Istana Alwatzikoebillah
Istana Alwatzikoebillah merupakan istana Kesultanan Sambas yang menjadi pusat pemerintahan di Sambas hingga berakhirnya kekuasaan kesultanan. Istana ini terletak di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Istana Alwatzikoebillah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Istana Alwatzikoebillah
- Lokasi
- Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12486832; ID629283
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID629283
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Istana Alwatzikoebillah merupakan istana Kesultanan Sambas yang menjadi pusat pemerintahan di Sambas hingga berakhirnya kekuasaan kesultanan. Istana ini terletak di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Bagian istana
Untuk memasuki Istana Alwatzikoebillah Sambas, pengunjung harus melalui dua (2) gapura, yaitu Gapura Pertama: pembatas antara alun-alun dengan jalan raya; dan Gapura Kedua: pembatas antara alun-alun dan Istana.
Tiang bendera
Di bagian belakang alun-alun, pengunjung akan menemukan sebuah tiang seperti tiang kapal yang dikelilingi oleh tiga buah meriam dan disangga oleh empat tiang. Berikut adalah makna filosofis dari benda-benda tersebut:
Tiga Meriam, melambangkan tiga buah sungai yang terdapat di sekitar istana yang harus selalu dijaga. Meriam-meriam tersebut adalah pemberian dari tentara Inggris pada tahun 1813 yang salah satunya diberi nama Si Gantar Alam. Di area ini pula, salah satu pahlawan Sambas, Tabrani Ahmad, gugur ditembak peluru tentara Belanda saat mempertahankan merah putih.
Empat Tiang Penyangga, melambangkan empat menteri sebagai pembantu sultan yang disebut wazir.
Dua Tiang Penyangga pada sisi kiri dan kanan tiang, melambangkan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahannya sultan selalu didampingi oleh ulama dan khatib.
Masjid Jami' Sultan Muhammad Shafiuddin II Sambas
Sesuai namanya, masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shafiuddin II. Letaknya di sebelan kanan atau selatan alun-alun Kesultanan Sambas. Masjid ini terdiri dari dua (2) tingkat dan di dalamnya disangga oleh delapan (8) buah tiang dari kayu belian yang ukurannya besar-besar. Selain itu, masjid ini memiliki bedug dan kendi (bejana) raksasa serta sebuah mimbar antik.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Sebelumnya, Sambas merupakan Kerajaan Hindu. Kemudian hari, Sambas berubah menjadi Kerajaan Islam dengan nama Kesultanan Sambas. Raden Sulaiman (anak dari Sultan Tengah, Anak Sultan Brunai) merupakan Sultan Sambas pertama dan dinobatkan menjadi Sultan Sambas yang pertama.
Sebelum hijrah ke Lubuk Madung (lokasi istana), Raden Sulaiman bertempat tinggal di Kota Lama (pusat Kerajaan Sambas) bersama istrinya Mas Ayu Bungsu (putri Ratu Sepudak, penguasa Kerajaan Sambas). Setelah difitnah, ia pun memboyong keluarganya ke Kota Bangun, tempat di mana dulu ia menetap di Sambas sebelum ia menikah dengan Mas Ayu Bungsu.
Setelah berhasil membangun Kota Bangun, bahkan lebih maju dari Kota Lama, Raden Sulaiman memutuskan pindah ke Lubuk Madung. Lubuk Madung merupakan pertemuan tigas sungai, yaitu Sungai Subah, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau.Kemudian, di lokasi tersebutlah didirikan Istana Kesultanan yang hingga sekarang dikenal dengan nama Istana Alwatzikoebillah.
Namun, Istana Alwatzikhoebillah yang terlihat sekarang ini, baru dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943), sultan ke-15 Kesultanan Sambas. Pembangunan istana tersebut relatif singkat, yaitu dari tahun 1933 sampai tahun 1935. Konon, biayanya yang mencapai 65.000 gulden itu merupakan pinjaman dari Kesultanan Kutai Kartanegara.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Istana Alwatzikoebillah. Revisi 29968935. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29968935. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Istana Alwatzikoebillah sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T12:58:29Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Istana Alwatzikoebillah · revisi 29968935 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T12:58:29Z
- Wikidata P625 · Istana Alwatzikoebillah ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T11:08:10Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.