Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600876090
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID876090. Asal dan lisensi uraian
BangunanBekasi, Jawa Barat, IndonesiaARS-R600876090

Masjid Al-Barkah

Masjid Agung Al-Barkah adalah sebuah masjid yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Indonesia. Masjid yang dibangun tahun 1890 dipelopori H. Abdul Hamid (Alm), diatas tanah wakaf Bapak Bachroem (Alm) seluas 3370 m² terletak di Jalan Veteran.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Al-Barkah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Al-Barkah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Al-Barkah
Lokasi
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q19746202; ID876090
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID876090
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Agung Al-Barkah adalah sebuah masjid yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Indonesia. Masjid yang dibangun tahun 1890 dipelopori H. Abdul Hamid (Alm), diatas tanah wakaf Bapak Bachroem (Alm) seluas 3370 m² terletak di Jalan Veteran.

Arsitektur

Arsitektur masjid mengadaptasi masjid masjid timur tengah yang disublimasi dengan unsur tropis. Masjid di timur tengah tidak mengenal teras atau kanopi, karena iklim Indonesia tropis, masjid membutuhkan kantilever dan kanopi agar air hujan tidak tempias ke dalam masjid makanya kemudian masjid ini dilengkapi dengan teras.

Delapan daun pintu dari kayu jati berukir kaligrafi mencerminkan 8 pintu menuju surga. Daun pintu tersebut terbuat dari kayu jati yang dipesan langsung dari Jepara, Panitia pembangunan Masjid bahkan datang langsung ke Jepara untuk memilih kayu yang benar benar bagus dari pohon yang sudah berusia di atas 90 tahun. Kubah masjid memiliki diameter 18 meter dan di bawahnya bertuliskan 99 nama Allah (Asmu’ul Husna).

Tiang tiang masjid dilapisi kayu untuk memberi kesan hangat. Ini diadopsi dari Masjid Agung Demak yang dibuat dari kayu. Juga terdapat elemen floral dan ornamen Islam seperti bintang atau bentuk segi delapan yang umum banyak dipakai pada bangunan masjid. Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi dilengkapi tempat Thaharah, gedung pertemuan dan tempat majelis taklim, perpustakaan, kantor ta’mir dan kantor remaja masjid, taman, plaza dan area parkir.

Arsitektur masjid tidak lepas dari simbolisasi Islam, setiap detail bangunan memiliki arti. Simbolisasi islam bisa kita jumpai pada 4 buah menara yang memiliki arti 4 tiang ilmu, yakni Bahasa Arab, Syariah, sejarah dan filsafat. Serta syarat hidup bahagia yakni akidah, akhlak, syariah dan ibadah. Tiga bagian bentuk dasar bangunan menara mencerminkan iman islam dan ihsan, sedangkan ketinggian menara 35 meter diambil dari salah satu surat Al-qur’an.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi, dibangun tahun 1890 dipelopori oleh Penghulu Lanraad (Alm) H. Abdul Hamid, di atas tanah wakaf dari (Alm). Haji Bachroem, seluas 3370 m2 yang terletak di jalan Veteran. Bangunan yang belum mencirikan bangunan sebuah masjid pada umumnya.

Tahun 1967 bangunannya direhab menjadi bentuk masjid oleh Bupati Bekasi Bapak MS. Subandi (ketika itu kota Bekasi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi). MS. Subandi yang merupakan bupati Bekasi pertama asal Kampung Gabus Kabupaten Bekasi itu, melibatkan setiap jiwa warga Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi menyumbang pembangunan masjid ini sebesar Rp 5,-

Dalam kemajuan yang terjadi di Bekasi, oleh Bupati Bekasi H Abdul Fatah, pada 1985 kembali dilakukan pembangunan. Bangunannya pada bagian depan masih menggunakan awning berwarna-warni yang saat itu sangat banyak diminati masyarakat dalam setiap melaksanakan pembangunan. Dan saat itu pulalah masjid ini ditetapkan menjadi Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.

Dengan ditetapkan sebagai Masjid Agung, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mulai campur tangan dalam pembangunannya. Pembangunan pada tahun 1985 menghabiskan biaya Rp 225 juta. Pada 1997 Pemerintah Kabupaten Bekasi saat bupatinya dijabat Muh Djamhari kembali melakukan pembangunan dengan tambahan biaya Rp 100 juta.

Pada saat kota Bekasi terbentuk tahun 1997 dan terpisah dari Kabupaten Bekasi di zaman wali kota dijabat H Achmad Zurfaih yang merupakan putra asli Bekasi, perhatian pemerintah daerah semakin besar dalam membangun masjid yang kini menjadi kebanggaan kota Bekasi. Mulai tahun 2004 hingga 2008, pembangunan besar-besaran pun dilakukan.

Persiapan pembangunan masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi ini mulai dilakukan tahun 2003 dengan penataan ulang tata ruang alun alun, jalan dan fasilitas lain yang ada. Masjid dirancang lebih modern, tetapi tetap mencirikan arsitektur timur tengah. Ada keinginan dari wali kota saat itu untuk menghadirkan sebuah masjid agung yang referesentatif dan menjadi ikon kota Bekasi. Masjid yang dapat menampung hingga 10.000 jemaah ini, hanya menampung 2.500 jemaah pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1443 H (2 Mei 2022), karena menerapkan protokol kesehatan. Selain sebagai sarana ibadah, Masjid juga dimanfaatkan sebagai area publik dan menikmati pesona taman kota.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Al-Barkah. Revisi 28769498. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28769498. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Al-Barkah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-01-02T03:02:42Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Al-Barkah · revisi 28769498 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-02T03:02:42Z
  2. Wikidata P625 · Masjid Al-Barkah ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-16T11:22:17Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi