Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602894458
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2894458. Asal dan lisensi uraian
BangunanDaerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaARS-R602894458

Masjid Dukuh Tawangsari

Masjid Dukuh Tawangsari adalah masjid yang berdiri di kota Yogyakarta yang memiliki luas bangunan 100 m dan bagian serambi 10x5 m. Bangunan masjid ini telah mengalami berbagai renovasi dan penambahan, diantaranya pada sisi utara didirikan bangunan tambahan seluas 5 x 15 m, yang dibangun pada tahun 1954. pada sisi lain selatan masjid juga terdapat penambahan bangunan dengan luas yang sama yang di bangun pada 1960. pada bagian depan masjid sendiri bergandengan denga serambi lama, yang dibangun bangunan dengan luas 2x20 m yang dibangun tahun 1999.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Dukuh Tawangsari dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Dukuh Tawangsari sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Dukuh Tawangsari
Lokasi
Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q85992672; ID2894458
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID2894458
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Dukuh Tawangsari adalah masjid yang berdiri di kota Yogyakarta yang memiliki luas bangunan 100 m dan bagian serambi 10x5 m. Bangunan masjid ini telah mengalami berbagai renovasi dan penambahan, diantaranya pada sisi utara didirikan bangunan tambahan seluas 5 x 15 m, yang dibangun pada tahun 1954. pada sisi lain selatan masjid juga terdapat penambahan bangunan dengan luas yang sama yang di bangun pada 1960. pada bagian depan masjid sendiri bergandengan denga serambi lama, yang dibangun bangunan dengan luas 2x20 m yang dibangun tahun 1999. Masjid ini berdiri kokoh di atas lahan yang dimiliki oleh kesultanan.

Tata Arsitektur

Masjid Tawangsari ini memeliki desain arsitektur bergaya Hindu. Pada bagian atas masjid terdapat mustoko berbentuk MERU. di bagian tengah terdapat sebuah godho, pada sisi kiri dan kanan dihias dengan plengkung-plengkung janur. tapi sangat disayangkan karena plengkung janur ini berusia tua sehingga sekarang sudah rapuh. di dalam masjid terdapat empat tiang penyangga bagian atap, yang pada di bagian bawah terdapat umpak batu. Berbeda dengan masjid-masjid lain yang pada bagian tiangnya terdapat beraneka ukiran, tetapi tiang masjid ini di buat polos tanpa ukiran yang masih dijamin keasliannya karena belum pernah mengalami penggantian dari pertama kali didirikan. Sementara untuk bagian lain seperti lantai, atap dan genteng sudah mengalami beberapa kali pergantian.

Masjid ini memiliki satu pintu utama dengan dua jendela yang terletak pada bagian kanan dan kiri pengimaman masjid. Mimbar masjid terletak pada sisi utara masjid. Dalam hal bangunannya, Masjid ini memiliki bangunan yang dari awal cukup tinggi dan tanpa mengalami perombakan dibandingkan masjid - masjid lainnya seperti Masjid mataram Kotagede atau Masjid Kauman.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah Berdiri

Seperti Masjid-masjid lainnya, Masjid Tawangsari juga mempunyai sejarah awal berdiri. Menurut penuturan H. Fadlan ketua Ta'mir Masjid Tawangsari berdiri awal mulanya berawal dari seorang tokoh penyebar agama islam Zaman dahulu yang bernama Pangeran Aryo Puger. Beliau adalah putra Sri Sultan Hamengkubuwono VI. Beliau tinggal di wilayah Suryodiningratan, letaknya kurang lebih 600 meter ke arah timur dari lokasi Masjid sekarang. Tapi sayangnya rumah peninggalan dari Pangeran Aryo Puger ini sudah hilang berganti dengan bangunan baru karena tergerus perkembangan zaman.

Suatu hari pangeran berkata kepada adidalem bahwa jika beliau meninggal, beliau ingin di kuburkan didukuh. Setelah itu, pangeran pugeran mengajak beberapa adidalem untuk membuat kuburan yang hingga sekarang bisa kita lihat sampai sekarang. bahkan yang dimakamkan di sana tidak hanya Aryo Pugar. dalam perkembangannya untuk memperkuat dakwah Islam dan menjadi cambuk peringatan untuk masyarakat sekitar maka di samping makam di dirikan bangunan masjid. Masjid tersebut dinamakan Tawangsari, yang mempunyai arti bahwa orang - orang mengingat hal - hal yang baik atau tawang kebaikan.

Masjid Keramat yang Bersejarah

Indonesia tidak pernah bisa lepas dari sejarah. apalagi yang berkaitan dengan penjajahan. Rata-rata di setiap daerah Indonesia sendiri punya cerita berbeda mengenai hal tersebut. Tak terkecuali Masjid Tawangsari ini sendiri. Karena posisinya yang strategis, Masjid ini pernah menjadi pos para pejuang dibawah komando Komarudin pada saat serangan 1 maret 1949 waktu terjadi pemberontakan PKI tahun 1960. Seperti Masjid pada keraton lain, masjid ini dulunya dikelola oleh abdi dalem yang karena perkembangan waktu masjid ini sekarang dielola oleh seorang muadzin saja. Menilik dari sejarahnya dan awal didirikan masjid ini ada hubungannya dengan keraton maka masjid ini begitu di hormati keberadaanya oleh masyarakat setempat. Ada beberapa masyarakat sekitar yang percaya kalau cungkup makam Pangeran Puger tidak bisa dinuka kalau orang tidak memberi hormat terlebih dahulu, selain itu ada aturan yang telah dibuat dari dulu yaitu dilarang dibunyikan gong diarea Masjid Tawangsari. Hal ini berkaitan dengan berita bahwa gong lanang (gong yang di gantung) yang digunakan untuk acara gamelan sekitar masjid, selalu tidak bisa digunakan. Hal ini konon kabarnya salah satu hal yang diarang oleh pangeran puger. hal ini menurut H. Fadlan, ketua takmir masjid memberikan arti agar seorang senantiasa menjaga kesucian dan keagungan masjid.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Dukuh Tawangsari. Revisi 28712603. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28712603. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Dukuh Tawangsari sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2025-12-18T02:07:21Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Dukuh Tawangsari · revisi 28712603 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-12-18T02:07:21Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi