Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R8224892217486093
KompleksPidie, Aceh, IndonesiaARS-R8224892217486093

Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin

Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin, dikenal sebagai Masjid Abu Beureueh, memiliki ruang salat berkubah dengan dua menara dan ruang pendukung bertingkat.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
ibadah
Masa tercatat
Belum diringkas untuk keseluruhan objek
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Objek tercatat di Kabupaten Pidie, Aceh. Identitas alternatif Abu Beureueh membantu membedakan masjid ini, sedangkan alamat rinci dan koordinat belum disimpulkan dari bahan yang digunakan.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Bangunan masjid utama, dua menara, dan ruang pendukung yang diuraikan registri.
Nama utama
Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin
Lokasi
Pidie, Aceh, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
CB.6060.19980107.00001
Dasar kondisi
Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
02

Ruang dan fungsi

Ruang salat terhubung dengan mihrab serta ruang pengurus di belakang. Tangga pada sekretariat menuju ruang lantai atas yang pernah digunakan sebagai perpustakaan pribadi Abu Daud Beureueh.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Dua menara berdenah persegi membingkai kompleks masjid, dengan pembagian lima tingkat dalam deskripsi sumber. Empat puluh tiang menopang ruang utama dan bagian atap berkubah. Lantai ruang salat menggunakan marmer berwarna krem. Pada dinding timur, pasangan jendela dipisahkan pilaster; bukaan serupa mengapit pintu-pintu sisi utara dan selatan. Pintu pada bagian barat memberi hubungan menuju ruang di belakang mihrab. Serambi masuk mempunyai tiga lengkungan terbuka tanpa daun pintu. Bagian atas serambi disusun berundak dan diakhiri kubah. Panel kayu berlubang dengan motif boengong koendo menjadi salah satu rincian bukaan. Susunan menara, kubah utama, serta serambi membentuk beberapa massa yang saling terkait.

Dasar informasi:[1]
03

Pihak dan peran

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

1950

Pendirian pertama masjid

Tahun dinyatakan pada uraian registri.

Keterangan tanggal: Tahun dinyatakan dalam sumber; bukan hasil penanggalan independen.
Dasar informasi:[1]
Tanggal observasi fisik tidak dipastikan

Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi

Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Sumber menyebut pendirian pertama pada 1950 atas prakarsa Muhammad Daud Beureueh. Ukuran yang tampak salah satuan tidak digunakan; nama diperbaiki dari gangguan pengodean teks sumber.

Dasar informasi:[1]
Bahan dan sistem
Kayu · Panel kayu berlubang dengan motif boengong koendo menjadi salah satu rincian bukaan.
Dasar informasi:[1]
Bahan dan sistem
Marmer · Lantai ruang salat menggunakan marmer berwarna krem.
Dasar informasi:[1]

Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.

06

Dokumentasi dan sumber

Catatan pembacaan sumber
  • Kondisi dan fungsi mengikuti dokumentasi sumber; tanggal survei serta kondisi mutakhir belum diverifikasi.
  • Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Dasar informasi

  1. Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin ↗
    Kementerian Kebudayaan · DAPOBUD · data resmi diakses pada 2026-10-15

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi