Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R783667847
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Inggris. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor EN83667847. Asal dan lisensi uraian
KompleksSumatera Utara, IndonesiaARS-R783667847

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport dibahas sebagai kompleks arsitektur Indonesia dalam artikel sumber. Lokasi yang tercatat: Sumatera Utara, Indonesia. Uraian terpilih mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, atap atau kubah serta riwayat yang dipertahankan dalam bahasa Inggris.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Transportasi (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport
Lokasi
Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q25468096; EN83667847
Klasifikasi sumber
transportasi · nomor EN83667847
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: transportasi. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris

Pembuka

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport is a domestic airport serving Panyabungan, the capital of Mandailing Natal Regency in the southwestern part of North Sumatra, Indonesia. The airport is named after Abdul Haris Nasution, an Indonesian Army general and politician from Mandailing Natal, who was posthumously recognized as a National Hero of Indonesia. Located in Bukit Malintang District, approximately 10 km (6.2 miles) from Panyabungan town center, the airport commenced operations in 2025 and serves as one of the main gateways to Panyabungan and Mandailing Natal Regency as well as the surrounding regions. Currently, the airport operates a single scheduled route to Medan, the provincial capital of North Sumatra, with flights provided by Susi Air.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris

History

Prior to the airport's construction, access to and from Mandailing Natal was limited. Air travelers heading to the regency had to fly to either Silangit Airport in Siborong-borong, Ferdinand Lumban Tobing Airport in Sibolga, or Aek Godang Airport in Padang Sidempuan before continuing their journey by road. Hajj pilgrims traveling to Saudi Arabia also had to travel overland to Medan, a journey that typically took up to 12 hours, before boarding their flights. As a result, a new airport was proposed to serve Mandailing Natal and the surrounding regions, including parts of the neighboring province of West Sumatra, while also supporting regional economic development.

Preparation for the construction of the airport began in 2016 and involved the acquisition of 74 hectares of community-owned land and 24 hectares of land owned by the North Sumatra Provincial Plantation Agency. Construction was initially scheduled to begin in 2017 but was delayed several times before finally commencing in 2022 due to delays in meeting the administrative and technical requirements for the airport's construction, as well as the impacts of the COVID-19 pandemic. Construction of Bukit Malintang Airport began in 2022 under the auspices of the Ministry of Transportation, with a budget of approximately Rp718 billion financed through a multi-year funding scheme. According to the Ministry of Transportation, the airport features a runway measuring 1,450 meters in length and 30 meters in width. The land for the airport site and its supporting facilities was provided by the Mandailing Natal Regency Government.

Originally named Bukit Malintang Airport after the district in which it is located, the airport was renamed to its current name on 31 January 2024 following the issuance of a decree by the Ministry of Transportation. The renaming honored Abdul Haris Nasution, a native of Mandailing Natal, Indonesian Army general, politician, and National Hero of Indonesia, following a proposal submitted by the North Sumatra Regional House of Representatives (DPRD) in 2023.

By May 2024, construction of the airport had been fully completed, including both landside and airside facilities. Despite the completion of construction, the airport only commenced operations on 11 January 2025, with the launch of the Medan–Mandailing Natal route operated by Susi Air.

In May 2026, Lion Air Group expressed interest in launching Mandailing Natal–Medan and Mandailing Natal–Padang routes following a meeting between Lion Air Group owner Rusdi Kirana and the Regent of Mandailing Natal Regency.

Facilities and development

The airport has a single terminal building with an area of 2,537 m². The terminal's design was inspired by the Bagas Godang, a traditional house and architectural symbol of the Mandailing people. On the airside, the airport features a single runway measuring 1,450 meters in length and 30 meters in width, constructed with asphalt concrete (AC-WC) pavement. The taxiway measures 75 meters in length and 15 meters in width, while the aircraft apron measures 105 meters by 65 meters. These facilities enable the airport to accommodate aircraft up to the size of the ATR 72-600.

Under the original plan, the airport's runway was expected to be extended to 2,500 meters to accommodate narrow-body aircraft such as the Boeing 737.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Inggris — Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport. Revisi 1367136378. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Inggris mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 1367136378. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-08-01T05:48:13Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Inggris · Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport · revisi 1367136378 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-08-01T05:48:13Z
  2. Wikidata P625 · Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-13T03:46:32Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi