Museum DPR RI
Museum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau Museum DPR RI adalah museum khusus yang menampilkan koleksi serta informasi mengenai sejarah lembaga parlemen di Indonesia sejak masa Hindia Belanda (dengan nama Volksraad atau Dewan Rakyat) hingga berdiri dengan nama DPR RI.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Museum DPR RI dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Museum DPR RI
- Lokasi
- DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q108958446; ID3208401
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID3208401
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Museum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau Museum DPR RI adalah museum khusus yang menampilkan koleksi serta informasi mengenai sejarah lembaga parlemen di Indonesia sejak masa Hindia Belanda (dengan nama Volksraad atau Dewan Rakyat) hingga berdiri dengan nama DPR RI. Museum DPR RI terletak di dalam Kompleks MPR/DPR/DPD tepatnya di Lantai 2 Gedung Nusantara. Museum DPR RI dikelola oleh Bagian Humas dan Pengelolaan Museum Sekretariat Jenderal DPR RI.
Lokasi
Museum DPR RI berdiri di sebuah ruangan seluas 720 M² yang terletak di dalam Kompleks MPR/DPR/DPD, tepatnya di Lantai 2 Gedung Nusantara. Sebelum menempati ruangan tersebut, pada awal pendirian, Museum DPR RI berlokasi di Lantai 2 Gedung Nusantara IV atau dikenal dengan Gedung Pustakaloka. Namun, di tahun 1999, ruangan untuk Museum DPR RI dipindah ke Lantai 2 Gedung Nusantara, beriringan dengan kegiatan pengembangan atau revitalisasi museum.
Untuk mencapai museum, pengunjung dapat menggunakan transportasi pribadi dan transportasi umum. Bagi yang menggunakan transportasi pribadi (sepeda motor atau mobil), dapat masuk melalui pintu belakang melalui Jalan Gerbang Pemuda. Lalu, bagi yang menggunakan transportasi umum, dapat menggunakan akses KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Palmerah. Selain menggunakan akses KRL Commuter Line, pengunjung juga dapat menggunakan Transjakarta dan turun di Halte Stasiun Palmerah (pintu belakang) atau Halte DPR MPR 1/DPR MPR 2 (pintu depan).
Kunjungan
Museum DPR RI dapat dikunjungi pada hari Senin-Jumat (kecuali hari Sabtu, Minggu, dan hari libur yang ditetapkan Pemerintah), pada jam 09.00-15.00 WIB. Kunjungan ke Museum DPR RI tidak dipungut biaya. Pengunjung dapat langsung berkunjung secara individu. Bila ingin berkunjung bersama rombongan, dapat mengirimkan surat kunjungan ke Bagian Hubungan Masyarakat dan Pengelolaan Museum Sekretariat Jenderal DPR RI, ditujukan kepada Sekretaris Jenderal DPR RI, dan diunggah ke situs web resmi DPR RI. Jumlah maksimal rombongan adalah 180 orang.
Akses masuk publik, melalui pintu masuk sepeda motor (pintu masuk belakang Kompleks MPR/DPR/DPD RI). Bagi yang ingin berkunjung menggunakan transportasi umum, terdapat dua alternatif. Apabila menggunakan KRL Commuter Line, dapat turun di Stasiun Palmerah. Lalu, apabila menggunakan Transjakarta, dapat berhenti di Halte Stasiun Palmerah.
Fitur digital
Museum DPR RI memiliki beberapa fitur digital yang dapat dinikmati pengunjung saat berkunjung ke museum. Fitur digital yang tersedia merupakan media penyampaian pesan museum kepada pengunjung secara audio maupun visual untuk menambah daya tarik pengunjung terhadap informasi maupun koleksi yang ada. Berbagai fitur digital yang tersedia, antara lain:
Wall Projection Mapping
Wall Projection Mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek-objek tertentu. Terdapat dua fitur wall projection mapping di Museum DPR RI, yaitu, di Zona Transisi yang menampilkan prolog sejarah DPR RI dan di Diorama Gedung Nusantara DPR RI yang menampilkan sejarah pendirian Kompleks Political Venues CONEFO.
Augmented Reality
Melalui fitur augmented reality, pengunjung dapat memindai gambar-gambar yang bertanda melalui gawai dan akan muncul sebuah video yang berkaitan dengan gambar tersebut. Terdapat 8 titik AR di Museum DPR RI yang dapat diakses oleh pengunjung. Aplikasi pemindai dapat diunduh secara gratis oleh pengunjung melalui Google Play Store.
Mix Multimedia Panel
Di setiap panel periodisasi sejarah lembaga parlemen di Indonesia, terdapat sebuah TV LED 32" lengkap dengan earphone untuk dapat diakses pengunjung. Konten yang dapat dinikmati pengunjung adalah video peristiwa unik yang terjadi pada setiap periode sejarah.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Museum DPR RI berdiri pada 16 Agustus 1991, tepat pada Sidang Umum MPR RI tahun 1991. Pendiriannya didasarkan pada niat Wakil DPR RI Periode 1987-1992, Djaelani Naro, untuk mengumpulkan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan aktivitas lembaga parlemen di Indonesia, sejak masih bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah awal dari niat mendirikan museum kemudian diwujudkan dengan membentuk Panitia Kerja (Panja) Pendirian Museum DPR RI pada 13 November 1990, yang beranggotakan sepuluh orang anggota berdasarkan Keputusan Pimpinan MPR Nomor 1 Tahun 1990.
Dari Panitia Kerja tersebut kemudian berdiri Yayasan Museum DPR RI yang dipimpin langsung oleh Djaelani Naro. Segera, Yayasan Museum DPR RI melakukan kajian perencanaan, dan kegiatan kuratorial. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Museum DPR RI dibantu oleh berbagai pihak, antara lain: civitas akademika Universitas Indonesia, Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI, Ditjen Kebudayaan Depdikbud RI, Yayasan Seni Rupa Indonesia, Ikatan Konsultan Indonesia, dan Himpunan Interior Designer Indonesia. Tidak sampai setahun, Museum DPR RI kemudian diresmikan oleh Ketua DPR RI Periode 1987-1992, Kharis Suhud.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum DPR RI. Revisi 29977032. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29977032. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum DPR RI sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:12:23Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Museum DPR RI · revisi 29977032 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:12:23Z
- Wikidata P625 · Museum DPR RI ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:00:38Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.