Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R733482231
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Inggris. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor EN33482231. Asal dan lisensi uraian
KompleksSumba Barat, Nusa Tenggara Timur, IndonesiaARS-R733482231

Lede Kalumbang Airport

Lede Kalumbang Airport dibahas sebagai kompleks arsitektur Indonesia dalam artikel sumber. Lokasi yang tercatat: Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Uraian terpilih mencakup pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga serta riwayat yang dipertahankan dalam bahasa Inggris.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Transportasi (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Lede Kalumbang Airport dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Lede Kalumbang Airport sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Lede Kalumbang Airport
Lokasi
Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q2855888; EN33482231
Klasifikasi sumber
transportasi · nomor EN33482231
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: transportasi. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris

Pembuka

Lede Kalumbang Airport , formerly Tambolaka Airport, is a domestic airport serving the town of Tambolaka, the capital of Southwest Sumba Regency on Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia. The airport is named after Leonardus Lede Kalumbang, the first regent of West Sumba Regency, the administrative area where the airport was located before the establishment of Southwest Sumba Regency in 2007. Located about 5 km (3.1 mi) from the town center, it is one of only two airports on the island of Sumba—the other being Umbu Mehang Kunda Airport in Waingapu—and serves as the main gateway to western Sumba. The airport is currently connected with several major cities such as Denpasar, Kupang and Surabaya.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris

History

Lede Kalumbang Airport was originally constructed by Japanese forces in 1945, during their occupation of the Dutch East Indies in the final stages of the Pacific Theater of World War II. At the time, the facility was known as Tambolaka Airport. It was built to serve both as a defensive outpost for Sumba and as a strategic military base, supporting Japan’s logistical and operational needs in the region as part of its wider defensive network against the advancing Allied forces. Following the end of the war and Indonesia’s declaration of independence, control of the airport was handed over to the newly established Indonesian authorities.

The airport underwent major improvements in 1982, including the asphalting and repair of its runway to accommodate small aircraft such as the Douglas DC-3, Twin Otter, and CASA. In 1996, the runway was further extended to allow Fokker 27 operations. Another round of strengthening and extension was carried out in 2005, bringing the runway length to 1,600 meters, making it capable of handling Fokker 28 aircraft. It was later extended again to 1,800 meters to accommodate Fokker 100 aircraft. By 2015, the runway of Tambolaka Airport had reached a total length of 2,300 × 45 meters (7,546 × 148 ft), enabling it to serve narrow-body aircraft such as the Airbus A320 and Boeing 737.

On 7 November 2022, Tambolaka Airport was officially renamed Lede Kalumbang Airport in honor of Leonardus Lede Kalumbang, the first regent of West Sumba Regency, elected in 1958. He played a significant role in the development of Sumba in the years following Indonesia’s independence.

To accommodate the growing number of foreign tourists visiting Sumba, proposals have been made to upgrade the airport’s status to an international airport, enabling it to handle direct international flights. However, as of 2025, this plan has not yet been realized.

Facilities and development

The airport features a runway measuring 2,300 m × 45 m, capable of accommodating narrow-body aircraft such as the Airbus A320 and Boeing 737. It has a single taxiway, 108 m × 23 m in size, and an apron measuring 269 m × 95 m, which can accommodate up to five aircraft, including Boeing 737-500s and ATR 72s. The terminal covers an area of 5,400 m² and is designed in traditional Sumbanese architecture, characterized by a high-pitched central peak on its roof. The terminal has a capacity of 250 passengers per departure and is adorned with murals showcasing the natural beauty of Sumba, such as Waikuri Lagoon and Kampung Prai Ijing. Outside the public area, there are pillars decorated with traditional Sumba motifs, as well as a statue of Pasola, the mounted warrior of Sumba.

Currently, plans are underway to add an additional taxiway and expand the existing apron to 318 m × 95 m, allowing it to accommodate up to six Airbus A320 aircraft. The passenger terminal, which is already operating over capacity, will also be enlarged to handle the growing number of travelers. All of these projects are scheduled to commence in 2027. There are also plans to extend the runway to 2,500 m in the future, although no specific timeline has been set.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Inggris — Lede Kalumbang Airport. Revisi 1378655781. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Inggris mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 1378655781. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Lede Kalumbang Airport sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-05T13:57:46Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Inggris · Lede Kalumbang Airport · revisi 1378655781 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-05T13:57:46Z
  2. Wikidata P625 · Lede Kalumbang Airport ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-20T18:39:10Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi