Lamin Adat Pemung Tawai
Lamin Adat Pemung Tawai merupakan rumah panjang yang kemudian seiring waktu berubah fungsi menjadi balai adat dengan arsitektur khas Dayak Kenyah dan terbuat dari bahan kayu Ulin. Lamin adat Pemung Tawai diresmikan sejak 30 tahun lamanya — tepatnya pada tahun 1991 oleh H. M.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Lamin Adat Pemung Tawai dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kalimantan Timur, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Lamin Adat Pemung Tawai
- Lokasi
- Kalimantan Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- ID4721145
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID4721145
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Lamin Adat Pemung Tawai merupakan rumah panjang yang kemudian seiring waktu berubah fungsi menjadi balai adat dengan arsitektur khas Dayak Kenyah dan terbuat dari bahan kayu Ulin. Lamin adat Pemung Tawai diresmikan sejak 30 tahun lamanya — tepatnya pada tahun 1991 oleh H. M. Ardan yang menjadi Gubernur Kalimantan Timur saat itu.
Lokasi dan Akses
Lamin Adat Pemung Tawai terletak di Jalan Dahlia, Kelurahan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Jarak dari pusat Kota Samarinda menuju Lamin Adat Pemung Tawai sejauh 24 Km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Akses jalan sudah full cor beton dan aspal baik. Akses transportasi berupa kendaraan pribadi atau rental kendaraan atau transportasi online roda dua dan empat. Lamin Adat Pemung Tawai cukup dekat dengan lokasi Bandara udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. jarak ke bandara kurang lebih 10,5 km dengan waktu tempuh sekitar 18 menit. Akses dari IKN menuju Lamin Adat Pemung Tawai lewat jalan Tol Samarinda-Balikpapan memerlukan waktu 2,5 jam.
Arsitektur
Bentuk arsitektur bangunan yang seutuhnya terbuat dari kayu Ulin. Mulai dari dinding Lamin, tiang-tiang Lamin, tangga Lamin, kursi, meja, lantai Lamin, kanopi (les) atap, hingga dua patung penjaga di dekat anak tangga, seluruhnya terbuat dari kayu Ulin. Di Halaman Lamin Adat terdapat tugu burung Enggang yang disebut tiang blontang menjulang tinggi ke atas langit. Lamin ini berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu Ulin, dengan dua patung penjaga berdiri tegak di kanan kiri anak tangga. Semua interior dan eksterior Lamin Dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Dayak Kenyah.
Makna filosofis
Warna yang mendominasi bangunan Lamin yaitu Perpaduan warna kuas kuning, merah, putih dan hitam, yang bermakna Bhinneka Tunggal Ika. Artinya masyarakat setempat meskipun berbeda-beda, namun tetap rukun di kehidupan sehari-hari. Bentuk ukiran pada tiang-tiang penyangga Lamin sendiri melambangkan kekuatan seorang pemimpin dan persatuan dari masyarakat Dayak kenyah. di bagian tengah Lamin terdapat patung manusia suku Dayak menggunakan topeng dengan memang tameng khas Dayak dan disusul dengan susunan kedua berbentuk guci berwarna kan putih tulang dengan ukiran naga berwarna merah hijau kuning di tengah guci tersebut. Untuk lambang naga di tengah guci tersirat sebuah arti yang menceritakan perjalanan Dayak Kenyah menuju Indonesia.
Fungsi
Lamin Adat Pemung Tawai digunakan untuk balai pertemuan warga, Musyawarah masyarakat adat, pelaksanaan acara sakral seperti pernikahan adat, perayaan berpulang saudara, tradisi Pelas Tahun dan ritual persembahan adat yang digelar setiap bulannya.
Etnis
Keberadaan Desa Budaya Pampang sangat unik karena penduduknya bukanlah masyarakat asli yang telah lama mendiami lokasi tersebut. Desa ini lahir dari sebuah peristiwa migrasi besar pada era 1960-an. Saat itu, kelompok Suku Dayak Apokayan dan Dayak Kenyah memutuskan pindah dari dataran tinggi Apo Kayan (wilayah Kutai Barat dan Malinau) yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Alasan mereka pindah bukan hanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, tetapi didorong oleh semangat nasionalisme yang kuat: mereka menolak menjadi bagian dari Malaysia dan memilih untuk bergabung dengan NKRI. Setelah menetap di Pampang, mereka terus merawat budaya leluhur mereka, hingga akhirnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan Pampang sebagai Desa Budaya pada tahun 1991.
Daya Tarik
Wisata Budaya Pampang menjadi Ikon Wisata kebanggan Kota Samarinda yang menjadi tempat yang wajib dikunjungi para wisatawan. Atraksi utama di Pampang adalah perpaduan antara manusia, arsitektur, dan pertunjukan seni yang memukau. Ada pentas seni yang diadakan setiap hari minggu pukul 14.00 WITA hingga selesai (16.00-17.00 WITA). Pentas seni budaya Pampang menampilkan banyak tari adat diantaranya Tari Hudoq, Tari Kancet Lasan, Tari Bangen Tawai, tari pang pagak dan Kanjet Anyam Tali. Tarian dibawakan oleh semua generasi, dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh, semuanya dalam balutan pakaian adat yang megah.
Pengalaman paling ikonik di Pampang adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan para sesepuh Suku Dayak Kenyah. Wisatawan akan bertemu dengan para nenek (sesepuh wanita) yang masih mempraktikkan tradisi Telingaan Aruu, yaitu memanjangkan daun telinga dengan pemberat logam. Selain itu juga tato khas Dayak di tangan dan kaki mereka, yang setiap motifnya memiliki makna dan menunjukkan status sosial.
Selain menonton pentas seni, wisatawan juga bisa menyewa pakaian adat Dayak untuk berfoto dengan latar Lamin Adat Pemung Tawai. Rental baju adat khas Dayak Kenyah banyak tersedia di stand-stand penjualan Souvenir yang berada disi kiri Bangunan Lamin.
Wisata Budaya Pampang juga menawarkan eksplorasi hutan adat dan keindahan alam. aktivitas eksplorasi berupa kegiatan jungle trekking menuju Air Terjun Lubang muda, susur sungai dan aktivitas Caving di Gua Pampang.
Tradisi tahunan yang tidak boleh dilewatkan di Pampang adalah Ritual Pelas Tahun. Upacara adat ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Tuhan yang telah memberikan anugerah berupa panen dari hasil pertanian masyarakat. Upacara adat Pelas Tahun diselenggerakan setiap tahun sekali dan biasanya dilakukan pada bulan Juni. Upacara ini menampilkan berbagai macam tarian khas Suku Dayak Kenyah dan lomba tradisional.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Lamin Adat Pemung Tawai. Revisi 29323454. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29323454. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Lamin Adat Pemung Tawai sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-06-07T02:24:58Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Lamin Adat Pemung Tawai · revisi 29323454 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-06-07T02:24:58Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.