Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar
Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar merupakan masjid yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski demikian, Masjid Muhammad Cheng Ho terdapat pula di wilayah Jawa, Kalimantan, dan Palembang.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sulawesi Selatan, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar
- Lokasi
- Sulawesi Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q141648032; ID4804649
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4804649
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, ornamen atau relief, atap atau kubah. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar merupakan masjid yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski demikian, Masjid Muhammad Cheng Ho terdapat pula di wilayah Jawa, Kalimantan, dan Palembang. Masjid ini memiliki ciri khas arsitektur tersendiri yang digabungkan dari khas budaya Tionghoa dan budaya dari daerah setempat.
Masjid ini menjadi tempat ibadah umat yang beragama Islam, di Sulawesi Selatan itu sendiri, Masjid Cheng Ho memiliki dua lokasi, lokasi pertama masjid ini terletak di Kota Makassar yang berada di dekat jalan Tanjung Bunga Makassar dan lokasi kedua Masjid Cheng Ho terletak di Kabupaten Gowa.
Masjid ini menggunakan ragam hias dan memiliki beberapa ornamen mengandung makna dan simbol-simbol yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam. Fungsi dari ornamen-ornamen masjid itu sendiri bertujuan untuk memperindah bangunan masjid ini. Salah satu hal hal yang merupakan ciri khas dari Masjid Cheng Ho itu sendiri adalah atapnya yang berbentuk Pagoda.
Arsitektur masjid
Pagoda menunjukkan ciri khas dari budaya Tionghoa. Pada bagian tengah atap terdapat ornamen pat kwa, yang berbentuk segi delapan. Dalam tradisi Tionghoa, pat kwa merupakan simbol yang berkaitan dengan delapan unsur, yaitu langit, angin, air, gunung, bumi, guntur, api, dan tanah rendah. Ornamen tersebut terdiri atas tiga tingkatan dengan ukuran yang semakin mengecil pada bagian atas.
Dalam penjelasan mengenai arsitektur Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar, bentuk atap bertingkat dan ornamen pat kwa juga dikaitkan dengan konsep tingkat pencerahan manusia dan tingkat keimanan dalam Islam. Namun, penjelasan tersebut merupakan interpretasi simbolis terhadap unsur arsitektur dan perlu dibedakan dari deskripsi bentuk bangunannya. Beragam warna (merah, kuning dan putih) dari Masjid Muhammad Cheng Ho itu sendiri juga memiliki makna tersendiri. Warna merah yang terdapat pada bangunan masjid ini menyimbolkan kebahagiaan, kegimbaraan dan harapan. Warna kuning menyimbolkan kekuatan dan kekuasaan, serta warna putih menyimbolkan kesucian.
Kubah kecil
Selain atap utama, Masjid Muhammad Cheng Ho di Makassar memiliki empat atap kecil yang mengelilingi bagian utama atap masjid. Masing-masing atap dilengkapi dengan besi penangkal petir. Atap tersebut menggunakan genteng berwarna hitam dengan bagian tepi berwarna merah dan plafon berwarna putih. Keempat atap kecil memiliki ukuran yang sama dan bentuk yang berbeda dari kubah masjid pada umumnya yang berbentuk setengah lingkaran. Dalam penjelasan mengenai arsitektur masjid, jumlah empat atap tersebut dikaitkan dengan konsep Sulapa Appa' dalam kebudayaan Bugis, yang merujuk pada empat unsur alam, yaitu api, air, angin, dan tanah. Sebagaimana prinsip dalam masjid ini yang menggabungkan berbagai budaya.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Gagasan pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho di Sulawesi Selatan muncul dari interaksi Wahyuddin, dosen mata kuliah Sejarah dan Peradaban Islam di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, dengan komunitas Muslim Tionghoa sejak 2005. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi rencana pembangunan masjid setelah sejumlah anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) mengusulkannya. Lokasi masjid diperoleh dari tanah milik Haji Suhardi, Ketua PITI Gowa, yang sebagian lahannya dihibahkan untuk pembangunan masjid. Pembangunannya juga mendapat sumbangan dari masyarakat di luar PITI.
Masjid Cheng Ho di Kota Makassar berdiri sejak Tahun 2013. Nama dari Masjid ini diambil dari sosok laksamana Cheng Ho, seorang muslim dari Dinasti Ming yang dikenal sebagai pelaut dan penyebar agama Islam melalui jalur perdagangan pada abad ke-15. Nama Cheng Ho menjadi simbol muslim Tionghoa yang taat sehingga menjadi teladan masyarakat Tionghoa hingga kini.
Masjid Muhammad Cheng Ho merupakan salah satu dari dua masjid yang menggunakan nama Cheng Hoo di Sulawesi Selatan. Masjid lainnya berada di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar. Penggunaan nama Cheng Ho merujuk pada Laksamana Cheng Ho sebagai tokoh Muslim Tionghoa yang melakukan pelayaran ke sejumlah wilayah Nusantara. Cheng Ho tidak tercatat pernah singgah di Sulawesi Selatan. Penamaan masjid tersebut dimaksudkan untuk mengenang tokoh tersebut dan kaitannya dengan sejarah Islam di Nusantara. Di Indonesia, Masjid Cheng Ho pertama kali didirikan di Surabaya, di sanalah awal mula PITI membangun masjid pertama bernuansa Tionghoa.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar. Revisi 30035828. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30035828. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-06T00:29:13Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Muhammad Cheng Ho Makassar · revisi 30035828 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-06T00:29:13Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.