Masjid Agung Majalaya
Masjid Agung Majalaya adalah masjid yang terletak di Jalan Masjid Agung №13, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Didirikan pada 24 Juni 1941. Sebagian besar bangunannya yang sekarang masih asli dari sejak didirikan, tidak pernah berubah gayanya.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Agung Majalaya dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Majalaya, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Agung Majalaya
- Lokasi
- Majalaya, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q28723617; ID2091860
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID2091860
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Agung Majalaya adalah masjid yang terletak di Jalan Masjid Agung №13, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Didirikan pada 24 Juni 1941. Sebagian besar bangunannya yang sekarang masih asli dari sejak didirikan, tidak pernah berubah gayanya. Oleh sebab itu, masjid agung ini merupakan satu-satunya di Kabupaten Bandung yang masih mempertahankan ciri khasnya. Masjid Agung Majalaya memiliki gaya yang mirip dengan Masjid Demak di Jawa Tengah. Bedanya Masjid Agung Majalaya memiliki lima atap yang melambangkan rukun Islam, sedangkan Masjid Agung Demak hanya memiliki dua atap. Bagian atap atau sirap Masjid berasal dari Kalimantan yang sama dipakai di gedung Institut Teknologi Bandung.
Keempat tiang masjid ditopang dengan batu dari Demak. Batu bata yang dipakai yakni batu bata press sayati (Kopo Sayati) dipakai untuk bagian dalam bangunan, sedangkan bagian luar menggunakan bata press buatan pabrik milik Belanda yang berada di Ujung Berung.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Awalnya masjid ini dibangun dari bambu dan kayu beralaskan tembok. Masjid tersebut berdiri di tanah wakaf Rd.H. Tubagus Zainudin. Kondisi masjid pada waktu itu sudah lapuk sekitar tahun 1939 kepala desa Majalaya H.Abdul Gafur mengusulkan untuk merenovasi masjid itu. Usulnya tersebut mendapat dukungan dari Rd. Hernawan Soemarjo sebagai asisten wedana (camat) pada waktu itu. Karena posisi masjid terletak di pusat kecamatan Hernawan Soemarjo mengusulkan untuk membangun kembali masjid yang lebih besar.
Rd. Hernawan Soemaryo dan H. Abdul Gafur membentuk panitia pembangunan masjid. Hasil rapat tersebut menetapkan Rd.H. Kosasih (Desa Cibodas) sebagai ketua, sekretaris yakni Rd. Dendadibrata (Desa Panyadap) sedangkan sebagai bendahara Ijradinata (Desa Majalaya). Panitia masjid sepakat untuk mengubah bentuk masjid dengan melibatkan seorang arsitek yang bernama Ir. Suhamir, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tahun 1940 dimulai pembangunan masjid dengan dana awal 15.000 gulden. Dana tersebut diperoleh dari anggota panitia yang sebagian merupakan pengusaha. Biaya pembangunan masjid juga diperoleh dengan menggalang dana amal jariyah dari masyarakat di Kecamatan Majalaya. Masyarakat juga menyetor bahan bangunan seperti batu dan pasir. Bahkan Rd. Hernawan Soemarjo berinisiatif beserta aparat desa berkeliling naik sepeda ontel hias mengajak masyarakat menyumbang untuk masjid.
Tahun 1942 bangunan Masjid berserta tempat berwudlu selesai dan mulai dipakai masyarakat. Namun pada tahun yang sama setelah pecah Perang Dunia II, pembangunan Masjid terhenti sementara karena sebagian masyarakat Majalaya mengungsi. Bahkan beberapa bagian Masjid rusak akibat terkena tembakan peluru pesawat milik Belanda. Tahun 1944, masjid sempat menjadi markas dan basis pertahanan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) di Majalaya. Baru setelah Kemerdekaan pembangunan dan pengumpulan dana Masjid dimulai kembali. Selain itu dibangun balai nikah di sebelah utara Masjid. Tahun 1950-an jendela-jendela Masjid yang tadinya hanya berupa lubang dipasang kaca dan jendela yang terbuat dari kayu jati.
Tahun 1982 tempat wudu dipindahkan ke sebelah barat Masjid. Enam tahun berikutnya, karena jemaah semakin banyak kolam yang mengelilingi Masjid diubah menjadi Serambi. Tempat wudu diperbaiki dan jumlah toilet diperbanyak.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Agung Majalaya. Revisi 29722377. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29722377. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Agung Majalaya sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-07T14:42:59Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Agung Majalaya · revisi 29722377 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-07T14:42:59Z
- Wikidata P625 · Masjid Agung Majalaya ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-21T14:48:44Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.