Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R601442850
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID1442850. Asal dan lisensi uraian
BangunanBantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaARS-R601442850

Masjid Gedhe Mataram

Masjid Gedhe Mataram (Masjid Gedhé Mataram) adalah masjid di Yogyakarta, Indonesia. Masjid ini terletak di selatan kawasan Pasar Kotagede sekarang, tepatnya di Jagalan, Banguntapan, Bantul.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Gedhe Mataram dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Gedhe Mataram sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Gedhe Mataram
Lokasi
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q16177853; ID1442850
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID1442850
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Gedhe Mataram (Masjid Gedhé Mataram) adalah masjid di Yogyakarta, Indonesia. Masjid ini terletak di selatan kawasan Pasar Kotagede sekarang, tepatnya di Jagalan, Banguntapan, Bantul.

Bangunan

Gapura depan masjid berbeda dengan masjid pada umumnya. Karena gapura tersebut menyerupai tempat peribadatan umat Hindu atau Buddha. Bentuk gapura tersebut ada yang menyebutnya sebagai rana/kelir, di mana jika ada orang yang hendak memasuki halaman masjid harus belok ke kanan. Halaman masjid masih cukup luas. Di teras depan masjid terdapat kolam ikan kecil. Jika sudah masuk ruang utama masjid, akan terasa betul bagaimana kunonya dan nilai sejarah masjid ini. Bangunan menyerupai joglo dan tiang penyangga dari kayu jati adalah salah satunya. Kemudian mimbar imam juga terkesan klasik. Terdapat pula sebuah kotak amal yang berbentuk lucu seperti maket atau replika masjid. Di sebelah kiri bangunan masjid, terdapat jalan masuk menuju ke makam. Pintu jalan masuk juga berupa rana/kelir. Dengan tembok-tembok yang juga mempunyai desain arsitektur zaman dulu. Masjid Kotagede ini dibangun pada zaman Kerajaan Mataram pada tahun 1586 oleh Panembahan Senapati bersama-sama dengan masyarakat setempat yang umumnya Hindu dan Buddha. Memasuki halaman masjid ada sebuah pohoh beringin tua yang usianya mencapai ratusan tahun. Di sekitar pohon beringin terdapat parit yang mengelilingi masjid. Pada masa lalu, parit yang digunakan sebagai tempat wudhu, tetapi sekarang digunakan sebagai tambak.

Sementara di halaman masjid akan dijumpai perbedaan pada tembok di sekelling bangunan masjid. Tembok bagian kiri terdiri batu bata yang ukurannya lebih besar dengan warna merah tua, serta terdapat batu seperti marmer yang di permukaannya ditulis aksara Jawa. Sementara tembok yang lain mempuyai batu bata berwarna agak muda, ukuran lebih kecil, dan polos. Tembok yang di kiri masjid yang dibangun Sultan Agung, tembok lain hasil renovasi Paku Buwono X. Tembok yang dibangun pada masa Sultan Agung berperekat air aren yang dapat membatu sehingga lebih kuat.

Masjid Gedhe Mataram Kotagede memiliki nilai simbolik yang mencerminkan akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Hindu-Buddha. Hal ini terlihat pada ornamen arsitekturnya, seperti mustaka berbentuk gada yang dihiasi daun kluwih, melambangkan keesaan Allah SWT. Atap tumpang yang menyerupai joglo mencerminkan tingkatan spiritual dalam Islam, sementara gapura paduraksa menunjukkan pengaruh Hindu-Buddha dan menjadi simbol transisi menuju area ibadah yang suci.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial. Sejak dahulu, masjid ini menjadi pusat pembelajaran agama, baik melalui pesantren maupun pengajian rutin. Keberadaan bangunan yang tetap terjaga keasliannya menunjukkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah Islam di Yogyakarta. Kegiatan sosial, seperti gotong-royong dan perayaan hari besar Islam, semakin memperkuat peran masjid dalam kehidupan masyarakat.

Toleransi dan keberagaman telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar Masjid Gedhe Mataram Kotagede. Sejak awal pembangunannya, masjid ini melibatkan komunitas Hindu dan Buddha, mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dijaga hingga saat ini. Hubungan antarumat beragama di Kotagede tetap harmonis, ditandai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang kepercayaan. Hal ini menjadikan Masjid Gedhe Mataram Kotagede sebagai simbol persatuan dan keberagaman yang lestari.

Seiring berjalannya waktu, masjid ini mengalami beberapa renovasi untuk mempertahankan struktur dan keasliannya. Bagian-bagian seperti serambi dan mustaka diperkuat agar tetap kokoh tanpa menghilangkan ciri khas arsitekturnya. Upaya pelestarian ini didukung oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga warisan budaya dan sejarah Islam di Indonesia.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Masjid ini mempunyai prasasti yang menyebutkan bahwa masjid dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun pada masa Sultan Agung hanya berupa bangunan inti masjid yang berukuran kecil sehingga saat itu disebut langgar. Tahap kedua masjid dibangun Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X. Perbedaan bagian masjid yang dibangun oleh sultan Agung dan Paku Buwono X ada pada tiangnya. Bagian yang dibangun Sultan Agung tiangnya berbahan kayu sedangkan yang dibangun Paku Buwono tiangnya berbahan besi. Masjid ini sampai sekarang masih terlihat hidup. Warga masih menggunakannya sebagai tempat melaksanakan kegiatan keagamaan. Bangunan masjid ini merupakan bentuk toleransi Sultan Agung pada waktu warga yang ikut membangun masjid yang memeluk agama Hindu dan Buddha. Ciri khas Hindu dan Buddha masih tampak jelas memengaruhi banguan masjid ini seperti gapura yang berbentuk paduraksa. Bangunan inti masjid merupakan bangunan Jawa berbentuk limasan, cirinya dapat dilihat pada atap yang berbentuk limas dan ruangan yang terbagi dua, yaitu inti dan serambi. Keistimewaan lain yang dipunyai masjid ini adalah pada bagian luar, yang terdapat sebuah bedug lama. Bedug dulunya hadiah dari Nyai Pringgit yang sampai sekarang masih terdengar sebagai penanda waktu salat. Mimbar di dalam dari bahan kayu yang diukir indah dapat dijumpai di bagian dalam masjid. Mimbar ini adalah hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung, tetapi mimbar asli tidak dipakai lagi.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Gedhe Mataram. Revisi 29137719. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29137719. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Gedhe Mataram sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-17T17:49:21Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Gedhe Mataram · revisi 29137719 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-17T17:49:21Z
  2. Wikidata P625 · Masjid Gedhe Mataram ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-26T17:31:00Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi