Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600494564
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID494564. Asal dan lisensi uraian
BangunanBanjarmasin, Kalimantan Selatan, IndonesiaARS-R600494564

Masjid Jami Banjarmasin

Masjid Jami Banjarmasin (aksara Jawi: مسجد جامع بنجرماسين) atau yang lebih dikenal dengan Masjid Jami Sungai Jingah (aksara Jawi: مسجد جامع ﺳﻮ ڠاﻱ‬ جيڠاه) adalah sebuah masjid bersejarah yang berada di Jalan Masjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Jami Banjarmasin dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Jami Banjarmasin sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Jami Banjarmasin
Lokasi
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q6684680; ID494564
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID494564
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Jami Banjarmasin (aksara Jawi: مسجد جامع بنجرماسين) atau yang lebih dikenal dengan Masjid Jami Sungai Jingah (aksara Jawi: مسجد جامع ﺳﻮ ڠاﻱ‬ جيڠاه) adalah sebuah masjid bersejarah yang berada di Jalan Masjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Masjid ini berdekatan dengan Kompleks Makam Pangeran Antasari, di mana kompleks makam ini berada di daerah timur masjid, tepatnya di Jalan Malkon Temon. Selain itu, masjid ini juga berdekatan dengan makam salah satu ulama karismatik, yaitu K.H. Ahmad Zuhdiannor atau sering disapa Guru Zuhdi yang semasa hidupnya mengisi kegiatan keagaamaan di masjid ini, di mana makamnya berada di daerah barat masjid atau dikenal dengan daerah "Jalan Belakang Masjid Jami". Hal ini membuat halaman masjid sering dipenuhi oleh peziarah yang sering memarkir di sana.

Pemindahan masjid

Karena masjid tersebut berada di tepi sungai, maka daerah tersebut rawan terjadi longsor. Terlebih lagi, masjid yang ada saat itu tidak bisa menampung jamaah yang semakin banyak. Maka pada tahun 1932 Masehi, masjid ini dipindah ke lokasi yang sekarang, yaitu berjarak kurang lebih 200 meter dari Sungai Martapura.

Pemindahan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Bahkan, pemerintah Belanda pada saat itu tertarik untuk mendonasikan pendapatan hasil pajaknya untuk mendirikan masjid tersebut. Hal ini karena hasil pemungutan pajak dari masyarakat Banjarmasin pada saat itu sangat melimpah ruah. Namun, inisiasi Belanda tersebut ditolak mentah mentah-mentah oleh masyarakat Banjarmasin, karena masyarakat setempat sangat tidak menyukai pemerintahan kolonial Belanda kala itu. Terlebih lagi, masyarakat Banjarmasin yang memeluk agama Islam sangat mengharamkan niat pemberian dari kolonial Belanda tersebut, apalagi sampai membangunnya. Oleh karena itu, masyarakat Banjar bergotong royong membangun Masjid Jami Banjarmasin dengan cara menyumbangkan sebagian harta (seperti perhiasan emas, hasil pertanian, dan tanah), waktu, dan tenaga, termasuk menggunakan tanah/ pasir yang diambil dari Pulau Kembang untuk menimbun dan meninggikan pondasi masjid. Bahkan, pembangunan masjid ini juga melibatkan Ir. Pangeran Muhammad Noor sebagai perancang konstruksi.Hingga pada tahun 1934 Masehi, masjid ini selesai dibangun sesuai dengan nama tahun yang terpampang di masjid.

Arsitektur

Masjid yang mengambil gaya arsitektur Timur Tengah, Banjar dan kolonial (indies) ini memiliki tiang utama penyangga (tiang guru) sebanyak 17 buah, yang melambangkan 17 rakaat dalam shalat fardhu sehari semalam. Selain itu, masjid ini juga memiliki 41 buah pintu masuk supaya memudahkan jamaah memasuki ruang induk yang berkapasitas 5.000 orang. Masjid ini juga memiliki atap sirap bertumpang lima dengan kubah di puncaknya. Di antara atap-atap tumpang tersebut, terdapat dinding pembatas dengan jendela yang mengelilinginya.

Masjid ini memiliki mihrab yang terletak di bagian barat ruang utama masjid dan dilengkapi 4 buah pintu dan 10 buah jendela. Mihrab tersebut dilengkapi dengan mimbar kayu ulin berbentuk panggung dengan 7 anak tangga undakan berukuran 3,5 x 1,3 m yang dicat dengan warna dasar hitam, di mana mimbar ini merupakan mimbar bersejarah yang menjadi saksi pembangunan masjid ini.

Fasilitas

Di masjid ini terdapat Taman Kanak-Kanak, kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) "Al-Jami" (berdiri pada tahun 1989), Pondok Pesantren Hunafa (berdiri pada tahun 1985) dan sederet fasilitas lain seperti tempat wudhu, pemandian jenazah, dan lain-lain. Bahkan, masjid ini memiliki tanah pemakaman di Gambut, Kabupaten Banjar, yang memiliki 375 lubang pemakaman. Masjid ini juga memiliki Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang dikelola oleh Angkatan Muda Masjid Jami.

Aktivitas

Masjid ini pernah dibina oleh K.H. Muhammad Hanafie Gobit, di mana semasa hidupnya, dia mengisi pelaksanaan ibadah rutin dan pengajian setiap Jumat malam dan Senin malam. Tradisi ini terus-menerus dilanjutkan oleh beberapa ulama, termasuk K.H. Husin Naparin (Ketua MUI Kalsel yang merupakan menantu dari K.H. Muhammad Hanafie Gobit). Selain itu, Guru Zuhdi semasa hidupnya pernah mengisi pengajian setiap Sabtu malam,di mana pengajiannya dihadiri oleh ribuan orang, termasuk habaib dan ulama dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, masjid ini juga mengadakan pengajian Selasa malam, pengajian Kamis siang, malam peribadatan setiap malam Jumat, pengajian subuh Jumat, dan pengajian khusus ibu-ibu pagi Jumat.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembangunan awal

Masjid yang ada sekarang ini sebenarnya dibangun pada tahun 1352 Hijriah/1934 Masehi. Namun menurut sejarah, masjid ini merupakan pemindahan dari masjid sebelumnya yang berada di tepi sungai Martapura dan dibangun pada hari Sabtu tanggal 17 Syawal 1195 atau kira-kira bertepatan dengan tahun 1777 - 1780 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan Pangeran Tamjidillah. Hal ini dibuktikan dengan sebuah prasasti disamping mimbar masjid yang ditulis dalam huruf Arab Melayu. Kini, lokasi mesjid tersebut menjadi sebuah musala yang bernama "Langgar Sinar Masjid."

Renovasi

Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi besar. Akibatnya menara pagoda, jidar matahari (bencet dalam bahasa Jawa) yang ada di halaman selatan masjid, tangga melingkar pada tiang utama yang ada ditengah-tengah ruang utama untuk naik ke tempat azan, dan pagar serambi dihancurkan. Selain itu dilakukan juga pelapisan lantai, dinding, dan tiang dengan keramik. Meskipun begitu, bentuk dasar dan arsitektur aslinya tidak berubah, sehingga nilai-nilai historisnya masih tetap terjaga.

Renovasi besar pertama dilakukan pada masa Gubernur Drs H. Gusti Hasan Aman (periode 1995 - 2000), di mana dinding masjid mulai dilapisi dengan lapisan kayui jati. Renovasi kedua dilakukan pada masa Gubernur Sjahriel Darham (periode 2000 - 2005), di mana lantai dan penopang dinding dicor dan dipasang keramik.

Pada masa Gubernur H. Rudy Ariffin, selain perbaikan inetrior masjid, menara masjid mulai dibangun. Selain itu, beberapa lembaga pendidikan yang dikelola oleh yayasan masjid, seperti TK Islam Bhakti 1, Taman Pendidikan Al-Qur'an, dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Jami pindah ke area belakang masjid. Selain itu pula, halaman masjid diperluas dengan membongkar gedung sekretariat masjid, sehingga halaman masjid dapat menampung hingga kira-kira 15 ribu jamaah saat pelaksanaan salat Id dan pengajian Guru Zuhdi kala itu.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Jami Banjarmasin. Revisi 30018717. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30018717. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Jami Banjarmasin sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-02T10:45:12Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Jami Banjarmasin · revisi 30018717 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-02T10:45:12Z
  2. Wikidata P625 · Masjid Jami Banjarmasin ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-26T17:24:38Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi