Kelenteng Tjoe Tik Kiong
Kelenteng Tjoe Tik Kiong (Cide Gong) adalah salah satu kelenteng serta bangunan kuno di Kota Pasuruan. Lokasi kelenteng terletak di dekat pelabuhan dan dibangun sekitar abad 16 M. Klenteng ini dibangun oleh orang-orang lokal, tetapi arca-arcanya seperti Tianhou, Guanyin, Tudi Gong, dan Jialin didatangkan langsung dari negeri Tiongkok pada tahun 1857.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Kelenteng Tjoe Tik Kiong dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Kelenteng Tjoe Tik Kiong
- Lokasi
- Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q20426853; ID1442206
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID1442206
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Kelenteng Tjoe Tik Kiong (Cide Gong) adalah salah satu kelenteng serta bangunan kuno di Kota Pasuruan. Lokasi kelenteng terletak di dekat pelabuhan dan dibangun sekitar abad 16 M. Klenteng ini dibangun oleh orang-orang lokal, tetapi arca-arcanya seperti Tianhou, Guanyin, Tudi Gong, dan Jialin didatangkan langsung dari negeri Tiongkok pada tahun 1857. Keistimewaan dari klenteng ini adalah lukisan temboknya yang indah.
Arsitektur
Pada bagian atas gerbang masuk kelenteng terdapat ornament berbentuk sepasang naga dan burung Hong. Di belakang gerbang terdapat panggung mini untuk pementasan wayang Potehi yang biasa dipentaskan mengikuti agenda umat kelenteng yang memiliki hajatan tertentu. Lakon yang dimainkan juga tertentu pula. Setahun sekali, panggung wayang Potehi mementaskan lakon tentang Kwan Sing Tee Koen (Dewa Kwan Kong) yang menjadi salah satu dewa utama kelenteng Tjoe Tik Kiong.
Sekitar 12 meter dari panggung mini terdapat gerbang dengan ornamen patung harimau. Pada bagian atas gerbang terdapat ornamen sepasang patung naga. Di dalam gerbang kedua terdapat beberapa ruangan kelenteng, yaitu ruangan utama kelenteng, ruangan altar Kwan Sing Tee Koen di sayap kanan, dan ruangan kantor di sayap kiri. Pada halaman depan terdapat sepasang patung Singa dan tungku pembakaran berbentuk pagoda.
Bagian depan ruangan utama dilengkapi berbagai perlengkapan ibadah dan ornamen khas kelenteng seperti hiolo, lilin, lampion, hio, relief harimau, relief naga, pajangan replika senjata-senjata, dan sebagainya. Dinding-dinding sisi kiri dan kanan ruangan dihiasi lukisan-lukisan tentang sejarah dan legenda Tiongkok kuno. Berbagai altar Dewa kelenteng berada di dalam ruangan utama, yaitu Mak Co Bing Thian Sang Shen Mu, Ho Sin (Dewa Harimau), Hok Tek Cen Sin, To Tee Kong dan To Be Boo, dan Kong Tik Cun Ong. Di belakang ruangan utama terdapat ruangan Tri Darma untuk arca Konfusius, Lao Tze, dan Sri Budha Gautama.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Orang Tionghoa sudah ada di Pasuruan sejak abad ke-16. Kelenteng Tjoe Tik Kiong sebagai tempat ibadah orang Tionghoa di Pasuruan diperkirakan sudah ada pada sejak abad ke 16. Tombe, pengelana bangsa Prancis yang pernah mengunjungi komunitas Tionghoa di Pasuruan pada th. 1803, memperkirakan penduduk Tionghoa yang hidup berkelompok waktu itu merupakan sepertiga dari penduduk Pasuruan (Franke, 1997:vol.2, jilid 2:831). Selama abad ke-19, di Hindia Belanda berlaku undang-undang yang dinamakan Wijkenstelsel. Undang-undang kolonial ini pada dasarnya memisahkan hunian kelompok etnis yang hidup di kota-kota selama abad ke-19. Orang Tionghoa yang sebelumnya memang banyak yang hidup secara berkelompok di kota-kota di Jawa mendiami sebuah satuan hunian yang biasa disebut sebagai Pecinan.
Pada akhir abad ke-19, penerapan undang-undang wijkenstelsel sudah agak longgar sehingga banyak orang Tionghoa membangun rumah di luar daerah Pecinan yang semakin padat. Bangunan-bangunan Tionghoa baru pada akhir abad ke-19 banyak terdapat di sekitar jalan Raya (sekarang Jl. Sukarno Hatta), Jl. Hasanudin, dan daerah sekitarnya di Pasuruan. Pengamatan ini diperkuat dengan adanya Kelenteng Tjoe Tik Kiong di daerah sana.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Kelenteng Tjoe Tik Kiong. Revisi 29348952. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29348952. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Kelenteng Tjoe Tik Kiong sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-06-15T13:50:57Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Kelenteng Tjoe Tik Kiong · revisi 29348952 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-06-15T13:50:57Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.