Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604392398
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4392398. Asal dan lisensi uraian
BangunanCirebon, Jawa Barat, IndonesiaARS-R604392398

Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso

Gereja Santo Yusuf adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat dari Paroki Santo Yusuf Cirebon, atau disebut juga sebagai Paroki Yos Sudarso, yang menjadi bagian dalam Dekanat Priangan pada Keuskupan Bandung.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso
Lokasi
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q134499909; ID4392398
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4392398
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Gereja Santo Yusuf adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat dari Paroki Santo Yusuf Cirebon, atau disebut juga sebagai Paroki Yos Sudarso, yang menjadi bagian dalam Dekanat Priangan pada Keuskupan Bandung. Gereja ini dinamai menurut Yusuf, ayah Yesus Kristus. Reksa pastoral di gereja ini dilaksanakan oleh para Ordo Salib Suci (OSC), sejak kedatangan para imam OSC di Indonesia.

Gereja ini merupakan gereja tertua di wilayah pastoral Keuskupan Bandung.

Cagar budaya

Gereja Santo Yusuf Cirebon merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Cirebon. Hal ini didasari dengan terbitnya Surat Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 19 Tahun 2001 yang menetapkan bangunan ini sebagai Benda Cagar Budaya. Tidak jauh dari Gereja Santo Yusuf, terdapat juga Gereja Kristen Pasundan Cirebon sebagai gereja Protestan tertua di Jawa Barat, yang juga ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya di Kota Cirebon. Gereja Kristen Pasundan dibangun terlebih dahulu dibandingkan Gereja Santo Yusuf, yakni pada tahun 1788.

Bangunan

Pada tahap awal, massa bangunan gereja merupakan satu kesatuan bentuk persegi panjang. Gereja ini dibangun dengan ketinggian yang tidak terlalu menjulang, disertai sebuah menara di bagian belakang bangunan. Di dalamnya juga terdapat lonceng yang ditempatkan dalam sebuah struktur berbentuk cungkup.

Namun, dalam pengembangannya, gereja mengalami penambahan massa terutama pada bagian belakang bangunan existing. Hasil dari perkembangan massa ini menciptakan bentuk massa bangunan menyerupai huruf L, sebagai gabungan dari dua geometri persegi panjang. Bentuk ini menggambarkan salah satu tipologi bangunan gereja yang dikenal sebagai advancing column, yang mencerminkan orientasi ruang yang bergerak menuju titik pusat liturgi. Selain itu, baik bangunan lama maupun tambahan menunjukkan kecenderungan simetri, sehingga secara arsitektural tampak bahwa prinsip Gestaltisme turut memengaruhi pembentukan bentuk dan keteraturan komposisi bangunan.

Pembagian ruangan

Gereja Santo Yusuf menerapkan organisasi ruang yang simetris. Ruang penerima umat, area duduk umat (panti umat), dan altar dihubungkan oleh selasar linear yang membawa alur sirkulasi umat menuju altar sebagai titik puncak prosesi liturgi.

Zonasi ruang-dalam terdiri dari:

Main entrance dan area doa di bagian depan (serambi)

Bagian umat di kiri dan kanan yang mengapit sirkulasi utama bertipe double loaded,

Altar sebagai zona sakral yang menjadi pusat perhatian liturgis

Ruang persiapan misa (sakristi) di belakang altar (bagian bangunan baru),

Ruang paduan suara (koor) dan sebagian tempat duduk umat di sisi kanan yang dapat diakses melalui pintu masuk samping (side entrance).

Pola zonasi ini menunjukkan bahwa desain bangunan mengikuti prinsip form follows function, di mana bentuk ruang dibentuk berdasarkan fungsi peribadatan di dalamnya.

Fasad dan rasio

Fasad depan Gereja Santo Yusuf memiliki proporsi simetris, yang menciptakan kesan seimbang antara sisi kiri dan kanan. Secara visual, bangunan ini menghadirkan kesan besar dan menjulang, yang menegaskan karakter monumental yang lazm pada arsitektur gereja Katolik. Salah satu elemen yang menonjol dari bangunan ini adalah keberadaan salib di bagian puncaknya.

Dalam kajian proporsi, fasad gereja dianalisis menggunakan prinsip golden section, yang diterapkan pada relasi dimensi ketinggian, lebar, dan panjang bangunan. Penggunaan prinsip ini memperlihatkan upaya untuk mencapai keselarasan visual yang ideal dalam arsitektur gereja.

Kompleks gereja

Selain bangunan utama gereja, Gereja Santo Yusuf juga memiliki sejumlah bangunan pendukung di sisi barat. Salah satu bangunan merupakan bangunan tua yang kini sebagian ruangannya difungsikan sebagai toko buku dan suvenir. Sebuah bangunan yang lebih baru digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan penunjang, baik bagi lingkungan internal gereja maupun untuk publik. Terdapat juga pasturan, yang juga berlantai dua, yang berfungsi sebagai tempat tinggal para imam.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Gereja Santo Yusuf mulai dibangun sejak tahun 1878 dan selesai dibangun pada tahun 1880. Perancang bangunannya adalah seorang arsitek Eropa bernama Gaunt Slotez. Gereja ini didirikan oleh Louis Theodore Gonsalves, seorang pemilik pabrik gula terkemuka di Pulau Jawa pada masa itu.

Pada plakat pembangunan yang diletakkan di fasad gereja tertulis sebagai berikut.

Pada tahun 1878, Cirebon ditetapkan sebagai stasi pertama di Jawa Barat, dan pada saat itu masih berada di bawah Vikariat Apostolik Batavia. Kehadiran Pastor A. v. Moorsel, SJ sebagai pastor pertama menandai awal penggembalaan di Stasi Cirebon. Gedung gereja kemudian diresmikan pada 10 November 1880 oleh Vikaris Apostolik Batavia Adam Carel Claessens.

Pada masa awal berdirinya, gedung gereja memiliki bentuk dasar persegi panjang dengan ukuran sekitar 30 meter x 8,2 meter, dan dapat menampung sekitar 300 umat. Seiring dengan perkembangan umat Katolik di Cirebon, gereja ini mengalami pengembangan signifikan pada awal tahun 1900-an. Melalui perluasan tersebut, kapasitas gereja meningkat hingga dapat menampung sekitar 800 umat, lengkap dengan fasilitas pendukung untuk kebutuhan peribadatan.

Perjalanan pastoral di wilayah ini mengalami perubahan pada 13 November 1926, ketika tugas penggembalaan di Cirebon dan beberapa wilayah Jawa Barat tidak lagi ditangani oleh para Yesuit, tetapi dialihkan kepada para Pastor Ordo Salib Suci (OSC). Peralihan ini ditandai dengan kehadiran tiga imam OSC di Pulau Jawa pada 6 Februari 1927, yaitu Pastor Jacobus Hubertus Goumans, OSC, Pastor M. Nillesen, OSC, dan Pastor J. de Rooy, OSC.

Dalam rangka Yubileum 2025, Gereja Santo Yusuf Cirebon ditetapkan sebagai satu dari sembilan gereja dengan Porta Sancta (Pintu Suci) dalam wilayah Keuskupan Bandung. Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. membuka Porta Sancta Cirebon pada 2 Februari 2025, bertepatan dengan Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso. Revisi 29980854. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29980854. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T17:02:34Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso · revisi 29980854 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T17:02:34Z
  2. Wikidata P625 · Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-25T16:25:49Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi