Masjid Agung Jamik Singaraja
Masjid Agung Jamik Singaraja (Aksara Bali: ᬫᬲ᭄ᬚᬶᬤ᭄ᬅᬕᬸᬂᬚᬫᬶᬓ᭄ᬱᬶᬗᬭᬚ) adalah sebuah masjid jami bersejarah di Jalan Imam Bonjol, No. 65, kelurahan Kampung Kajanan, kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Agung Jamik Singaraja dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kampung Kajanan, Bali, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Agung Jamik Singaraja
- Lokasi
- Kampung Kajanan, Bali, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12497307; ID784778
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID784778
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Agung Jamik Singaraja (Aksara Bali: ᬫᬲ᭄ᬚᬶᬤ᭄ᬅᬕᬸᬂᬚᬫᬶᬓ᭄ᬱᬶᬗᬭᬚ) adalah sebuah masjid jami bersejarah di Jalan Imam Bonjol, No. 65, kelurahan Kampung Kajanan, kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Masjid ini pernah didirikan pada tahun 1830. Masjid ini menandai masuknya Islam di Bali Utara.
Arsitektur
Masjid menempati lahan seluas 1980 m2 dan dikelilingi pagar besi. Masjid Agung Jamik juga memiliki sebuah Kori atau pintu gerbang utama yang merupakan pemberian I Gusti Anglurah Ketut Jelantik VIII. Pintu gerbang yang diambil dari bekas pintu gerbang Puri Kerajaan Buleleng langsung dipindahkan dari Puri Buleleng dan dipasang di depan masjid. Pintu gerbang tersebut mempunyai atap berbentuk limas dan pada setiap sudut terdapat ukiran cungkup (seperti sulur) enam buah. Selain itu, pintu mempunyai dua daun pintu berupa teralis besi. Di dalam ruang utama terdapat dua tiang soko guru yang terbuat dari pohon kelapa yang telah disemen terletak dibagian tengah. Dasar tiang segi empat dengan pelipit datar, miring, dan datar. Di atas pelipit tersebut ada bidang datar persegi yang dirangai dengan pelipit datar dan miring. Setelah bidang datar tersebut terdapat tiang persegi dengan lekukan kedalam berwarna hijau. Atap Masjid berbentuk limasan pada setiap sudut terdapat ukiran cungkup (seperti sulur) enam buah. Masjid memiliki kubah metal. Selain itu, pintu mempunyai dua daun pintu berupa teralis besi.
Di sebelah utara bangunan induk terletak ruang sekretariat berukuran 6,5 × 14,5 m. Bangunan bertingkat dua yang terdiri dari ruang sekretariat di bagian atas dan tempat wudhu serta toilet di bagian bawah. Ruangan mempunyai pintu dan jendela dengan lengkungan di bagian atasnya. Atapnya tidak menyatu dengan bangunan induk, merupakan atap rata.
Di antara bangunan induk terdapat menara berbentuk bulat dengan jendela berbentuk persegi panjang dengan pelipit di atasnya. Bentuk pelipit tersebut lengkungan dan bentuk garis datar. Menara mernpunyai bingkai di badan. Bagian atasnya berbentuk segi delapan dan terdapat ruangan dengan lubang angin pada setiap segi tersebut.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Masjid ini didirikan pada kira-kira tahun 1830 M pada masa pemerintahan Raja Buleleng Anak Agung Ngurah Ketut Jelantik Polong, maka pengaturan pelaksanaan dan ke-pengurusannya diserahkan kepada saudaranya A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Abdullah Maskati yang beragama Islam berdasarkan pintu gerbang masjid yang bertarikh 1860 masjid selesai dibangun. Sebelumnya, umat ada hanya satu masjid di Singaraja, yaitu Masjid Keramat Kuno. Pembangunan masjid sempat terhenti saking ditawannya A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong dan Abdullah Maskati ke Sumatera Barat oleh Belanda.
Masjid Agung Jami' Singaraja ini menjadi salah satu saksi bisu begitu indahnya toleransi beragama di Pulau Dewata sejak pertama kali Islam Masuk ke Pulau Bali hingga detik ini. Masjid Agung Jamik Singaraja hingga kini masih menyimpan kitab Al-qur’an tulisan tangan A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Sampai sekarang masih ada keturunan dia dan tetap menggunakan nama Gusti walaupun memeluk agama Islam.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Agung Jamik Singaraja. Revisi 28876622. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28876622. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Agung Jamik Singaraja sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-01-21T07:04:13Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Agung Jamik Singaraja · revisi 28876622 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-21T07:04:13Z
- Wikidata P625 · Masjid Agung Jamik Singaraja ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-22T20:42:20Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.