Masjid Agung Kota Tegal
Masjid Agung Kota Tegal (Pegon: مسجد اڮوڠ كوتا تٓڮل) adalah sebuah masjid besar di Kota Tegal, Jawa Tengah. Masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Kota Tegal, dan menjadi pusat aktivitas keagamaan Islam di Kota Tegal.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Agung Kota Tegal dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Agung Kota Tegal
- Lokasi
- Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q115127977; ID3402616
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID3402616
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Agung Kota Tegal (Pegon: مسجد اڮوڠ كوتا تٓڮل) adalah sebuah masjid besar di Kota Tegal, Jawa Tengah. Masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Kota Tegal, dan menjadi pusat aktivitas keagamaan Islam di Kota Tegal.
Bagian-bagian Masjid
Masjid Agung Kota Tegal memiliki dua lantai dan mampu menampung sebanyak 4500 jamaah. Lantai bawah digunakan sebagai ruang utama masjid. Sedangkan, lantai atasnya sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan keislaman, seperti pengajian kaum bapak dan kaum ibu setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu ba’da subuh. Pengajian Al-Qur’an bagi para remaja, biasanya diselenggarakan setiap hari Rabu, Kamis, dan Sabtu malam. Khusus pengajian buat masyarakat umum diselenggarakan setiap hari Senin ba’da subuh. Di bagian luar terdapat empat menara yang menjulang tinggi di sisi tenggara, barat daya, barat laut, dan timur laut bangunan masjid.
Tepat di depan masjid adalah Alun-alun Kota Tegal, sebuah ruang publik yang digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat kota Tegal. Sering kali alun-alun digunakan sebagai tempat tambahan untuk menampung jamaah Masjid dikala hari-hari besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan di belakang Masjid adalah jalan protokol Diponegoro kota Tegal dan Kampung Kauman, Kelurahan Pekauman yang menjadi salah satu basis etnis Arab di kota Tegal.
Tradisi
Setiap bulan Ramadhan, Masjid Agung Kota Tegal pernah memiliki tradisi yang unik, yakni tradisi plenthong dhem. Plenthong dhem adalah pembakaran petasan raksasa di halaman masjid ini sebagai tanda sudah masuk waktu magrib atau berbuka. Konon petasan tersebut bisa didengar sampai radius beberapa kilometer di sekitar kota Tegal. Sebelum petasan dinyalakan, para ulama Masjid terlebih dahulu mengumandangkan salawat dan doa-doa menjelang berbuka puasa. Tradisi ini berlangsung hingga akhir 1980-an.
Kini, tradisi pembakaran petasan raksasa tersebut sudah ditiadakan, karena suara petasan yang keras dan asap dari petasan tersebut menimbulkan polusi suara dan udara, sehingga pemerintah melarangnya. Sebagai gantinya, tanda waktu berbuka puasa dikumandangkan salawat dan azan dengan pengeras suara yang diletakkan di atas menara masjid setinggi 32 meter, dan disiarkan melalui radio-radio dan televisi se-kota Tegal.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Masjid Agung Kota Tegal mulai dibangun oleh K.H. Abdul Aziz pada tahun antara 1825-1830. Saat itu tengah terjadi Perang Diponegoro. K.H. Abdul Aziz adalah seorang ulama dan penghulu pertama di kota Tegal. Beliau mempunyai hubungan kerabat dengan Raden Reksonegoro, Bupati Tegal waktu itu.
Selama berdiri, Masjid Agung Kota Tegal telah mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 1927, ruang paseban masjid dihilangkan, dan sebagai gantinya, dibangunlah KUA (Kantor Urusan Agama), tempat untuk melangsungkan pernikahan bagi umat Islam Tegal. Kemudian pada tahun 1953-1954, Masjid Agung direnovasi kembali, dan renovasi kali ini dilakukan secara besar-besaran. Serambi depan masjid diperluas ke arah depan sehingga menyatu dengan KUA.
Renovasi ketiga diadakan pada tahun 1970, di mana perbaikan tempat wudhu sebelah kanan masjid. Kemudian, pada 1985 bagian atap masjid dirombak dan diganti dengan atap tumpang. Tidak lupa menara masjid pun dirombak total menjadi lebih tinggi.
Renovasi terakhir terjadi pada tahun 2015, di mana dilakukan perombakan besar-besaran pada Masjid Agung Kota Tegal. Renovasi total Masjid Agung Kota Tegal ini dipelopori oleh Wali kota Tegal saat itu, Siti Masitha Soeparno. Ia menginginkan Masjid Agung, Alun-alun dan Tugu Pancasila menjadi landmark Kota Tegal. Renovasi terakhir Masjid ini sempat menuai pro-kontra di kalangan publik. Pengamat sejarah menyayangkan adanya renovasi tersebut, karena bangunan masjid yang sudah ada sebelumnya sarat akan nilai sejarah.
Atas kritik tersebut, Wali kota Tegal melalui Setda bagian Humas dan Protokoler pun mengklaim bahwa renovasi Masjid bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah dakam beribadah. Pengurus Masjid Agung Kota Tegal juga mengatakan bahwa renovasi tersebut tetap mempertahankan zona inti seperti aslinya, seperti mustaka (atap limas), daun pintu, dan jendela.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Agung Kota Tegal. Revisi 30018740. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30018740. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Agung Kota Tegal sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-02T10:47:42Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Agung Kota Tegal · revisi 30018740 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-02T10:47:42Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.