Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari
Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari dibahas sebagai bangunan individual Indonesia dalam artikel sumber. Lokasi yang tercatat: Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Uraian terpilih mencakup bentuk dan susunan tingkat, susunan ruang, atap atau kubah serta riwayat yang dipertahankan dalam bahasa Inggris.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari
- Lokasi
- Jombang, Jawa Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q61365076; EN82626586
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor EN82626586
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, susunan ruang, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
Pembuka
The Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asyari (, MINHA) is a museum in Jombang, East Java, Indonesia. Constructed between 2014 and 2018, the museum was inaugurated in 2018. The three-storey building contains exhibits about the spread of Islam in Indonesia, the rise of Islamic organizations in the colonial era, and the role of Islam in independent Indonesia. The site, which lies close to the grave of former president Abdurrahman Wahid, receives between 8,000 and 10,000 visitors per month.
Description
MINHA is located at Tebuireng Gg. 4 in Jombang Regency, East Java, Indonesia, approximately 6.7 km from the alun-alun (town square) of Jombang. It is located upon the property of the Tebuireng pesantren (Islamic boarding school), having been built in a parking lot used by persons visiting the grave (ziarah) of Abdurrahman Wahid. It is across the street from Hasyim Asy'ari University, approximately 500 m from the Tebuireng complex entrance. The museum complex sits upon approximately 4.9 ha of land.
The museum building is pyramidal in shape, with a square base, and covers an area of 5000 m2. The design features two interlocking roofs, one slightly elevated above the other, which are intended to represent a kyai (scholar) and santri (student). The museum consists of three storeys. Collections on the first storey focus on the history of the spread of Islam in Indonesia from the 11th through 19th centuries CE, with items on the second storey concentrating on the emergence of Islamic organizations in colonial Indonesia as well as Islam's contributions to Indonesian independence. The third storey deals with Islam in independent Indonesia.
In front of the museum is the At-Tauhid Monument, which bears the 99 names of God in Islam. Fountains adorn the approach to the museum. , the museum is open to the public from Tuesday through Sunday.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
History
In early 2020, MINHA was temporarily closed due to the COVID-19 pandemic. By June 2021, it had partially reopened, again with access limited to the first floor. At the same time, pesantren staff noted the difficulty of managing the available facilities, and Minister of Culture Hilmar Farid suggested during a May visit that professional support was required.
MINHA returned to full operations effective 10 November 2021, with a ribbon-cutting ceremony hosted by Tebuireng pesantren leader Abdul Hakim Mahfudz.
By 2022, MINHA reported an average attendance of 8,000 to 10,000 visitors monthly; most were also visiting the grave of Abdurrahman Wahid. The museum began to be managed by the Indonesian Heritage Agency, and underwent extensive expansions. A room dedicated to Abdurrahman Wahid was opened to the public in February 2024, while one dedicated to Hasyim Asy'ari was refurbished. The museum was closed beginning on 1 November 2025, again for refurbishments. It reopened on 13 January 2026, having installed new displays, revised its exhibit texts, and created new thematic spaces.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Inggris — Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari. Revisi 1363425985. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Inggris mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 1363425985. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-07-10T03:02:10Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Inggris · Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari · revisi 1363425985 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-10T03:02:10Z
- Wikidata P625 · Indonesian Islamic Museum K.H. Hasyim Asy'ari ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:40:51Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.