Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R603094156
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID3094156. Asal dan lisensi uraian
BangunanSiak, Riau, IndonesiaARS-R603094156

Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri

Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri adalah museum umum yang menempati gedung cagar budaya yang bernama Balai Kerapatan Tinggi Siak di Jl. Sultan Ismail. Balai ini dibangun pada tahun 1886 pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11, yaitu Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Kebudayaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Siak, Riau, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri
Lokasi
Siak, Riau, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q97195080; ID3094156
Klasifikasi sumber
kebudayaan · nomor ID3094156
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri adalah museum umum yang menempati gedung cagar budaya yang bernama Balai Kerapatan Tinggi Siak di Jl. Sultan Ismail. Balai ini dibangun pada tahun 1886 pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11, yaitu Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Gedung dirancang oleh seorang Arsitek bernama Tengku Sulung Putra. Pembangunn museum dilakukan dengan bergotong royong oleh para penduduk yang mendalami wilayah Datuk Empat Suku. Sebelumnya, Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri digunakan sebagai tempat penobatan raja, musyawarah kerajaan dan pengadilan hukum. Kepemilikan Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak, sedangkan pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri berlokasi di Jalan Sultan Ismail, Kampung Dalam, Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jenis koleksi yang dipamerkan di museum ini adalah warisan budaya kesukuan, peninggalan sejarah, dan peninggalan arkeologi. Koleksi unggulan museum ini yaitu Ruang Persidangan.

Pendirian

Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri yang merupakan bekas Balai Kerapatan Tinggi Siak, dibangun pada tahun 1886 dalam masa pemerintahan Sultan Siak ke-11 yaitu Sultan Syarif Hasyim. Pembangunan Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri dilakukan dengan bergotong royong oleh penduduk yang berada di wilayah Datuk Empat Suku. Datuk Empat Suku terdiri dari Datuk Suku Tanah Datar, Datuk Suku Pesisir, Datuk Suku Lima Puluh, dan Datuk Suku Kampar. Bangunan yang digunakan sebagai museum, pada awalnya merupakan Balai Rung Sri yang digunakan sebagai tempat penobatan gelar Sultan, tempat bermusyawarah para petinggi kerajaan, tempat persidangan dan juga sebagai tempat menerima para tamu kerajaan. Fungsinya yang sangat banyak membuat Balai Rung Sri juga dikenal dengan nama Balai Kerapatan Tinggi.Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri berlokasi di Jalan Sultan Ismail, Kampung Dalam, Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Lokasi museum ini berada di tepi Sungai Siak berhadapan dengan muara Sungai Mempura dengan pintu masuk dari sungai dan jalan raya.

Arsitektur

Gedung Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri berbentuk podium dua lantai. Gedungnya berbentuk segi empat dengan ukuran 30,8 meter × 30,2 meter. Ruang utama terletak di lantai kedua dengan pintu masuk berupa tangga beton, sedangkan pintu keluar melalui dua tangga, yaitu tangga besi atau tangga kayu yang berbentuk spiral. Arsitektur bangunan disebut sebagai “sangkar burung sirindit”. Di lantai kedua terdapat tiga ruangan utama yaitu ruang sidang, ruang panitera, dan ruang tunggu persidangan. Di dalam ruang utama terdapat singgasana Kerajaan Siak yang berwarna emas dengan motif sulur dan naga. Di lantai bawah terdapat tiga buah ruangan sebagi kantor dan ruang Kadi Kerajaan Siak.

Gedung Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri memiliki tiga tangga untuk naik ke lantai dua. Tangga utama menghadap ke Sungai Siak. Tangga menghadap ke timur terbuat dari besi, sedangkan tangga yang menghadap ke barat terbuat dari kayu. Selain itu, di gedung ini juga terdapat toilet dan tempat beristirahat.

Kolom bangunan Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri merupakan perpaduan antara kolom bergaya Ionic, Yunani dan kolom kayu. Bangunan ini dibangun dengan langgam bergaya Neoklasik. Pada tahun 1937, pemerintah Hindia Belanda merenovasi gedung ini. Pintu keluar dari balai dibuat menjadi dua tangga yang berbeda. Di sebelah kanan terdapat tangga besi, sedangkan di sebelah kiri terdapat tangga kayu. Tangga kayu dan besi ini memiliki makna tertentu pada masa persidangan. Turun melalui tangga besi menyatakan bahwa pelaku tidak bersalah, sedangkan turun dari tangga kayu bermakna bahwa pelaku bersalah.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri. Revisi 29976713. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29976713. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:07:40Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri · revisi 29976713 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:07:40Z
  2. Wikidata P625 · Museum Budaya dan Sejarah Siak Balai Rung Sri ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:47:54Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi