Katedral Pontianak
Katedral Santo Yosef, Pontianak adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Agung Pontianak dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Agung Pontianak.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Katedral Pontianak dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Katedral Pontianak
- Lokasi
- Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q19745992; ID1691636
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID1691636
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Katedral Santo Yosef, Pontianak adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Agung Pontianak dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Agung Pontianak. Secara administratif Katedral Pontianak terletak di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Katedral ini didedikasikan kepada Santo Yosef, suami Santa Perawan Maria dan pelindung Gereja Semesta.
Bangunan gereja katedral ini diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Gereja ini diberkati pada 19 Maret 2015, bertepatan dengan Hari Raya Santo Yusuf menurut kalender liturgi Katolik Roma. Pada awal perintisannya, Paroki Katedral Pontianak digembalakan oleh para imam Ordo Saudara Dina Kapusin (O.F.M. Cap.)
Gereja Katedral
Pembangunan gedung gereja pertama sebagai pusat paroki dimulai pada tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Borneo Belanda, Jan Pacificus Bos, O.F.M. Cap., setelah dilakukan pembelian lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan kompleks gerejawi yang mencakup gereja, pastoran, rumah yatim piatu, sekolah, tempat pemakaman, dan susteran. Gereja tersebut kemudian diberkati pada 9 Desember 1909, yang sekaligus menandai berdirinya paroki secara resmi. Sejak 17 November 1918, gereja ini berstatus sebagai gereja katedral, seiring dengan penahbisan Mgr. Bos, sebagai Vikaris Apostolik Borneo Belanda bergelar Uskup Tituler Capitolias. Dengan perubahan status tersebut, paroki ini resmi menjadi Paroki Katedral Pontianak.
Bangunan
Gedung Katedral Santo Yosef yang baru dibangun dengan perpaduan berbagai langgam arsitektur, terutama Romawi, Timur Tengah, Eropa klasik, Bizantium, dan sentuhan lokal Kalimantan Barat. Secara keseluruhan, bangunan ini merepresentasikan harmoni antara tradisi arsitektur Gereja universal dan identitas multikultural setempat.
Model bangunan mengacu pada arsitektur klasik Korintus, yang dicirikan pada penggunaan kubah bulat sebagai kubah utama, dengan sebuah kubah kecil (rotunda) di bagian atasnya. Konstruksi kubah utama menggunakan sistem rangka ruang (space frame). Bangunan ini juga mengadopsi unsur gaya Gotik serta terinspirasi patron arsitektur Bizantium abad ke-4.
Eksterior gereja didominasi ornamen bernuansa Dayak, dengan ukiran khas yang mengelilingi dinding bangunan dan menegaskan identitas lokal Kalimantan Barat. Sementara itu, interior gereja menampilkan nuansa klasik Eropa yang kuat, diperkaya dengan kombinasi gaya Tionghoa. Cahaya alami masuk melalui kaca-kaca patri berukuran besar dan berwarna-warni yang dihiasi gambar-gambar kedua belas rasul, yang namanya ditulis dalam Bahasa Yunani dan Bahasa Indonesia.
Gedung katedral ini memiliki dua lantai utama yang digunakan untuk perayaan misa dan mampu menampung sekitar 3.000 umat. Selain itu, bangunan ini dilengkapi dengan basement yang berfungsi sebagai area parkir, Plaza Maria, ruang adorasi, serta ruang abu.
Meskipun mengalami renovasi besar, tetapi tidak seluruh elemen bangunan merupakan material baru. Altar utama dan pintu utama gereja menggunakan kayu belian yang berasal dari pilar Gereja Katedral lama, sebagai bentuk penghormatan dan kesinambungan sejarah dengan bangunan sebelumnya. Di halaman gereja terdapat patung burung ruai dari kayu belian, sementara di pelataran berdiri patung Santo Yosef berukuran raksasa sebagai penanda visual dan simbolik katedral.
Peribadatan
Perayaan Ekaristi di Katedral Santo Yosef diselenggarakan secara rutin setiap hari. Misa harian dilaksanakan pada pukul 05.30 WIB, sementara Misa Sabtu sore diadakan pada pukul 18.00 WIB. Pada hari Minggu, Misa dirayakan sebanyak empat kali, yakni pada pukul 06.00, 08.30, 16.00, dan 19.00 WIB. Seluruh perayaan liturgi di gereja ini menggunakan bahasa Indonesia.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Renovasi
Seiring pertumbuhan jumlah umat serta kondisi fisik bangunan gereja lama yang kian tidak memadai, bangunan tersebut dibongkar pada tahun 2011 untuk memberi ruang bagi pembangunan gereja baru dengan kapasitas sekitar 3.000 umat. Gereja Santo Yosef yang baru dirancang dengan perpaduan unsur arsitektur Romawi dan Timur Tengah. Eksterior bangunan didominasi ornamen bermotif Dayak, sementara interiornya menampilkan nuansa Tionghoa yang dipadukan dengan gaya klasik Eropa. Perancangan eksterior gereja ini dilakukan oleh arsitek Ricky, yang juga dikenal sebagai perancang Masjid Raya Singkawang, sehingga memperkuat citra Kalimantan Barat sebagai wilayah dengan keberagaman etnis dan kehidupan antarumat beragama yang harmonis.
Gereja Katedral Santo Yosef yang baru diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, terutama pada bagian eksterior dan area halaman. Peresmian ini dilakukan agar gereja dapat digunakan untuk perayaan Misa Natal 2014. Peresmian ini turut dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Cornelis menyatakan bahwa Gereja Katedral Pontianak merupakan bangunan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Katedral Pontianak. Revisi 29972088. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29972088. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Katedral Pontianak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T15:00:30Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Katedral Pontianak · revisi 29972088 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T15:00:30Z
- Wikidata P625 · Katedral Pontianak ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-20T15:58:40Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.