Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R603841017
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID3841017. Asal dan lisensi uraian
BangunanPandeglang, Banten, IndonesiaARS-R603841017

Masjid Carita

Masjid Carita, Masjid Agung Carita, atau dikenal juga sebagai Masjid Jami' Al Khusaeni adalah sebuah masjid kuno dan tertua di wilayah Carita, Pandeglang, Banten. Masjid ini terletak di tepi jalan raya Carita, tidak jauh dari Pantai Carita yang terkenal.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Carita dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Pandeglang, Banten, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Carita sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Carita
Lokasi
Pandeglang, Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q116752305; ID3841017
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID3841017
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Carita, Masjid Agung Carita, atau dikenal juga sebagai Masjid Jami' Al Khusaeni adalah sebuah masjid kuno dan tertua di wilayah Carita, Pandeglang, Banten. Masjid ini terletak di tepi jalan raya Carita, tidak jauh dari Pantai Carita yang terkenal.

Arsitektur

Arsitektur masjid ini khas, merupakan campuran antara gaya lokal tradisional dengan gaya Barat. Gaya lokal tradisional terlihat kentara dari bentuk atap utamanya yang serupa meru bersusun empat, serta bagian interior masjid yang ditopang oleh empat tiang utama (soko guru); sementara gaya barat tecermin pada tiang-tiang besar berbentuk bulat torak, empat buah pada masing-masing sisi serambi ditambah tiga yang sedikit bersegi, yang terletak pada keempat sudut bangunan masjid. Sepintas, masjid ini tampak serupa dengan Masjid Caringin yang terletak hanya beberapa kilometer di sebelah selatannya, dan dibangun pada waktu yang hampir bersamaan.

Masjid ini memiliki bentuk dasar persegi empat, dengan lantai utamanya ditinggikan setinggi 90 cm dari tanah di sekitarnya. Menghadap ke timur, masjid ini memiliki empat ruang besar. Sebuah ruang utama, yang didahului oleh sebuah ruang serambi dalam di sebelah timurnya, dan diapit oleh ruang pangwadonan (pawestren, ruang shalat untuk perempuan) di sebelah selatan, serta ruang panglanangan (ruang laki-laki?) yang lebih kecil di sebelah utaranya.

Di sisi barat ruang utama terdapat sebuah ceruk pengimaman (mihrab), dengan mimbar yang terletak agak sedikit ke tengah. Sementara dinding sisi selatan terhubung dengan ruang pawestren melalui satu pintu dan beberapa jendela berbentuk setengah lingkaran, dan dihias oleh tiga piringan batu bertulisan (inskripsi) dalam bahasa dan huruf Arab. Di sudut tenggara terdapat sebuah tangga yang menuju ke sebuah ruangan di atas ruang utama (loteng).

Atap masjid terdiri dari dua bagian. Atap bagian serambi di sisi timur berbentuk limasan. Sedangkan atap ruangan utama masjid berbentuk kerucut segi empat bertumpang empat susun, dengan puncak atap (mastaka) berhias sebuah memolo dari tembaga. Ketinggian puncak atap ini sekitar 8,5 m dari atas tanah.

Lain-lain

Ruang wudhu dan toilet terdapat di sisi selatan masjid, tepat di sebelah aliran sungai Cicori. Kemungkinan memang dahulunya sungai ini digunakan jamaah untuk mandi dan bersuci, sebelum masuk ke masjid untuk beribadah. Sementara itu di serambi barat terdapat beberapa buah makam tua, termasuk salah satunya adalah makam KH M. Husein, pendiri masjid.

Masjid ini telah pernah dipugar dua kali, yakni pada tahun 2005 dan 2007. Atap masjid pun kini telah menggunakan genteng press, dan lantainya keramik.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Menurut catatan para pengurusnya, masjid ini dibangun sekitar tahun 1889. Ketika terjadi letusan G. Krakatau pada tahun 1883, pembangun masjid ini, yakni KH Muhammad Husein masih menjadi santri Syekh Nawawi al-Bantani, imam Masjidil Haram di Mekkah, Saudi Arabia. Saat itu letusan gunung yang luar biasa itu memporak-porandakan kawasan pesisir Selat Sunda, tidak terkecuali wilayah Carita.

Sekembalinya dari tanah suci, Muhammad Husein berinisiatif membangun masjid di desanya, yang dimulai pada tanggal 27 bulan Haji 1309 H (1889 M). Secara berangsur-angsur dibangun, barulah pada tanggal 30 Jumadil Awal tahun 1315 H (1895 M) Masjid Carita ini dapat diselesaikan sepenuhnya. Karena peran penting Kiai M. Husein dalam pembangunan, dan selanjutnya juga dalam pengelolaan masjid, itulah maka belakangan masjid ini dinamai Masjid Al-Huseini atau Masjid Al Khusaeni.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Carita. Revisi 29712637. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29712637. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Carita sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-05T16:00:14Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Carita · revisi 29712637 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-05T16:00:14Z
  2. Wikidata P625 · Masjid Carita ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2023-05-17T19:49:45Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi