Keraton Kaibon
Keraton Kaibon adalah sebuah keraton peninggalan Kesultanan Banten yang terletak di Kota Serang, tepatnya berada di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Keraton ini dibangun kira-kira tahun 1815 dan dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1832, sehingga menyisakan berupa pondasi, tembok-tembok bangunan dan gapura keraton.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Sisa atau kondisi historis menurut sumber
Identitas dan tapak
Keraton Kaibon dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Banten, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Keraton Kaibon
- Lokasi
- Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12491096; ID398661
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID398661
- Dasar kondisi
- Uraian sumber memuat sisa atau kehilangan bagian arsitektur. Profil tidak menyatakan bangunan utuh atau kondisi hasil survei mutakhir.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Keraton Kaibon adalah sebuah keraton peninggalan Kesultanan Banten yang terletak di Kota Serang, tepatnya berada di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Keraton ini dibangun kira-kira tahun 1815 dan dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1832, sehingga menyisakan berupa pondasi, tembok-tembok bangunan dan gapura keraton. Pada tahun 1998 Keraton Kaibon secara resmi ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya di Kota Serang. Saat ini Keraton kaibon digunakan sebagai salah satu wisata edukasi untuk masyarakat di Kawasan Banten Lama.
Arsitektur
Keraton Kaibon yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini dibangun menggunakan material batu bata dari campuran pasir dan kapur. Arsitekturnya menggunakan gaya archais yang dapat dilihat dari ciri bangunan pintu-pintu dan tembok keraton. Keraton Kaibon memiliki empat pintu gerbang utama,; gerbang pertama berbentuk candi bentar, sedangkan gerbang kedua berbentuk paduraksa. Di bagian dalamnya, terdapat pintu besar yang disebut sebagai Pintu Dalem, selain itu pada reruntuhan terdapat satu ruangan dengan lubang menjorok ke dalam, hal ini diperkirakan sebagai sebuah mihrab, yang berfungsi sebagai tempat peribadatan (musholla).
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Ditinjau dari namanya Kaibon yang berarti Keibuan yaitu tempat tinggal untuk ibunda Sultan. Keraton Kaibon berdiri sebagai peninggalan Sultan Syafiuddin, seorang sultan Banten yang memerintah pada periode 1809-1815. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diwariskan pada putranya yang masih berusia lima tahun, yang membuat sang ibunda, Ratu Aisyah harus memegang kendali pemerintahan untuk sementara waktu.
Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan Keraton Surosowan. Asal muasal penghancuran keraton adalah ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuhan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels yang kemudian marah besar dan menghancurkan Keraton Kaibon.
Berbeda dengan kondisi Keraton Surosowan yang sudah tidak menyisakan reruntuhan. Pada Keraton Kaibon, masih tersisa gerbang dan pintu-pintu besar yang ada dalam komplek istana. Pada keraton Kaibon, setidaknya pengunjung masih dapat melihat sebagian dari struktur bangunan yang masih tegak berdiri. Sebuah pintu berukuran besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa (khas bugis) dengan bagian atasnya yang tersambung, tampak masih bisa dilihat secara utuh. Deretan candi bentar khas banten yang merupakan gerbang bersayap.
Di bagian lain, sebuah ruangan persegi empat dengan bagian dasarnya yang lebih rendah atau menjorok ke dalam tanah, diduga merupakan kamar dari Ratu Aisyah. Ruang yang lebih rendah ini diduga digunakan sebagai pendingin ruangan dengan cara mengalirkan air di dalamnya dan pada bagian atas baru diberi balok kayu sebagai dasar dari lantai ruangan. Bekas penyangga papan masih terlihat jelas pada dinding ruangan ini.
Arsitektur untuk pembangunan Keraton Kaibon ini dibangun dengan dikeliling saluran air. Semua jalan masuk dari depan maupun belakang harus melalui jalan air. Meskipun keraton ini didesain sebagai tempat tinggal ibu raja, tampak bahwa ciri-ciri bangunan keislamannya tetap ada; karena bangunan inti keraton ini adalah sebuah masjid dengan pilar-pilar tinggi.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Keraton Kaibon. Revisi 29967817. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29967817. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Keraton Kaibon sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T12:43:57Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Keraton Kaibon · revisi 29967817 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T12:43:57Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.