Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604243318
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4243318. Asal dan lisensi uraian
BangunanCilandak, DKI Jakarta, IndonesiaARS-R604243318

Gereja Santo Stefanus, Cilandak

Gereja Santo Stefanus adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Selatan, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat Paroki Cilandak dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Gereja Santo Stefanus, Cilandak dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Cilandak, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Stefanus, Cilandak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Gereja Santo Stefanus, Cilandak
Lokasi
Cilandak, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q124637779; ID4243318
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4243318
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Gereja Santo Stefanus adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Selatan, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat Paroki Cilandak dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Santo Stefanus yang merupakan pelindung gereja merupakan seorang martir yang pertama (Protomartir) dalam Gereja Katolik Roma. Gereja ini berada dalam reksa pastoral tarekat Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus.

Pembentukan paroki

Pada sekitar tahun 1969, terdapat tiga lingkungan di kawasan Cilandak yang merupakan bagian dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Blok B, yakni Lingkungan Fransiskus Xaverius, Lingkungan Maria Fatima, dan Lingkungan Kristoforus. Umat yang tinggal di Cilandak memiliki pemikiran untuk memiliki gereja sendiri yang dapat menjadi tempat peribadatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Gagasan ini mulai dikemukakan pada tahun 1969, dengan umat yang turut serta mengumpulkan dana dari kolekte misa bulanan untuk membangun sebuah kapel. Dukungan dari Paroki Santo Yohanes Penginjil termasuk melalui penggalangan dana yang terus dilakukan, hingga sekitar tahun 1977. Pada tahun 1976, rencana untuk membangun gereja di Cilandak mulai bergulir. Panitia dibentuk untuk mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan gereja. Pada 7 Juli 1977, pihak Kelurahan Cilandak mengeluarkan surat yang menyatakan adanya 946 warga Katolik di wilayah tersebut, yang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan izin pembangunan gereja.

Pada 11 Oktober 1977, Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J., menugaskan seorang imam untuk memimpin calon paroki baru di Cilandak, yakni R.P. Mark Fortner, S.C.J., seorang imam Dehonian asal Amerika Serikat yang awalnya bertugas di Gereja Santo Antonius Padua, Bidaracina. Pastor Fortner kemudian diangkat sebagai kepala paroki pada 15 Oktober 1977. Dengan keputusan ini, Paroki Cilandak resmi berdiri. Pastor Fortner mulai tinggal di rumah seorang umat yang menjadi kediaman sekaligus pastoran pertama pada 30 Oktober 1977. Pada kesempatan tersebut, diadakan pertemuan dengan ketua lingkungan dan tokoh umat setempat untuk membentuk kepengurusan paroki serta membahas dana pembangunan gereja. Dalam pertemuan selanjutnya dengan Uskup Agung Soekoto, Santo Stefanus ditetapkan sebagai pelindung paroki.

Perayaan Ekaristi pertama kali diadakan pada 13 November 1977 dengan menyewa tempat di Sport Hall Joint Embassy School (JES) di Terogong. Perayaan Ekaristi juga sempat diselenggarakan di Wisma Tan Miyat. Pada tahun 1978, tercatat sekitar 619 keluarga atau 2850 jiwa yang menjadi warga Paroki Cilandak. Karena belum memiliki gedung gereja dan tempat pertemuan sendiri, kegiatan gerejawi diadakan di berbagai tempat secara bergantian. Pada April 1982, Gedung Joint Embassy School mengalami kebakaran, sehingga peribadatan tidak lagi dapat dilaksanakan di tempat itu. Umat kemudian mendapatkan pinjaman bengkel kayu di Jalan R.S. Fatmawati yang digunakan sebagai tempat peribadatan sementara.

Bangunan

Bangunan Gereja Santo Stefanus mengadaptasi arsitektur Jawa dengan konsep rumah joglo. Panti imam gereja berada sebagai poros di bagian tengah gereja, yang dikelilingi oleh umat dari keempat sisi. Di panti imam yang berbentuk segi empat ini, terdapat tabernakel gereja, mimbar imam, dan meja altar. Panti imam ini dikelilingi oleh empat pilar dengan ukiran kayu tradisional di atas langit-langit altar. Relief jalan salib yang ada di sekeliling ruang utama gereja beserta dengan lampu tabernakel merupakan buatan perupa Gregorius Sidharta. Di dalam gereja juga terdapat patung Bunda Maria bersama bayi Yesus dan juga patung Hati Kudus Yesus.

Di halaman depan gereja terdapat pohon sawo kecik. Pohon ini merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX.

Peribadatan

Misa harian diselenggarakan pada pagi hari (05.30). Gereja ini juga menyelenggarakan perayaan Ekaristi mingguan pada hari Sabtu (17.00) dan Minggu (06.00, 08.00, 10.30, dan 17.00). Gereja ini juga menyelenggarakan Misa pada Jumat Pertama (12.00 dan 18.00 WIB). Liturgi umumnya diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.

Paroki Internasional Santo Petrus Kanisius bagi Ekspatriat juga melaksanakan Misa Jumat Pertama di gereja ini dalam Bahasa Inggris.

Kapel

Paroki Cilandak memiliki fasilitas peribadatan lain, yakni Kapel Keluarga Nazaret yang terletak di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Selatan.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembangunan gereja

Pada perayaan 25 tahun (Pesta Perak) Paroki Santo Yohanes Penginjil Blok B tanggal 27 Desember 1977, Uskup Agung Soekoto, yang sebelumnya merupakan Pastor Kepala Paroki Blok B, memberikan sebuah batu bata sebagai simbol bahwa umat Cilandak harus membangun gereja mereka sendiri. Batu bata ini kemudian ditanam di depan altar Gereja Santo Stefanus sebagai simbol perjuangan dan pengabdian umat.

Pada 29 Januari 1978, panitia pembangunan gereja dibentuk di bawah pimpinan Frans Seda. Pada 4 Juni 1979, umat Katolik di Cilandak mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendirikan gereja di atas tanah seluas 3.792 m², yang kemudian mengalami perluasan menjadi sekitar 7.440 m², yang sempat direncanakan untuk membangun Kantor Kecamatan Cilandak. Pada 1 Mei 1981, pembangunan Gereja Santo Stefanus selesai, dan gereja ini diresmikan serta diberkati oleh Uskup Agung Soekoto. Gubernur DKI Jakarta, Tjokropranolo turut hadir menyaksikan peresmian gereja.

Pembangunan fasilitas

Setelah memiliki gedung gereja, pembangunan dilakukan untuk memiliki pastoran sebagai rumah tinggal bagi para imam yang bertugas digereja ini. Pada 8 November 1987, gedung pastoran dan aula paroki diresmikan pada perayaan ulang tahun kesepuluh Paroki Cilandak. Gedung Leo Dehon sebagai gedung serbaguna Paroki Cilandak diresmikan pada 26 Desember 2009. Di dalam gedung ini terdapat Kapel Hati Kudus Yesus yang diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo pada 26 Agustus 2012. Dalam tahun yang sama pada tanggal 11 November, Kardinal Suharyo memberkati Gua Maria Bunda Penolong Abadi. Pada 3 Maret 2024, Kardinal Suharyo meresmikan diorama jalan salib yang ada dan mengelilingi Gereja Santo Stefanus. Pembangunan diorama ini disertai dukungan dari yayasan yang dikelola oleh Purnomo Yusgiantoro. Patung Santo Stefanus yang merupakan pelindung gereja diletakkan di sekitar pintu samping gereja sejak 15 Oktober 2024.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Stefanus, Cilandak. Revisi 29978965. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29978965. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Stefanus, Cilandak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:40:58Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Stefanus, Cilandak · revisi 29978965 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:40:58Z
  2. Wikidata P625 · Gereja Santo Stefanus, Cilandak ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-01-16T04:13:01Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi