Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R603030815
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID3030815. Asal dan lisensi uraian
BangunanSumatera Utara, IndonesiaARS-R603030815

Masjid Raya Bandar Khalifah

Masjid Raya Bandar Khalifah adalah sebuah masjid yang terletak di Desa Gelam, Kecamatan Banda, Kabupaten Deliserdang, Propinsi Sumatera Utara. Masjid ini berdiri di tepi jalan Bandar Khalifah dan di sebalah selatan masjid ini berbatasan dengan ladang dan perumahan penduduk, di sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk, di sebelah barat berbatasan dengan jalan raya, dan di sebelah timur berbatasan dengan ladang, sawah, serta rumah penduduk.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Raya Bandar Khalifah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Raya Bandar Khalifah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Raya Bandar Khalifah
Lokasi
Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q97307627; ID3030815
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID3030815
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Raya Bandar Khalifah adalah sebuah masjid yang terletak di Desa Gelam, Kecamatan Banda, Kabupaten Deliserdang, Propinsi Sumatera Utara. Masjid ini berdiri di tepi jalan Bandar Khalifah dan di sebalah selatan masjid ini berbatasan dengan ladang dan perumahan penduduk, di sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk, di sebelah barat berbatasan dengan jalan raya, dan di sebelah timur berbatasan dengan ladang, sawah, serta rumah penduduk. Desa Bandar Khalifah merupakan salah satu daerah yang termasuk daerah pegunungan dan daerah dataran rendah, sehingga mata pencaharian penduduk di desa ini adalah petani di sawah, menanam sayuran dan buah-buahan, serta berkebun.

Deskripsi Bangunan

Halaman Masjid Raya Bandar Khalifah memiliki ukuran panjang 45 m dan lebar 30 m, berpagar besi dan memiliki gapura sebagai pintu masuk ke halaman masjid. Gapura ini terdiri atas dua tiang dan di atasnya beratap genteng berbentuk limasan. Bangunan yang ada di lokasi adalah masjid, tempat wudhu, dan tempat bedug. Ukuran bangunan masjid mencapai panjang 12,5 m, Iebar 12,5 m, dan tinggi 15 m. Masjid ini rnenghadap ke utara dan jalan masuk dari sebelah barat. Bangunan masjid memiliki serambi dan ruang utama. Di dalam ruang utama terdapat mihrab dan mimbar. Untuk memasuki serambi masjid melewati dua buah tangga yang terbuat dari keramik wama coklat. Lantai serambi juga terbuat dari keramik berwama putih yang semula hanya terbuat dari bahan semen. Serambi terletak disisi timur, selatan, dan utara yang berukuran Iebar 1,4 m dan panjang 12,5 m. Luas serambi bagian utara diperlebar hingga 3,60 m pada waktu pemugaran.

Serambi di sebelah utara merupakan tambahan baru. Serambi asli di sisi utara, timur, dan selatan dikelilingi tiang dari cor, masing-masing enam tiang. Tiang-tiang tersebut langsung mendukung atap pertama, sedangkan di sebelah barat tidak ada serambi, karena terdapat mihrab yang dikelilingi enam tiang.

Ruang utama merniliki dinding dari tembok serta bagian depan (utara), selatan, dan timur masing- masing terdapat tiga pintu, dan di sebelah barat terdapat dua jendela disebelah kiri dan kanan mihrab. Pintu terbuat dari kayu dan merniliki dua daun pintu serta pada bagian atas pintu diberi hiasan bunga dan sulur-suluran. Di dalam ruang utarna berdiri empat tiang, mihrab, dan mimbar. Mihrab berbentuk segi enam yang terdiri dari pilar-pilar (tiang) sejurnlah enam buah dan tiang ini berukuran sama. Bentuk dan ukuran tiang ini seperti tiang-tiang yang berada di serambi. Mihrab ini agak menjorok keluar, sehingga di sisi barat bangunan rnasjid tidak ditemukan serambi. Mimbar berukuran panjang 1,55 m, Iebar 1 m, dan tinggi 2 m, terbuat dari kayu. Mimbar didukung enam tiang.

Di sebelah utara bangunan rnasjid terdapat tempat wudhu dan bangunan ini merupakan bangunan baru. Di halaman masjid di sudut barat daya terdapat bangunan sederhana sebagai tempat bedug lama. Bedug ini diperkirakan seumur dengan rnasjidnya. Bila ditinjau dari tiang/pilar rnasjid yang mengelilinginya berjurnlah 28 buah dan rata-rata berdiameter 60 m dan tinggi 219 m. Masjid ini mendapat pengaruh dari arsitektur Belanda yang biasa menggunakan pilar-pilar besar.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Latar Sejarah

Berdasarkan informasi rnasyarakat rnasjid Raya Bandar Khalifah dibangun pada masa kolonial sekitar tahun 1890. Pendirinya yaitu Tengku Haji Nurdin dengan gelar Maharaja Muda Wazir Negeri Deli. Gelar ini adalah pemberian dari Sultan Deli. Tengku Haji Nurdin merupakan generasi kedelapan dari kerajaan Negeri Padang yang berpusat di Bandar Khalifah yaitu Umar Saleh. Kerajaan ini bemama Padang, menurut istilah Melayu kata padang berarti ladang,· karena raja pada waktu itu selalu memerintahkan kepada rakyatnya untuk selalu membuka ladang, sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Negeri Padang.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Raya Bandar Khalifah. Revisi 29008243. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29008243. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Raya Bandar Khalifah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-03-04T00:50:06Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Raya Bandar Khalifah · revisi 29008243 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-04T00:50:06Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi