Masjid Tua Siguntur
Masjid Tua Siguntur terletak di Dusun Ranah, Desa Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Siguntur dan bangunannya diperkirakan telah berusia 100 tahun lebih.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Tua Siguntur dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Siguntur, Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Tua Siguntur
- Lokasi
- Siguntur, Sumatera Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65209187; ID2788242
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID2788242
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Tua Siguntur terletak di Dusun Ranah, Desa Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Siguntur dan bangunannya diperkirakan telah berusia 100 tahun lebih.
Masjid Tua Siguntur berada satu kompleks dengan makam raja-raja Siguntur, yang tepatnya berada di sebelah utara masjid. Di sebelah timur, terdapat rumah gadang peninggalan Kerajaan Siguntur. Ketiganya yakni, masjid, makam, dan rumah gadang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai cagar budaya pada 2007.
Arsitektur Masjid Tua Siguntur mengikuti bentuk masjid tradisional Minangkabau pada umumnya, yakni berdenah persegi dengan atap limas berundak-undak. Konstruksinya telah mengalami banyak perubahan sejak didirikan, di antaranya penggantian material atap, pondasi, dan dinding.
Konstruksi
Masjid Tua Siguntur berdiri di atas tanah berukuran 20,44 x 20 meter. Bangunan utama yang berfungsi sebagai ruang salat berdenah persegi berukuran 13,2 x 13,2 meter. Pintu menuju ruang utama hanya terdapat di sisi timur, terbuat dari kayu berwarna krem. Pintu tersebut berukuran 2,15 x 1 meter, berdaun dua dan berbentuk jalusi (memiliki ventilasi).
Dinding bangunan terbuat dari batu kali setebal 40 sampai 50 cm yang diplester semen. Masjid ini memiliki sepuluh jendela berukuran 1,75 x 0,75 meter yang masing-masing berdaun dua dan terbuat dari kayu berwarna krem. Setiap daun jendela berukuran 1,75 x 0,37 meter.
Sebagaimana masjid berarsitektur Minangkabau lainnya, atap Masjid Tua Siguntur berupa tajug, yakni bentuk limas bujur sangkar berundak-undak dengan permukaan melengkung ke dalam. Atap terbuat dari seng, ditopang oleh tiang-tiang berbahan kayu ulin. Tiang utamanya atau disebut tiang macu memiliki diameter 40 cm dan tinggi 7,85 meter.
Bangunan mihrab dibuat menjorok keluar di sisi barat berukuran 2,5 x 3 meter. Terdapat mimbar di mihrab masjid, tetapi sudah tidak dimanfaatkan karena Masjid Tua Siguntur tidak lagi digunakan untuk salat Jumat.
Tempat wudlu terdapat di sebelah utara masjid berukuran 7 x 3 meter yang terbagi dalam tiga ruangan. Ini merupakan bangunan tambahan yang terbuat dari batu semen.
Kawasan Masjid Tua Siguntur dikelilingi pagar beton di bagian depan dan pagar kawat duri di bagian samping dan belakang. Pintu masuk menuju kawasan masjid berada di bagian timur terbuat dari besi.
Makam
Masjid Tua Siguntur berada dalam satu kompleks dengan makam raja-raja Siguntur, yang berada di sebelah utara masjid. Kompleks makam memiliki areal berbentuk segi lima berukuran 40 x 24,5 meter. Di dalamnya, terdapat enam makam yang masing-masingnya hanya ditandai dengan nisan dan jirat dari bata dan batu. Raja-raja Siguntur yang bermakam yakni: Sultan Muhammad Syah bin Sora, Sultan Abdul Jalil bin Sultan Muhammad Syah Tuangku Bagindo Ratu II, Sultan Abdul Kadire Tuangku Bagindo Ratu III, Sultan Amirudin Tuangku Bagindo Ratu IV, Sultan Ali Akbar Tuangku Bagindo V, dan Sultan Abu Bakar Tuangku Bagindo Ratu VI.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Siguntur merujuk pada nama daerah yang pernah menjadi pusat Kerajaan Malayu. Daerah Siguntur terletak di hulu Sungai Batanghari. Di kawasan ini, terdapat beberapa peninggalan Hindu-Buddha. Siguntur diperkirakan muncul sebagai kerajaan setelah masuknya Islam. Namun, tidak diketahui pasti kapan masuknya Islam ke wilayah Siguntur.
Masjid Tua Siguntur didirikan di sisi selatan Sungai Batanghari, karena persis di seberangnya terdapat kompleks bangunan peninggalan Hindu-Buddha, salah satunya Candi Pulau Sawah. Tidak diekatuhi kapan pastinyaa Masjid Tua Siguntur didirikan. Namun, berdasarkan penulusuran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar, bangunannya yang saat ini diperkirakan telah berumur lebih dari 100 tahun.
Dalam perjalanannya, masjid ini sempat tidak digunakan untuk beribadah, karena kondisi bangunan yang tidak layak, terutama bagian lantai yang kayunya sudah lapuk. Pemugaran baru dilakukan oleh ahli waris dan masyarakat setempat pada 1957. Lantai yang semula berkolong dan terbuat dari papan kayu kini diurug dan disemen.
Selanjutnya, bagian atap, pondasi, dan dinding telah diganti dengan material baru oleh BP3 Batusangkar pada tahun anggaran 1992/1993. Selain itu, dilakukan pembongkaran pintu dan jendela, pembuatan selasar, pagar beton, pagar kawar berduri, serta pintu besi. Pengerjaan akhir berupa pengecetan rangka atap dinding, pintu, jendela, dan pagar tembok.
Saat ini, Masjid Tua Siguntur masih digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi tidak menyelenggarakan salat wajib secara berjemaah. Kegiatan ibadah wajib dipusatkan di masjid yang baru yang terletak di sebalah barat masjid. Walaupun demikian, pada bulan Ramadan, masjid ini menyelenggarakan salat Tarawih berjemaah dan pengajian wirid.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Tua Siguntur. Revisi 29852824. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29852824. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Tua Siguntur sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T22:32:52Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Tua Siguntur · revisi 29852824 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T22:32:52Z
- Wikidata P625 · Masjid Tua Siguntur ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-18T03:32:56Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.