Masjid Nurut Taqwa Pegandon
Masjid Nurut Taqwa adalah masjid yang berdiri tepatnya di desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Letaknya 7 km sebelah barat daya kota Kendal. Walaupun berada di pelosok desa, kemegahan masjid ini tidak kalah jika dibandingkan dengan masjid-masjid di kota, khususnya di kabupaten Kendal.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Nurut Taqwa Pegandon dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Pegandon, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Nurut Taqwa Pegandon
- Lokasi
- Pegandon, Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q20823370; ID1802424
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID1802424
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Nurut Taqwa adalah masjid yang berdiri tepatnya di desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Letaknya 7 km sebelah barat daya kota Kendal. Walaupun berada di pelosok desa, kemegahan masjid ini tidak kalah jika dibandingkan dengan masjid-masjid di kota, khususnya di kabupaten Kendal. Dan merupakan salah satu masjid tertua yang berada di wilayah kabupaten Kendal. Terdiri dari dua lantai, empat menara dan satu kubah. Berdiri tepat di sebelah timur sungai Bodri yang merupakan perbatasan antara dua kecamatan, yaitu kecamatan Pegandon dan kecamatan Gemuh.
Selayang-pandang
Masjid Nurut Taqwa Penanggulan adalah masjid yang telah berusia cukup tua. Masjid ini, tak lepas dari salah satu tokoh dari Kesultanan Mataram, Tumenggung Bahurekso. Tokoh ini pernah menyerbu Batavia, walau akhirnya gagal. Tumenggung Bahurekso kemudian mundur ke Mataram; tapi, sebelum itu, dia sempat tinggal lama di Pegandon ini dan berdakwah di sana. Di situ, ada beberapa pengikutnya yang turut pula menyebarkan agama Islam, yaitu Kiai Jumerto yang pergi berdakwah ke kampung Jumerto, Kiai Srogo ke Srogo, Kiai Puguh di Puguh, dan Kiai Ploso ke Ploso. Daerah-daerah ini berdekatan dengan Pegandon. Tumenggung Bahurekso ini dikenal pula sebutannya dengan nama Mbah Sulaiman Singonegoro, yang punya trah/keturunan Batara Katong, yang punya garis keturunan ke Raja Brawijaya yang bermakam di Kaliwungu. Sebuah sumber menyebut bahwa dia memang diutus untuk berdakwah ke Pegandon, dari Kesultanan Demak. Masjid ini berumur lebih tua dari Masjid Kramat Pekuncen yang dibangun Sunan Benowo, yang juga murid dari Tumenggung Bahurekso. Sejak berdiri, masjid ini tidak dinamakan kecuali "Masjid Jami' Penanggulan" saja. Nama Nurut Taqwa itu baru, menurut penuturan takmir Masjid ini, Muhammad Abdul Ghofur Yasak. Masjid ini pada masa Mbah Guru Sulaiman menjadi pusat penyebaran Islam di daerah Pegandon tersbeut.
Masjid ini aslinya tidak seperti sekarang yang berukuran besar. Semua bagian masjid ini dari kayu jati, mulai dari tiang hingga atap. Pemugaran besar dimulai dari tahun 1954. Adapun kini, yang tinggal hanyalah bedug saja di situ. Arit dan gentong sudah tidak ada; adapun gentong, sudah dipindahkan ke Masjid Pekuncen. Ada benda lain yang ditemui di sini, yaitu Qur'an tulis tangan, kubah dari tanah liat, dan kayu-kayu bekas masjid yang asli. Benda-benda ini rencananya akan dibuatkan museum. Pembangunan dilanjutkan pada tahun 2006, yang mana, dana pemugaran sudah mencapai 3,4 miliar. Semua dananya berasal dari Banten hingga Banyuwangi.
Konon di belakang Masjid ini dibangun sebuah penjara/bui. Namun, bui itu tak pernah ditemukan lagi karena terjangan banjir.
Arsitektur
Tidak berbeda dengan masjid-masjid lain seperti zaman ini, masjid Nurut Taqwwa ini dari mulai tiang hingga kubah terlihat kekinian. Tiang dalam terdiri dari 8 buah, dan tiang luarnya ada 6, seperti rukun iman. Pintunya ada 9, seperti jumlah Wali Songo, dan kubah atas berjendela 25 seperti jumlah Nabi dan Rasul.
Aktivitas
Masjid ini digunakan untuk salat berjemaah 5 waktu. Menjadi ramai manakala Salat Magrib. Pada saat Ramadhan, masjid ini turut mengaji kitab kuning dan sering diramaikan di bulan Puasa dengan kegiatan keagamaan.
Untuk mengenang jasa-jasa Tumenggung Bahurekso dalam penyebaran Islam di daerah ini, tiap-tiap 27 Syawal, diadakan haulan yang dihadiri banyak orang masyarakat sekitar masjid.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Nurut Taqwa Pegandon. Revisi 28591083. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28591083. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Nurut Taqwa Pegandon sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-11-21T16:50:02Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Nurut Taqwa Pegandon · revisi 28591083 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-11-21T16:50:02Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.