Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604666946
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4666946. Asal dan lisensi uraian
BangunanRegol Wetan, Jawa Barat, IndonesiaARS-R604666946

Masjid Agung Sumedang

Masjid Agung Sumedang adalah sebuah masjid yang terletak di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini terletak di kawasan Alun-alun Sumedang.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Agung Sumedang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Regol Wetan, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Agung Sumedang sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Agung Sumedang
Lokasi
Regol Wetan, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q137603109; ID4666946
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4666946
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Agung Sumedang adalah sebuah masjid yang terletak di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini terletak di kawasan Alun-alun Sumedang.

Keberadaan masjid ini sejak awal berkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Sumedang Larang yang kemudian bertransformasi menjadi Kabupaten Sumedang. Sejak berdiri, Masjid Agung Sumedang berfungsi sebagai pusat syiar Islam dan kegiatan keagamaan masyarakat di wilayah Priangan Timur.

Masjid Agung Sumedang dilindungi oleh Undang-undang Kepurbakalaan sebagai salah satu bangunan bersejarah di Jawa Barat.

Perluasan bangunan

Bangunan Masjid Agung Sumedang mengalami perluasan pada masa pemerintahan Bupati Pangeran Aria Soeria Atmadja yang dikenal sebagai Pangeran Mekah. Perluasan tersebut dilakukan ke arah depan, samping utara, dan samping selatan dengan penghulunya K.H.R. Muhammad Hamim.

Arsitektur dan akulturasi

Masjid Agung Sumedang merupakan hasil akulturasi arsitektur Islam, Tiongkok, dan pengaruh kolonial Belanda. Bentuk atap bersusun tiga menyerupai pagoda merupakan ciri utama pengaruh budaya Tiongkok. Atap tersebut semakin ke atas semakin mengecil, dengan puncak berbentuk mamale dan mustaka yang menyerupai mahkota raja. Penggunaan mahkota sebagai puncak atap berkaitan dengan latar Sumedang sebagai wilayah bekas kerajaan.

Pengaruh Tiongkok juga terlihat pada ukiran kayu bermotif khas Tiongkok yang menghiasi kusen pintu, jendela, dan mimbar masjid. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk kolom dan jendela berukuran besar dengan ujung setengah lingkaran.

Interior

Masjid Agung Sumedang memiliki banyak tiang penyangga besar yang terbuat dari susunan bata bulat, baik di bagian dalam maupun luar bangunan. Mimbar masjid yang masih asli memiliki empat tiang berwarna keemasan dan dihiasi ukiran bergaya Tiongkok. Secara simbolik, bentuk atap, ornamen puncak, tiang segi delapan, dan motif ukiran mencerminkan makna kesucian, kedamaian, keabadian, kemakmuran, serta perlindungan spiritual.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Masjid Agung Sumedang dibangun pada tahun 1850 ketika Bupati Sumedang dijabat oleh Pangeran Suria Kusumah Adinata yang dikenal dengan sebutan Pangeran Sugih. Pembangunan masjid ini dilaksanakan di atas tanah wakaf yang diberikan oleh Raden Dewi Siti Aisyah.

Pembangunan dimulai pada 4 Rajab 1267 Hijriyah/3 Juni 1850 Masehi. Pembangunan masjid selesai pada 8 Ramadhan 1270 H/5 Juni 1854 Masehi. Pada tahap awal, masjid memiliki luas bangunan sekitar 583,66 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 6.755 meter persegi.

Pangeran Sugih yang dikenal sebagai salah satu bupati ternama di Tatar Sunda dan dijuluki sebagai bapak pembangunan Sumedang, turut berperan dalam keberadaan Masjid Agung Sumedang. Sebelum berada di lokasi sekarang, Masjid Agung Sumedang sempat berdiri di kawasan yang kini dikenal sebagai SD Sukaraja dan kemudian dipindahkan oleh Pangeran Sugih.

Renovasi dan pemugaran

Masjid Agung Sumedang telah mengalami tiga kali renovasi besar sejak pengelolaannya berada di bawah Departemen Agama Kabupaten Sumedang. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1952. Pada masa ini, masjid tetap berdiri kokoh meskipun gempa besar merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Renovasi kedua dilaksanakan pada tahun 1982 dan selesai pada 9 Juni 1988, serta diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Yogie Suardi Memet bersama Bupati Sumedang Sutarja. Dalam renovasi ini, atap diganti dengan beton dan tiang-tiang besi dilapisi kayu triplek.

Renovasi ketiga dimulai pada 27 September 2002 dan diresmikan pada 22 April 2004 oleh Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan dan Bupati Sumedang Don Murdono. Pada tahap ini dibangun menara azan setinggi 35,5 meter serta dilakukan renovasi fasilitas penunjang seperti tempat wudhu, toilet, dan ruang DKM.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Agung Sumedang. Revisi 29982289. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29982289. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Agung Sumedang sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T17:22:29Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Agung Sumedang · revisi 29982289 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T17:22:29Z
  2. Wikidata P625 · Masjid Agung Sumedang ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-12-28T11:35:17Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi