Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman di pusat Banda Aceh memiliki inti bangunan pengganti yang dibangun setelah masjid pendahulunya terbakar pada 1873. Kementerian Pariwisata mencatat peletakan batu pertama pada 9 Oktober 1879 dan penyelesaian pada 27 Desember 1881. Perluasan kemudian membuat bentuknya berbeda dari bangunan awal berkubah satu.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- masjid
- Masa tercatat
- Inti pengganti dibangun 1879–1881; perluasan abad ke-20
- Kondisi dan status
- Penggunaan dan penataan didokumentasikan pemerintah
Identitas dan tapak
Masjid berada di pusat kota dan terkait erat dengan sejarah kehidupan keagamaan Aceh. Halaman serta infrastruktur diperbarui dalam pekerjaan 2015–2017. Payung halaman, taman, dan parkir merupakan bagian penataan lingkungan; keberadaannya tidak dipakai untuk menanggalkan atau menambah umur seluruh ruang salat.
- Nama utama
- Masjid Raya Baiturrahman
- Lokasi
- Banda Aceh, Aceh, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Mesjid Raya Baiturrahman; Baiturrahman Grand Mosque
- Dasar kondisi
- Sumber pariwisata serta laporan infrastruktur menerangkan fungsi dan pekerjaan. Label Baik pada katalog maket adalah kondisi objek museum, sehingga tidak digunakan untuk bangunan masjid.
Hubungan dengan karya lain
- Masjid Baiturrahman pendahulu sebelum 1873 — Bangunan pendahulu terbakar; inti pengganti 1879–1881 dipisahkan dari riwayat asal institusi masjid.
- Lingkungan Masjid Raya Baiturrahman — Penataan halaman dan infrastruktur 2015–2017 memiliki cakupan berbeda dari gedung salat utama.
Ruang dan fungsi
Fungsi utama bangunan adalah ibadah dan kegiatan keagamaan. Sumber pemerintah juga mengingat perannya sebagai tempat berkumpul dan berlindung setelah tsunami 2004. Kesaksian peristiwa itu menunjukkan peran sosial masjid, tetapi tidak dianggap pengujian teknik yang menjamin ketahanan semua bagian bangunan terhadap bencana berikutnya.
Membaca arsitektur
Sumber pariwisata menyoroti fasad putih, kubah gelap, lengkung, serta ornamen geometris dan kaligrafi. Maket dalam koleksi Museum Aceh mewakili bangunan 1879 dengan satu kubah; maket tersebut membantu memahami perbedaan fase, bukan menggantikan survei bangunan. Ejaan nama perancang dalam sumber belum seragam, sehingga atribusinya ditampilkan dengan batas yang jelas.
Indo-Islam / Indo-Persia · Pembacaan kementerian pariwisata terhadap bentuk berkubah dan lengkung; bukan sebutan untuk masjid pendahulu berarsitektur Aceh.
Pihak dan peran
| Pihak | Peran dan fase | Dasar atribusi |
|---|---|---|
| DE BREIN / de Bruchi (varian dalam sumber) | perancang pembangunan pengganti yang disebut sumber Bangunan pengganti 1879–1881 | Katalog Museum Aceh menulis DE BREIN; artikel pariwisata Aceh menulis de Bruchi. Identitas lengkap belum direkonsiliasi. Dua bentuk nama dicatat sebagai persoalan atribusi sumber, bukan bukti adanya dua arsitek yang berbeda; tidak dinormalisasi ke nama lain tanpa dokumen tambahan. |
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Peletakan batu pertama bangunan pengganti
Tanggal mengikuti kementerian pariwisata.
Penyelesaian bangunan pengganti
Bukan tanggal semua sayap dan kubah yang ditambahkan kemudian.
Penambahan dua kubah
Fase yang disebut artikel pariwisata Aceh; jumlah ini bukan total kubah seluruh fase.
Pekerjaan infrastruktur lingkungan
Tanggal awal dan peresmian menurut Humas Aceh; tidak menyatakan seluruh gedung utama dibangun ulang.
Ukuran dan sistem
Dinas kota menyebut marmer pada lantai ruang dalam, sementara rincian struktur utama belum diperoleh dari dokumen teknik. Penataan yang diresmikan pada 13 Mei 2017 meliputi infrastruktur lingkungan dan sejumlah perbaikan. Ukuran serta label kondisi maket Museum Aceh tidak dipindahkan menjadi ukuran atau kondisi masjid.
- Bahan dan sistem
- Marmer lantai · Lantai ruang dalam sebagaimana diterangkan DPMG Banda Aceh; asal, volume, dan penggantian tiap bidang belum dipetakan.Dasar informasi:[4]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Tanggal pendirian masjid kesultanan dan umur inti bangunan 1879–1881 tidak digabung.
- Dua ejaan perancang merupakan varian sumber yang belum terselesaikan, bukan bukti dua arsitek berbeda.
- Jumlah menara dan kubah total tidak direkam karena sumber yang dibaca memiliki lingkup dan hitungan berlainan.
- Ukuran 74 × 60 cm dan kondisi dalam katalog adalah milik maket; tidak ada ukuran bangunan yang diturunkan darinya.
- Tidak memasukkan rencana masa depan dalam pidato peresmian sebagai pekerjaan yang telah selesai.
Dasar informasi
- Masjid Raya Baiturrahman: Sejarah Hingga Makna Budaya Aceh ↗Kementerian Pariwisata Republik Indonesia / Indonesia Travel · diakses pada 2026-10-15
- Maket Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Tahun 1879 ↗Museum Aceh, Pemerintah Aceh · diakses pada 2026-10-15
- Wapres Resmikan Pembangunan Infrastruktur Masjid Baiturrahman ↗Humas Pemerintah Aceh · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2017-05-13
- Objek Wisata — Masjid Raya Baiturrahman ↗Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Banda Aceh · diakses pada 2026-10-15
- Masjid Raya Baiturrahman, Wisata Bersejarah Aceh ↗Aceh Tourism / Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2019-07-04
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-15. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.