Masjid Pathok Nagara Mlangi
Masjid Pathok Nagara Mlangi adalah Masjid Pathok Nagara sisi barat yang terletak di Pedukuhan Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Masjid ini berstatus sebagai aset milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Kagungan Dalem).
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Pathok Nagara Mlangi dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Nogotirto, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Pathok Nagara Mlangi
- Lokasi
- Nogotirto, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q134286824; ID4441493
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4441493
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Pathok Nagara Mlangi adalah Masjid Pathok Nagara sisi barat yang terletak di Pedukuhan Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Masjid ini berstatus sebagai aset milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Kagungan Dalem). Masjid ini dibangun pada 1723 atas prakarsa dari Kiai Nur Iman Mlangi, menjadikannya sebagai masjid Pathok Nagara pertama yang dibangun.
Perombakan bangunan 1985
Pada tahun 1985, dilakukan perombakan total masjid ini, yang diprakarsai oleh masyarakat Mlangi. Karena masyarakat Mlangi semakin berkembang, ditambah banyaknya santri yang belajar di pondok pesantren di dekatnya, bangunan yang tadinya menggunakan gaya arsitektur tradisional Jawa, kemudian sempat diubah menjadi bangunan modern dengan dua lantai, sehingga menghilangkan keaslian bangunan ini. Padahal, konsep awal renovasi masjid ini mulanya hanya sebatas memperluas bangunan masjid. Bahkan renovasi ini juga menambahkan menara masjid di sebelah utara masjid. Kolam yang mengelilingi masjid juga dihilangkan.
Dikembalikan ke bentuk semula 2012
Pada tahun 2012, Hamengkubuwana X memerintahkan untuk merevitalisasi bangunan Masjid Jami' Mlangi kembali ke wujud semula. Keraton menilai karakter asli Masjid Pathok Nagara telah menghilang setelah proses renovasi 1985. Hal ini yang menyebabkan Sultan sebelumnya Hamengkubuwana IX meminta untuk mengembalikan lagi wujud asli masjid tersebut. Proses revitalisasi Masjid Pathok Nagara dilakukan dalam tiga tahap, yaitu ruang utama, kemudian serambi, dan terakhir bagian luar. Pada Juni 2012, atap masjid diturunkan dan penyangga betonnya dihancurkan. Dinding yang mengitari ruang utama masjid tetap dipertahankan. Semua pintu dan jendela diganti menjadi kayu, soko guru yang berjumlah empat kembali dibangun untuk menopang atap. Ruang utama masjid ini dirampungkan 20 November 2012, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan ulang serambi masjid. Serambi masjid hasil pembangunan ulang 1985 dibongkar seluruhnya dan diubah menjadi serambi terbuka seperti masjid tradisional Jawa lainnya. Kolam yang tadinya dibongkar kemudian dikembalikan, dan berfungsi sebagai tempat ternak ikan dan juga tempat untuk bersuci. Namanya pun akhirnya dikembalikan seperti semula.
Deskripsi bangunan
Pintu gerbang utama Masjid Pathok Nagara Mlangi memiliki bentuk seperti candi dan berlokasi di sisi timur. Saat memasuki gerbang, terdapat tangga menurun sedalam 1 meter. Bangunan masjid dikelilingi pagar tembok, yang juga membatasi area masjid dengan area pemakaman. Pemakaman di area masjid ini sering dijadikan sebagai tujuan wisata religi ziarah kubur. Umumnya, masyarakat yang menziarahi pemakaman ini akan mengunjungi kubur dari Kiai Nur Iman, pendiri Mlangi.
Masjid ini didirikan di atas lahan seluas 286 m2. Pada tahun 1985, pembangunan masjid masjid ini menyebabkan luas area masjid bertambah menjadi 400 m2. Lahan masjid, yang berstatus Sultan Ground, memiliki total luas 1000 m2, sudah termasuk area pemakaman. Luas bangunan utama masjid ini adalah 20x20, serambi masjid 12x20, dan halaman masjid seluas 500 m2. Tempat wudu (padasan) dipisah menjadi dua lokasi berbeda: satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan.
Sejumlah kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dimakamkan di area makam Masjid Mlangi. Nur Iman dimakamkan di sebelah barat masjid, dan dicungkup. Di utara masjid, dimakamkan Patih Danureja II atau Pangeran Seda Kedaton, sedangkan di timur masjid dimakamkan keluarga Pangeran Prabuningrat. Mustaka masjid ini juga memberi ciri-ciri Mataram Klasik, dan mirip dengan Masjid Agung Demak. Mustaka masjid ini dihias dengan ornamen 17 kuntum bunga melati, dengan bentuk gada di pucuknya. Selain itu, mimbar masjid ini masih asli, sedangkan beduk dan kentungannya sudah berupa replika.
Kehidupan sekitar masjid
Oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Mlangi telah ditetapkan sebagai kampung santri. Ada 16 pondok pesantren yang didirikan di sekitar area masjid. Kata mlangi berasal dari kata mulangi, kata dalam bahasa Jawa yang artinya "mengajar". Masyarakat Mlangi, yang juga mencakup keturunan Kiai Nur Iman, memiliki jalan hidup yang serupa dengan Kiai Nur Iman, misalnya hidup bebas di luar sistem pemerintahan, seperti berwirausaha, seperti usaha konveksi pakaian. Masyarakat Mlangi awalnya memandang bahwa pendidikan formal tidaklah begitu penting, tetapi ilmu agama adalah jauh lebih penting. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak masyarakat Mlangi yang bersedia menerima pendidikan formal, sehingga mereka dapat bersekolah dan bahkan berkuliah di perguruan tinggi. Mereka pun akhirnya bersedia untuk bekerja di sektor formal, meski lebih sedikit. Salah satu pesantren yang cukup menonjol, Pondok Pesantren Assalafiyah, juga menyediakan pendidikan formal.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Kiai Nur Iman Mlangi, lahir dengan nama Raden Mas Sandeyo, adalah anak dari Susuhunan Mataram Amangkurat IV yang memilih jalan hidupnya menuntut ilmu agama Islam dan menanggalkan kebangsawanannya. Ia keluar dari Keraton Mataram dan mengembara hingga akhirnya menetap di sebuah desa yang kelak diberi nama Mlangi. Pada tahun 1723, ia mulai mengajar Islam di tempat tersebut. Dibangunlah sejumlah fasilitas keagamaan di tempat tersebut, mulai dari masjid hingga pesantren.
Ketika Hamengkubuwana I bertakhta sebagai Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat, situasi kehidupan masyarakat saat itu masih kacau. Orang-orang kepercayaan Sultan mengatakan bahwa Sultan belum mendapat restu dari Nur Iman yang merupakan kakaknya itu. Ia pun menugasi utusannya untuk mencari Nur Iman. Begitu para utusan itu menemuinya, Nur Iman berusaha dibujuk untuk datang menghadap Sultan, tetapi gagal. Sultan akhirnya datang menemuinya dan meminta restu untuk menduduki takhta sebagai Sultan. Sebagai wujud balas budi, Nur Iman resmi diangkat sebagai pemimpin Mlangi untuk batas barat Kuthanagara dan Mlangi pun dijadikan tanah perdikan pada 1758.
Nur Iman merancang dan mengembangkan Masjid Pathok Nagara Mlangi tidak hanya sebagai tempat untuk beribadah semata, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, dengan penguatan budaya dan adat istiadat masyarakat Jawa. Selain itu, Nur Iman juga menjadikan masjid ini sebagai pengadilan serambi, sebuah pengadilan yang berlandaskan syariat dan ditujukan untuk memutus perkara berlandaskan syariat.
Pada tahun 1955, kepengurusan masjid ini diserahkan oleh Hamengkubuwana IX kepada warga pedukuhan Mlangi. Nama masjid pun berubah, dari Kagungan Dalem Masjid Pathok Nagara Mlangi menjadi Masjid Jami' Mlangi, dan juga mendapat nama baru An-Nur.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Pathok Nagara Mlangi. Revisi 29098965. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29098965. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Pathok Nagara Mlangi sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-03T12:26:57Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Pathok Nagara Mlangi · revisi 29098965 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-03T12:26:57Z
- Wikidata P625 · Masjid Pathok Nagara Mlangi ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-08-09T04:07:44Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.