Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604383718
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4383718. Asal dan lisensi uraian
BangunanRiau, IndonesiaARS-R604383718

Gereja Santo Paulus, Labuh Baru

Gereja Santo Paulus yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Paulus, Pekanbaru adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Indonesia.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Gereja Santo Paulus, Labuh Baru dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Riau, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Paulus, Labuh Baru sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Gereja Santo Paulus, Labuh Baru
Lokasi
Riau, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q134499855; ID4383718
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4383718
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Gereja Santo Paulus yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Paulus, Pekanbaru adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Indonesia. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Paulus. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Keuskupan Padang.

II.1. Dasar Pengertian

Gedung gereja ialah tempat/sarana beribadat yang sekaligus melambangkan dan membantu mewujudkan Gereja yang hidup, mandiri, dan berbuah.

II.2.1.1. Tritunggal Mahakudus

Gereja yang hidup berasal dari Tritunggal Mahakudus:

Allah Bapa digambarkan dengan Cahaya dari atas;

Allah Roh Kudus dengan burung merpati;

Yesus Kristus, Putra Bapa.

Semua berasal dari kasih Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Gerejapun berasal dari hati Allah Bapa yang mengutus Putra-Nya dan yang melalui Roh-Nya memberikan hidup baru di dunia.

II.2.1.2. Yesus mengutus….

Ketika Yesus naik ke surga, Ia mendekati para murid-Nya dan berkata,”KepadaKu telah diberikan segala kuasa, di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan Baptislah mereka dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuati yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.” (Mat 28:18-20)

Petrus dan Paulus

Di antara semua murid yang diutus oleh Yesus, Gereja selalu menonjolkan dua tokoh, Petrus dan Paulus. Petrus melambangkan kesatuan dan penggembalaan di dalam Gereja dan Paulus melambangkan sekaligus keterbukaan Gereja dan pewartaan Injil pada segala bangsa.

Rasul modern - murid sepanjang jaman

Selain rasul-rasul pertama, Yesus tetap memanggil dan mengutus murid-murid sepanjang zaman. Maka di samping Petrus dan Paulus ditempatkan dua orang kudus “rasul modern”

Ibu Teresa dari Kalkutta; yang melambangkan penghayatan hukum cinta kasih kepada semua orang tanpa syarat dan tanpa batas, mulai dari yang paling kurang berdaya.

St. Guido Maria Conforti, uskup Parma dan pendiri suatu kongregasi misioner – yaitu Serikat Misionaris Xaverian. Beliau mengembangkan Gereja lokal dan sekaligus memperhatikan pewartaan kepada bangsa-bangsa.

Orang Kudus pelindung karya misi Gereja

Pada bagian luar sisi kiri dan kanan dari gambar utama yang tetap disinari rahmat perutusan Yesus, berdirilah dua orang kudus, yaitu

St. Fransiskus Xaverius pelindung karya misi: menggambarkan dimensi aktif/pewartaan Gereja

Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus menggambarkan dimensi kontemplatif / doa Gereja.

II.2.1.3. Pelangi

Dalam Kitab Suci, pelangi digambarkan sebagai:

Simbol Perjanjian Allah dengan manusia (Kej9: 13-15)

Simbol Kemuliaan Allah (Yeh 1: 28)

Warna di sekitar Kerajaan Surga (Why 4: 2-3)

Maka :

Seluruh lukisan dihiasi suatu pelangi yang melambangkan cahaya dan hidup baru, buah dari pewartaan dan penghayatan Kabar Gembira Kristus di seluruh dunia.

II.2.1.4. Peziarahan kita di bumi

Kita semua dan masing-masing dipanggil dan dikuduskan oleh Allah, untuk mengambil bagian dalam karya Kristus. Kita diutus ke dalam dunia untuk menjadi saksi Kristus.

“Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian pula sekarang Aku mengutus kamu”. (Yoh 20:21)

Dalam istilah ‘sekarang...kamu’ itu, kita pun merasa dilibatkan.

II.2.3. Tabernakel

“Tinggallah bersama kami, Ya Tuhan…”

Kisah perjalanan dua murid ke Emaus bersama Yesus yang telah bangkit dihadirkan kembali setiap hari, dalam perayaan Ekaristi.

Tabernakel terletak di samping kiri Gereja ditinjau dari Altar ke arah umat. Sebagai tempat terhormat untuk menyimpan Sakramen Maha Kudus, tabernakel diletakkan di sebuah tempat khusus yang dimaksudkan sebagai kapel, untuk tujuan devosi pribadi, dan juga untuk tempat upacara sederhana, Perayaan Ekaristi harian, dengan jumlah umat yang tidak begitu banyak.

Dengan lampu kecil yang menyala, menandakan Ia tinggal bersama kita.

II.2.4.1. Ke-duabelas Rasul pertama

Jendela Bagian depan bawah di sisi kanan dan kiri gereja adalah jendela duabelas rasul yang dipanggil Yesus untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan diberinya kuasa untuk mengusir setan. (Mrk 3:14-15).

II.2.4.1.1. Simon Petrus

Yesus menamai Simon sebagai Petrus atau "batu karang", yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus (Mat 16:18) Yesus memberikan kepadanya tugas untuk menggembalakan umat-Nya (Yoh 21:15-19)

Lambang : Dua kunci bersilangan - Peringatan : 29 Juni bersama dengan Rasul Paulus

II.2.4.1.2. Matius

St Matius ("Gift of Yahweh”) adalah seorang pemungut pajak yang dipanggil Yesus menjadi murid-Nya, salah satu di antara para pengikut awal, dan salah satu dari empat penginjil.

Matius : Rasul dan pengarang Injil – Pelindung pegawai pajak dan bea cukai. Peringatan : 21 September

II.2.4.1.3. Yakobus Bin Alfeus

Dikenal dengan Yakobus Muda sering disebut saudara sepupu Yesus.

Lambang : Tongkat pemukul yang tebal - pentungan

Peringatan : 3 Mei (bersama dengan Filipus)

II.2.4.1.4. Yudas Tadeus

Masih bersaudara dengan Yakobus muda – dan masih mempunyai hubungan darah dengan Yesus. Ia seorang petani yang mencintai tanahnya dan enggan meninggalkannya. Namun ia tetap setia mengikuti panggilan Yesus.

Mengenai akhir hidupnya, tak ada laporan yang pasti. Ada tradisi yang mengisahkan bahwa Yudas Tadeus mati bersama Simon sebagai martir di Persia, setelah dipukuli dan dilempari batu. Lambang : Tongkat dengan pemukul tebal. - Peringatan : 28 Oktober

II.2.4.1.5. Simon orang Zelot

Injil Matius dan Markus menyebut Simon orang Kanaan ; sedangkan Inji Lukas menyebutnya sebagai Simon orang Zelot. Kedua julukan ini dapat ditafsirkan sama, yaitu seorang dari kelompok yang gigih melawan penjajah Roma.

Dalam seni, Simon memiliki atribut mengidentifikasi gergaji karena menurut tradisi, ia dihukum mati oleh gergaji.

Simon dinobatkan sebagai Rasul pelindung tukang kayu dan penebang hutan

Lambang : Gergaji

Peringatan 28 Oktober – besama dengan St Yudas Tadeus

II.2.4.1.6. Ciuman Yudas Iskariot

Yudas disebutkan dalam injil sinoptik, Injil Yohanes dan pada awal Kisah Para Rasul. Yudas yang tega menghianati Yesus dengan ciuman dan menjual-Nya untuk 30 keping perak.

Hidupnya diakhir dengan cara mengenaskan, meng-gantungkan dirinya sendiri (Mat 27:3-10).

II.2.4.1.7. Bartolomeus

Natanael, anak Tolomeus - atau Bartolomeus, berasal dari Kana di Galilea, termasuk salah satu murid pertama yang dipanggil Yesus.

Mewartakan Injil di Persia dan wafat sebagia martir.

Bartolomeus dihormati sebagai pelndung para gembala dan petani.

Lambang : Seorang yang membawa sebilah pisau jagal

Peringatan : 24 Agustus.

II.2.4.1.8. Philipus

Philipus berasal dari Betsaida, kota tempat tinggal Petrus dan Andreas. Philipus termasuk bilangan para rasul pertama.

Setelah Pentakosta PhIlipus menjadi saksi kebangkitan Yesus di Asia Kecil (Turki) dan Rusia Selatan.

Lambang : Tongkat dengan salib - Peringatan : 3 Mei

II.2.4.1.9. Yohanes

Yohanes adalah salah seorang murid yang pertama dipanggil Yesus. Dia disebut murid yang dicintai Yesus. Dia berada dekat dengan Yesus pada saat-saat penting seperti perjamuan malam terakhir dan di kaki salib. Dia sanggup mengenali-Nya ketika Dia bangkit.

Di bawah bimbingan dan Ilham Roh Kudus, ia menulis Injil ke-empat, tiga surat dan Kitab Wahyu.

Peringatan : 27 Desember

II.2.4.1.10. Yakobus Bin Zebedeus

Yakobus mewarisi sepucuk surat yang berisi petunjuk-petunjuk praktis bagi orang Kristen yang hidup ditengah-tengah orang kafir. Ia menggembalakan Gereja dan wafat di Yerusalem.

Lambang : Seorang peziarah yang membawa tongkat dan kerang

Peringatan : 25 Juli

II.2.4.1.11. Andreas

Andreas dicatat dalam Injil Yohanes sebagai murid Yohanes – yang beralih menjadi murid Yesus.

Di tempat terakhir kerasulannya, Patras, ia mati disalibkan di atas salib yang berbentuk X, yang akhirnya menjadi simbol dirinya.

Selain itu Santo Andreas juga menjadi santo pelindung bagi Negara Skoltlandia.

Simbol : Salib berbentuk X - Peringatan : 30 November

II.2.4.1.12. Thomas

Thomas – yang disebut Didymus (artinya kembar) – adalah seorang nelayan pembantu.

DIkenal sebagai rasul yang ditegur oleh Yesus karena menuntut untuk mencucukan jari agar percaya, dan sekaligus rasul yang menyampaian pernyataan imannya yang unggul… “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Lambang ; seorang Rasul yang menyentuh luka Yesus - tombak

Peringatan : 3 Juli

II.2.4.2. Yesus bersama Para Rasul

Beberapa karya Yesus bersama para rasul semasa hidup-Nya, menggambarkan pengalaman kehidupan kita sehari-hari. Tema yang dipilih adalah Penggandaan Roti dan menenangkan angin ribut.

Pada dua jendela di atas sebelah kanan (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) Altar digambarkan peristiwa para murid di dalam suatu perahu yang terancam ombak dahsyat dan diselamatkan oleh Yesus: lambang Gereja yang terus berjuang melawan berbagai kekuasaan duniawi yang mengancamnya dan mempunyai jaminan atas kemenangan karena kehadiran Yesus di dalamnya.

Pada dua jendela di atas sebelah kiri (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) digambarkan peristiwa Yesus memperbanyak roti dan ikan dan memberikan makan kepada sekian banyak orang: lambang Ekaristi, sumber hidup Gereja.

II.2.4.3.1. Para Penginjil

Pada jendela-jendela samping belakang. di sebelah kiri (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) tergambar para Penginjil: Mateus, Markus, Lukas dan Yohanes, yang melambangkan Gereja yang hidup dari Sabda Tuhan.

II.2.4.3.2. Bunda Maria

Gambar pada jendela-jendela samping belakang, di sebelah kanan (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) berkisar tentang hidup Sta. Perawan Maria. Pada jendela-jendela itu digambarkan 4 peristiwa penting dalam hidup Bunda Maria:

Maria yang menerima kabar gembira;

Kelahiran Yesus;

Maria di bawah salib bersama Yohanes;

Maria bersama para rasul dalam peristiwa Pentekosta.

Dalam peristiwa-peristiwa tersebut, Maria ditampilkan sebagai Bunda Sang Putera Allah dan sekaligus Bunda Gereja dan sebagai teladan serta pelindung semua orang beriman.

II.2.4.4. Perjalanan Santo Paulus

Jendela-jendela di muka Gereja dikhususkan untuk St. Paulus, Pelindung paroki. Pada jendela-jendela itu digambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam hidup Paulus, mulai dari saat pertobatannya sampai saat dia dibunuh, dipenggal kepalanya di Roma.

II.2.4.4.1. Salam Santo Paulus Kepada Jemaat di Roma

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikanNya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Dengan perantaraannya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka taat kepada nama-Nya.

Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. (Rm 1:1-6)

II.2.4.4.3. Pulih Pengelihatannya - Dibaptis

Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

Pada saat itu juga, Paulus dibaptis. (Kis 22:12-15)

II.2.4.4.4. Terpilih untuk mewartakan Injil

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. (Kis 13:1-3)

II.2.4.4.5. Menjalani Misi untuk pertama kalinya

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. (Kis 13:1-44)

II.2.4.4.6. Misi Kedua : Paulus dan Silas dipenjara

Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua……………….. (Kis 16:16-40)

II.2.4.4.7. Paulus dan Silas di Tesalonika

Paulus dan Silas - Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu." (Kis 17:1-4)

II.2.4.4.8. Misi Ketiga : Paulus merayakan Ekaristi

Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecah roti lalu makan, setelah makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. (Kis 20:11)

II.2.4.4.9. Paulus menulis surat di Penjara

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. (2Tim 2:8-9)

II.2.4.4.10. Doa Paulus di Roma

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2Tim 4:6-8)

II.2.4.4.11. Kemartiran Paulus

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami .

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 8:35-39)

II.2.4.5. Roh Kudus

Lambang Roh Kudus ditempatkan di tengah Gereja sebagai sumber dan daya hidup Gereja yang menerangi dan menghidupi seluruh Gereja.

II.2.5. Patung Santo Paulus

Di muka Gereja berdiri patung Santo Paulus – pelindung Paroki – dalam perutusannya sebagai pewarta Injil yang dijiwai oleh Kasih Kristus. “Kasih Kristus mendorong kita”, menyambut kedatangan umat. (2 Kor 5:14)

II.2.6. Pintu

Gereja Santo Paulus bukan sekedar sebuah bangunan indah, tetapi juga tempat dimana umat Katolik bersimpuh dengan penuh iman, beribadat dengan ketakwaan dan menyembah Allah secara khusuk. Gereja adalah wilayah "perjumpaan" Tuhan dengan umat-Nya. Umat masuk melalui pintu-pintu "meninggalkan" wilayah kesehariannya untuk menyatukan diri dengan Tuhan dalam sebuah perjumpaan meditatif

II.2.6.8. Kristus yang Bangkit

Pintu sebelah kiri dan kanan urutan keempat ditinjau dari Gerbang utama melambangkan Kristus yang Bangkit.

II.2.6.9. Dunia dalam Pelukan Kasih Allah

Dua pintu terpisah masing-masing di kiri dan kanan, tempat masuk ke ruang Sakristi dan ruang persiapan melambangkan dunia dalam pelukan Kasih Allah.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

I. SEJARAH SINGKAT GEREJA PAROKI

Paroki Santo Paulus merupakan pengembangan dari Paroki St Maria A Fatima. Saat itu, Pastor Paroki St Maria A Fatima, Pastor Guido Paolucci, SX (Serikat Misionaris Xaverian) menerima surat keputusan dari Gembala Keuskupan Padang, Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap tertanggal 10 Januari 1999 yang menyatakan bahwa perkembangan kota Pekanbaru semakin pesat, dan sudah saatnya untuk dimekarkan. Dalam surat tersebut ditentukan bahwa Pastor Yohanes Lazzari, SX sebagai penanggungjawab utama dari Paroki Labuh Baru – yang selanjutnya disebut Paroki St Paulus. Adapun lokasi Paroki berada di Jl Sukarno Hatta No 10 Pekanbaru.

Paroki Santo Paulus diresmikan oleh Bapa Uskup tanggal 12 September 1999.

Batas-batas wilayah awal yang disetujui oleh Bapa Uskup pada saat itu, yaitu

Sungai Siak adalah batas utara Paroki St Maria A Fatima, sehingga semua stasi di seberang sungai adalah bagian dari Paroki St Paulus.

Di sebelah barat kali Senapelan dan jalan Paus dan Bandara adalah Paroki St Paulus, sedangkan sebelah timurnya adalah bagian dari paroki St Maria A Fatima.

Memprediksi peningkatan jumlah umat yang signifikan, Pastor Germano Framarin SX – pada tahun 2008 mencanangkan untuk memugar Gereja dan mendirikan gereja baru yang lebih luas. Gereja yang ada saat itu hanya dapat menampung 400 orang. Namun niat ini terkendala oleh pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pada 16 Juni 2011, saat itu Pastor Franco Qualizza, SX sebagai Pastor Paroki, Ijin Mendirikan Bangunan berhasil didapatkan dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan nomor IMB :635/IMB/DTRB/2011 yang diajukan oleh Bpk Pintor Viktor Sihotang bertindak atas nama Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pekanbaru.

Peletakan Batu pertama dilakukan 12 Juni 2011.

Minggu Palma 29 Maret 2015, bangunan Gereja baru mulai dipergunakan. Dari saat itu dan seterusnya kegiatan peribadatan dilakukan di Gereja baru.

Hari Minggu, 23 Agustus 2015, Gereja baru yang berukuran 32x55m ini diresmikan dan diberkati oleh Gembala Keukupan Padang, Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Paulus, Labuh Baru. Revisi 29738998. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29738998. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Paulus, Labuh Baru sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-10T13:38:36Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Paulus, Labuh Baru · revisi 29738998 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-10T13:38:36Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi