Masjid Sulthoni di Komplek Kepatihan
Masjid Sulthoni Kepatihan menghubungkan liwan bertajug dengan serambi serta selasar tambahan yang membentuk peralihan ruang di sekelilingnya.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- ibadah
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid berada dalam Kompleks Kepatihan di Jalan Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta. Profil ini mencakup bangunan masjid dan perluasannya, bukan keseluruhan bangunan pemerintahan dalam lingkungan Kepatihan.
- Nama utama
- Masjid Sulthoni di Komplek Kepatihan
- Lokasi
- Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3471041001.3.2022.151
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Liwan berbentuk bujur sangkar menampung mihrab dan mimbar. Serambi memberi ruang peralihan, sedangkan tambahan selasar mengitari sisi utara, timur, serta selatan dalam susunan menyerupai huruf U. Pawestren tidak dijelaskan sebagai ruang tersendiri pada masjid ini.
Membaca arsitektur
Atap tajug lawakan lambang teplok ditopang empat saka guru. Sembilan bukaan masuk tanpa daun pintu tersusun tiga-tiga pada sisi utara, timur, serta selatan dengan ambang atas melengkung. Atap serambi berbentuk limasan dan disangga delapan tiang kayu. Sepasang jendela kupu tarung di barat memadukan panel kayu dengan kaca berwarna. Bukaan bundar pada mihrab dan dinding selasar dilengkapi proyeksi cetakan di atasnya untuk mengurangi tempias. Selasar tambahan memakai limasan jebengan, ornamen rete-rete pada lisplang, serta kolom bata berplester. Lantainya lebih rendah daripada liwan dan serambi, meskipun seluruh bagian yang dijelaskan sumber memakai lapisan marmer sebagai penutup permukaan lantai.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Angka pada mimbar dan rete-rete merupakan bukti inskripsi dengan cakupan berbeda. Tahun 1917 dikemukakan sumber sebagai perkiraan penambahan selasar, bukan kepastian pendirian keseluruhan masjid.
- Bahan dan sistem
- Kayu · Atap serambi berbentuk limasan dan disangga delapan tiang kayu.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Bata · Selasar tambahan memakai limasan jebengan, ornamen rete-rete pada lisplang, serta kolom bata berplester.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Kaca · Sepasang jendela kupu tarung di barat memadukan panel kayu dengan kaca berwarna.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Marmer · Lantainya lebih rendah daripada liwan dan serambi, meskipun seluruh bagian yang dijelaskan sumber memakai lapisan marmer sebagai penutup permukaan lantai.Dasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Kondisi dan fungsi mengikuti dokumentasi sumber; tanggal survei serta kondisi mutakhir belum diverifikasi.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Masjid Sulthoni di Komplek Kepatihan ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.