Masjid Al-Imam Koto Baru
Masjid Al-Imam Koto Baru merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Pesisir Selatan. Masjid ini tepatnya beralamat di Kampung Balai Kamis, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Al-Imam Koto Baru dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Lakitan Utara, Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Al-Imam Koto Baru
- Lokasi
- Lakitan Utara, Sumatera Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q81162240; ID3359950
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID3359950
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Al-Imam Koto Baru merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Pesisir Selatan. Masjid ini tepatnya beralamat di Kampung Balai Kamis, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Masjid Al-Imam didirikan pada tahun 1924 bersamaan dengan lahir dan berkembangnya Nagari Kambang.
Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya yang tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya.
Bangunan
Masjid ini dibangun satu lantai dengan luas keseluruhan bangunan 306 meter persegi. Dibangun di atas tanah wakaf seluas 1.200 meter persegi. Masjid ini dibangun empat persegi yang memiliki ciri khas dengan tiang yang sangat banyak, baik di dalam maupun di luar masjid.
Di ruang utama, di sebelah barat masjid terdapat mihrab. Di sisi kiri dan kanan mihrab terdapat dua bangunan dengan ukuran yang sama yang menyerupai selasar. Ruangan di bagian kiri seolah-olah menjadi lorong karena tertutup oleh bangunan tambahan berupa bangunan tempat wudhu.
Terdapat sembilan tiang penyangga dengan delapan tiang berukuran sama dan satu tiang di bagian tengah yang berukuran agak besar. Setiap tiang berbentuk segi delapan di bagian tengah, dan segi empat di bagian bawah dan atas. Setiap tiangnya dilapisi papan kayu yang membentuk menyerupai tiang itu. Di bagian saf depan terdapat 14 tiang berjejer dengan ukuran yang sama. Sebanyak 50 tiang di luar ruangan utama.
Masjid ini memilik lantai yang dilapisi keramik dengan tiga warna dan motif yang berbeda dengan corak khas kolonial Belanda. Di bagian tengah dilapisi keramik dengan warna biru, di bagian belakang bewarna hitam, dan bagian depan berwarna bagian depan berwarna cokelat.
Terdapat tiga buah kubah di Masjid ini dengan satu kubah besar di bagian tengah. Atapnya timpang tindih bertingkat lima.
Falsafah
Setiap elemen pada bangunan memiliki nilai falsafah tersendiri bagi masyarakat Nagari Kambang. Hal ini didasari pada sejarah dan proses pembangunannya. Atap tumpang lima melambangkan lima buah masjid adat di Kenagarian Kambang.
Sembilan tiang utama masjid melambangkan jumlah koto (kampung) yang ada pada waktu itu, sebanyak 14 buah tiang yang berjejer di bagian depan melambangkan 14 penghulu yang berasal dari empat suku, yaitu suku Kampai Tangah, Panai, Tigolareh, dan Melayu, sedangkan 50 buah tiang lainnya melambangkan jumlah gelar ninik mamak di Nagari Kambang pada waktu itu.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat bahwa pembangunan masjid ini mulai dilakukan pada tahun 1924. Pengerjaannya berlangsung sekitar dua tahun atau selesai pada tahun 1926. Sementara perencanaanya sudah dimulai sejak tahun 1921 dan peletakan batu pertamanya pada 1922.
Pembangunan masjid ini digagas oleh Rajo Adat Nagari atau Pimpinan Kepala Nagari Kambang, Oemar Sutan Bagindo Rajo Bukit yang saat itu menjabat sebagai Pimpinan Adat (sama dengan KAN saat ini) di Nagari Kambang.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Al-Imam Koto Baru. Revisi 29791385. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29791385. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Al-Imam Koto Baru sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T07:04:14Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Al-Imam Koto Baru · revisi 29791385 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T07:04:14Z
- Wikidata P625 · Masjid Al-Imam Koto Baru ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-18T03:51:06Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.