Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru
Gereja Santo Matias Rasul adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah administrasi Keuskupan Agung Jakarta.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Cengkareng, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru
- Lokasi
- Cengkareng, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q125499329; ID4154050
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4154050
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gereja Santo Matias Rasul adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah administrasi Keuskupan Agung Jakarta. Secara administratif, gereja ini juga disebut Paroki Kosambi Baru. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Matias Rasul. Gereja ini berada dalam pengelolaan para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Rencana pemekaran
Gereja Santo Matias Rasul berawal dari rencana pemekaran Gereja Santo Thomas Rasul, Bojong Indah ke arah barat. Hal ini didasari oleh penelitian geografis yang digagas oleh dilakukan oleh Uskup Agung Leo Soekoto, S.J. yang memimpin Keuskupan Agung Jakarta. Pada saat itu muncul potensi perkembangan jumlah umat yang besar akibat pertumbuhan penduduk di Jakarta Barat, terutama di wilayah-wilayah perumahan baru seperti Interkota Indah, Cantiga, Kresek, Kosambi Baru, dan Semanan Indah. Tugas tersebut diampu oleh R.D. Lodewijk Bambang Santosa Wiryowardoyo.
Pada 9 September 1990, dibentuklah Panitia Pembangunan Gereja (PPG) dengan Jopie Sarwono sebagai ketua umum. Panitia ini memulai upaya pencarian lokasi tanah untuk gereja, termasuk tanah seluas 4.500 m² di Perumahan Kosambi Baru, yang dimiliki oleh PT Metropolitan Development. Proses ini dilaporkan ke Keuskupan Agung Jakarta dan melibatkan beberapa kali pertemuan serta kunjungan lokasi oleh Vikaris Jenderal KAJ R.P. Martinus Soenarwidjaja, S.J. Namun demikian, pencarian lokasi gereja pada saat itu belum membuahkan hasil. Pada tahun 1995, Jopie Sarwono mengundurkan diri dari kepanitiaan atas alasan kesehatan, sehingga aktivitas PPG sempat terhenti. Upaya awal ini telah memberikan gagasan penting tentang kebutuhan pemekaran paroki untuk mendukung pertumbuhan jumlah umat yang pesat di wilayah tersebut.
Bangunan
Gereja Santo Matias Rasul dibangun di atas lahan seluas 13.000 meter persegi. Bangunan gereja berbentuk seperti elips (silinder). Gereja ini bergaya modernis, dengan ditopang 12 pilar lengkung dan 8 tiang utama, serta 3 buah pintu utama. Adapun gereja ini menghadap ke arah timur. Gedung utama gereja terdiri atas dua lantai, yakni lantai dasar dan juga balkon. Kapasitas gereja mampu mencapai 1.800 orang. Di belakang altar, terdapat patung Yesus yang tersalib yang ditopang oleh tiga utas kabel baja yang terkait diatas loteng gereja. Patung ini merupakan karya seni dari Agus Suwage. Patung ini bersifat omni-direksional (diapositif).
Gereja ini menggunakan pencahayaan alami dari sinar matahari dan juga pencahayaan buatan. Konsep pencahayaan buatan yang digunakan dalam gedung gereja ini adalah "Light Comes from Above" dan dikerjakan oleh firma desain pencahayaan buatan, Lumina Group. Hal ini membuat konsep pencahayaan yang berbeda pada pagi/siang hari dan juga petang/malam hari.
Fasilitas
Di pelataran Gereja Santo Matias Rasul terdapat sebuah patung Santo Matias Rasul. Patung ini diresmikan pada 22 Oktober 2011 oleh Pastor Paroki, R.D. Aloysius Susilo Wijoyo. Pada patung ini, digambarkan Santo Matias memegang buku dengan tulisan Vos amici mei estis yang berasal dari Injil Yohanes bab 15 ayat 14, yang berarti Kamu adalah sahabat-Ku.
Gereja Santo Matias Rasul juga memiliki Gedung Serba Guna Maria Ratu Rosari. GSG ini mulai dibangun pada 31 Oktober 2010 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh R.D. Aloysius Susilo Wijoyo dan R.D. Antonius Didit Soepartono. Gedung ini selesai dibangun dan diberkati pada 22 Oktober 2011 oleh Uskup Agung Ignatius Suharyo. Wali kota Jakarta Barat, Burhanuddin, turut hadir dan meresmikan kompleks gedung gereja tersebut.
Gereja ini juga memiliki Taman Jalan Salib Santo Matias Rasul yang merupakan hal pertama di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Taman jalan salib ini diberkati pada 9 November 2014 pada saat para uskup di Indonesia merayakan Ekaristi di Gereja Santo Matias Rasul dalam rangka mendukung Gerakan Orang Tua Asuh untuk Seminari (GOTAUS) dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Gua Maria yang awal, diberkati pada tanggal 8 November 2008 oleh Pastor Jacobus Tarigan yang merupakan Pastor Kepala Paroki. Gua Maria yang baru diberkati pada tanggal 11 Desember 2022 oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, bersamaan dengan sakrarium dan juga ruang adorasi. Ruang adorasi di gereja ini terletak di belakang Gua Maria.
Peribadatan
Gereja ini menyelenggarakan misa harian dan misa mingguan. Misa mingguan berlangsung satu kali pada hari Sabtu sore. Pada hari Minggu berlangsung tiga kali misa. Misa harian dilaksanakan pada pagi hari pukul 06.00 (Selasa, Kamis, Sabtu) atau 19.00 WIB (Senin, Rabu, Jumat). Liturgi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
Umat
Umat Paroki Kosambi Baru terdiri dari aneka suku, kelas sosial-ekonomi, dan budaya yang tersebar dalam 17 wilayah dan 70 lingkungan. Meski mayoritas umat terdiri dari suku Tionghoa dan berasal dari Bangka, suku Jawa, Batak, Flores, dan Manado pun turut melengkapi kemajemukan etnis umat. Terdapat sekitar 6.000 umat paroki pada tahun 2008.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembangunan gereja
Kegiatan pembangunan dilanjutkan kembali pada masa R.D. Thomas Aquino Murdjanto Rochadi Widagdo, yang menjadi Pastor Kepala Paroki Bojong Indah. Panitia pembangunan gereja dibentuk ulang, kali ini dipimpin oleh Benny Tany. Pada masa R.D. Martinus Hadiwijoyo, yang menggantikan Pastor Rochadi, surat edaran diterbitkan pada 20 Agustus 2000 untuk melengkapi keanggotaan panitia. Panitia kembali mencari lahan dan menemukan tanah seluas 13.500 m² di Blok A Ext. 1, Perumahan Kosambi Baru. Izin pengadaan tanah diterbitkan oleh Keuskupan Agung Jakarta pada 6 Desember 2000, yang menjadi awal dimulainya penggalangan dana yang dimulai pada Januari 2001 dengan melibatkan umat.
Arsitek Lily Sulistiawati Kastono (Lily Kartomo) dari tim teknis Panitia Pembangunan Gereja (PPG) mulai merancang desain gereja dengan konsep arsitektur Tiongkok-Bali. Pada 16 Februari 2002, Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Santo Matias Rasul resmi didirikan melalui pengesahan oleh Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J., sesuai akta tertanggal 10 Maret 2001. Proses administrasi berlangsung intensif sepanjang tahun 2001, termasuk proses pengajuan izin ke Wali kota Jakarta Barat, persetujuan dari Keuskupan Agung Jakarta, dan pengikatan jual beli tanah dengan PT Metropolitan Development. Misa perdana dilaksanakan pada 2 Juni 2001 di Sekolah Santo Leo II, Kosambi Baru, yang dihadiri oleh sekitar 700 umat. Pada 3 Januari 2002, Gubernur DKI Jakarta menerbitkan surat persetujuan prinsip penyesuaian peruntukan lahan untuk sarana sosial ibadah. Pada 22 Desember 2002, misa mulai dilakukan di bangunan sementara (bedeng), meskipun kapasitasnya hanya untuk 700 orang, sementara jumlah umat yang hadir mencapai 1.000 orang.
Pada 5 Februari 2006, Wali kota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kompleks gereja. Peletakan batu pertama juga berlangsung pada 5 Agustus 2006 yang diikuti oleh dua tokoh John Paul II Foundation yang berbasis di Italia, yakni oleh Uskup Auksilier Keuskupan Agung Gniezno di Polandia, Szczepan Wesoly dan juga oleh Mgr. Stefan Wylężek. Pada tahun yang sama, Stasi Santo Matias Rasul resmi ditingkatkan menjadi Paroki Santo Matias Rasul pada 8 Desember 2005, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. R.D. Jacobus Tarigan diangkat sebagai Pastor Kepala Paroki pertama.
Pembangunan gereja berlangsung selama lebih dari dua tahun. Pekerjaan ini rampung dan kemudian diresmikan serta diberkati pada 8 Agustus 2008 oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja.
Pada 9 November 2014, Gereja Santo Matias Rasul menyelenggarakan Misa bersama Gerakan Orang Tua Asuh untuk Seminaris (GOTAUS) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang dihadiri sejumlah uskup dari berbagai daerah di Indonesia.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru. Revisi 29988982. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29988982. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-26T14:01:01Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru · revisi 29988982 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-26T14:01:01Z
- Wikidata P625 · Gereja Santo Matias Rasul, Kosambi Baru ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-05-01T18:16:08Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.