karya pastoral yang selesai pada tahun 2014. Pada 28 Desember 2014, reksa pastoral Paroki Alam Sutera diserahkan kepada para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta. Patung Santo Laurensius dibuat dan ditempatkan di plaza gereja, yang lalu diberkati oleh Uskup Agung Suharyo pada 14 Agustus 2016. Fasilitas lainnya termasuk ruang adorasi, patung sejumlah malaikat kudus, dan Patung Yesus Tunawisma juga dibangun.
Pada 10 November 2024, Gereja Santo Laurensius menyelenggarakan Misa bersama Gerakan Orang Tua Asuh untuk Seminaris (GOTAUS) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang dihadiri sejumlah uskup dari berbagai daerah di Indonesia. Misa juga diadakan di Gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera. Revisi 29978756. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29978756. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:38:30Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera · revisi 29978756 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:38:30Z
- Wikidata P625 · Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-30T13:27:48Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.