Museum Islam Samudra Pasai
Museum Samudra Pasai terdapat di Desa Beuringen, kecamatan Samudera, Aceh Utara. Museum ini memamerkan hasil koleksi sekitaran 250 benda yang bersejarah pada masa Kerajaan Samudera Pasai, kerajaan islam pertama di pulau Sumatera.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Museum Islam Samudra Pasai dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Beuringen, Aceh, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Museum Islam Samudra Pasai
- Lokasi
- Beuringen, Aceh, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q61356668; ID2656963
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID2656963
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Museum Samudra Pasai terdapat di Desa Beuringen, kecamatan Samudera, Aceh Utara. Museum ini memamerkan hasil koleksi sekitaran 250 benda yang bersejarah pada masa Kerajaan Samudera Pasai, kerajaan islam pertama di pulau Sumatera.
Struktur bangunan
Museum ini memiliki luas 2850 meter persegi dan merupakan bagian dari Kompleks Monumen Islam Samudra Pasai yang mencakup total luas 7,5 hektar. Pengunjung dapat mencapai museum ini melalui Jalan Nasional Banda Aceh, Medan dan Jalan Malikussaleh, yang terletak sekitar 5 kilometer dari pusat perdagangan di kota Geudong. Lokasi museum ini dekat dengan area pemakaman Sultan Al Malik As Shalih, pendiri Kerajaan Islam Samudra Pasai yang dikenal di Asia Tenggara pada masa itu.
Desain museum ini bergaya kubah, yang meniru gaya bangunan abad ke-13 Masehi. Pada abad tersebut, di Asia Tenggara, berdiri sebuah struktur pemerintahan Islam yang dikenal sebagai Bandar Sumatra atau Kerajaan Islam Samudra Pasai. Selain kubah, bangunan museum ini juga dihiasi dengan replika lentera yang terdapat pada setiap tiang pagar dan motif di beberapa dinding museum. Ornamen lentera adalah ciri khas Islam Samudra Pasai yang ditemukan di beberapa makam, termasuk makam Sultanah Nahrasyiah, seorang ratu yang memerintah pada periode ketiga Kerajaan Islam Samudra Pasai. Bukti arkeologis ini menginspirasi arsitek museum untuk mengintegrasikan bentuk lentera dalam desain bangunan. Sejumlah sejarawan menyatakan bahwa misykah/lentera berarti cahaya, istilah yang merujuk pada ulama dan pemimpin Islam.
Museum tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara. Koleksi yang dipamerkan di museum mencakup berbagai jenis, seperti koleksi Filologika (ilmu tentang bahasa dan tulisan), Historika (sejarah), Numismatika (koleksi uang kuno), Etnografika (budaya dan kehidupan masyarakat), serta Seni Rupa (karya seni visual).
Sungai Krueng Cunda
Sungai Krueng Cunda merupakan salah satu objek wisata yang terletak tidak jauh dari Museum Islam Samudra Pasai. Sungai ini menawarkan pemandangan yang berbeda dari sungai lainnya dengan air yang asin dan jernih, serta dihiasi oleh berbagai tanaman laut di sekitarnya.
Waduk Jeuleukat
Waduk Jeuleukat adalah objek wisata yang berjarak dekat dengan museum. Waduk ini menawarkan pemandangan yang sejuk dan asri. Pengunjung sering datang ke sini untuk berlibur dan bersantai bersama keluarga, sambil menikmati udara sejuk dan pemandangan waduk sebagai penggerak energi di wilayah ini.
Taman Ngieng Jioh
Taman Ngieng Jioh adalah objek wisata yang populer sebagai tempat fotografi. Terletak di area perbukitan, taman ini menawarkan pemandangan indah yang cocok untuk foto, termasuk foto prewedding.
Pulau Suemadu
Pulau Suemadu adalah salah satu tempat wisata dengan pemandangan alam yang indah, air laut yang jernih berwarna biru, pasir pantai putih, dan angin sepoi-sepoi. Tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah.
Taman Riyadhah
Taman Riyadhah merupakan objek wisata yang lokasinya dekat dengan museum. Taman ini digemari oleh wisatawan sebagai tempat untuk bersantai. Meskipun pada siang hari, udara di Taman Riyadhah tetap sejuk berkat angin sepoi-sepoi. Taman ini telah direnovasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Museum Islam Samudra Pasai mulai dibangun sejak tahun 2011. Pembangunannya diadakan secara bertahap menggunakan dana otonomi khusus Kabupaten Aceh Utara hingga selesai pada tahun 2016. Museum ini memiliki luas tapak sekitar 500 meter persegi dan merupakan bangunan permanen berlantai dua.
Museum Islam Samudra Pasai memiliki visi sebagai sarana informasi, edukasi, dan rekreasi. Misi museum ini meliputi beberapa tujuan utama. Pertama, mewujudkan fungsi museum sebagai sarana pelestarian cagar budaya. Kedua, menjadikan Museum Islam Samudra Pasai sebagai pusat penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan nilai-nilai positif yang terkandung dalam tinggalan budaya Samudra Pasai. Ketiga, mengoptimalkan museum sebagai salah satu pilar sumber pengembangan dan pemanfaatan potensi cagar budaya dalam berbagai bidang seperti pariwisata, kreativitas seni, pengajaran, dan lain sebagainya melalui kegiatan interaktif dan edukatif yang berkesinambungan.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Islam Samudra Pasai. Revisi 29480896. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29480896. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Islam Samudra Pasai sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-07-20T23:02:18Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Islam Samudra Pasai · revisi 29480896 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T23:02:18Z
- Wikidata P625 · Museum Islam Samudra Pasai ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:40:46Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.