Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah
Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah adalah sebuah masjid bersejarah yang terdapat di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Indonesia.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bengkulu Tengah, Bengkulu, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah
- Lokasi
- Bengkulu Tengah, Bengkulu, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q97307173; ID3085447
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID3085447
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah adalah sebuah masjid bersejarah yang terdapat di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Masjid ini terkenal dengan julukan Masjid Cagar Budaya karena usianya yang sudah berumur ratusan tahun.
Masjid tersebut dibangun pada tahun 1823 Masehi oleh Haji Mansyur, yang merupakan seorang perantau Minang. Masjid yang berada di pesisir Bengkulu ini dianggap sebagai masjid tertua di Provinsi Bengkulu. Dulunya masjid ini digunakan sebagai pusat penyebaran agama Islam dan tempat berkumpulnya masyarakat dalam mengusir penjajah.
Pendirian Masjid
Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah diketahui berdiri sejak tahun 1823 Masehi. Konon lokasi aslinya berada 50 meter dari masjid yang sekarang. Pendirinya bernama Haji Mansyur, seorang perantu Minangkabau asal Sumatera Barat yang menetap di Padang Betuah. Nama Padang Betuah berasal dari bahasa Minangkabau, yakni Padang Batuah yang berarti Pedang Sakti. Lambat laun Padang Batuah berubah menjadi Padang Betuah menurut logat Melayu Bengkulu.
Pembangunan masjid ini berkat swadaya masyarakat serta tanah wakaf dari Haji Hanafiah dan Haji Hakim. Menurut keterangan beberapa masyarakat sekitar awalnya masjid ini di bangun dengan atap rumbia dan dinding bambu (pelupuh). Pada awal pembangunannya, masjid berbentuk sederhana seperti gudang. Atapnya terbuat dari daun rumbia dan hampir seluruh bahan bangunannya menggunakan kayu.
Deskripsi Bangunan
Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah menempati tanah wakaf seluas 395 meter persegi. Luas bangunan masjid ini yakninya 80 meter persegi yang dapat menampung 320 jamaah. Awalnya masjid beratap alang-alang tapi pada tahun 1920 sudah diganti menjadi seng. Secara keseluruhan, masjid tidak mengalami pemugaran yang mengubah bentuk bangunan sejak berdiri.
Tinggi bangunan sekitar 7,75 meter. Sama dengan masjid lainnya, di dalam ruangan terdapat mimbar dan mihrab (ruang khusus imam). Sementara pada bagian serambi terdapat sebuah bedug tua yang tak terawat. Tiang-tiang penyangga masjid yang terbuat dari kayu disusun tidak terputus tetapi saling menyambung. Penggunaan paku tidak dominan karena menggunakan pasak kayu.
Dinding masjid terbuat dari semen tapi bagian dalam dinding itu tidak diisi dengan batu bata, melainkan bambu (bidai). Bambu itu dibelah dan dipecah-pecah, yang dijadikan sebagai pengganti batu bata. Lalu batang bambu tadi setelah disusun baru ditutup dengan semen.
Kondisi saat ini
Saat ini Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah tidak lagi digunakan untuk shalat masyarakat desa karena ukurannya yang kecil sekitar 6 x 6 meter. Masyarakat membuat masjid yang lebih besar. Masjid tua ini hanya digunakan anak-anak untuk belajar mengaji serta menjadi cagar budaya. Kondisi bangunan Masjid Cagar Budaya ini tidak layak lagi dan atap bangunan dan pagar masjid ini sudah termakan usia sehingga masjid yang bersejarah ini terkesan kusam dan tak terawat dan kondisi yang masih banyak rusak. Masjid ini perlu direhab atau diperbaiki baik itu dari Pemda Bengkulu Tengah (Benteng), provinsi Bengkulu ataupun oleh balai benda sejarah.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah. Revisi 29791384. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29791384. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T07:04:13Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah · revisi 29791384 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T07:04:13Z
- Wikidata P625 · Masjid Al-Ikhlas Padang Betuah ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-23T13:32:00Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.