Museum Perkebunan Indonesia 2
Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN) - 2 merupakan salah satu cagar budaya di Kota Medan yang didirikan sebagai pusat informasi tentang sejarah perkebunan di Indonesia. Museum ini berlokasi di Jalan Pemuda No.10, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Museum Perkebunan Indonesia 2 dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Museum Perkebunan Indonesia 2
- Lokasi
- Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q134499721; ID4447807
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID4447807
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN) - 2 merupakan salah satu cagar budaya di Kota Medan yang didirikan sebagai pusat informasi tentang sejarah perkebunan di Indonesia. Museum ini berlokasi di Jalan Pemuda No.10, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. MUSPERIN juga memiliki satu cabang lain di Medan yang berada di Jalan Brigjen Katamso No. 53 Kota Medan, Sumatera Utara. Museum ini berada di bangunan yang menjadi bagian dari APA (Algemeene Proefstation der AVROS / Algemeene Vereniging voor Rubberplanters ter Oostkust van Sumatra), merupakan Asosiasi Umum Perkebunan Karet di Pantai Sumatera Timur. Saat ini, AVROS dikenal sebagai Balai Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS). PT. Perkebunan Sumatera Utara membangun beberapa infrastruktur di Kota Medan, diantaranya adalah jembatan besi di atas Sungai Deli pada tahun 1915, stasiun kereta api di Medan pada tahun 1920, Harrison and Crosfield (Lonsum) Medan. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.
Pendirian
Pada tahun 1910, pengiriman hasil perkebunan ke luar negeri harus melalui asosiasi tertentu dan tidak dapat dilakukan secara bebas. Untuk itu, didirikan Musperin II sebagai kantor asosiasi yang menaungi kegiatan perkebunan. Asosiasi ini awalnya bernama AVROS, kemudian berganti menjadi BKS-PPS pada tahun 1964. Selain menangani distribusi hasil perkebunan ke luar negeri, kantor ini juga mencatat data tenaga kerja perkebunan yang berasal dari luar Sumatera. Sebagai salah satu bangunan bersejarah, Musperin II menjadi bagian dari perjalanan panjang sektor perkebunan di Sumatera maupun Indonesia. Perkebunan juga menjadi salah satu sektor yang turut mendorong perkembangan Kota Medan. Berbagai hasil perkebunan dari wilayah ini dikirim ke luar negeri, salah satunya melalui Pelabuhan Belawan, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan tertua di Sumatera Utara.
Museum Perkebunan II diresmikan pada Desember 2018. Namun baru terbuka untuk umum pada akhir Februari tahun 2022. Museum ini diresmikan oleh Ketua Dewan Pembina Museum Perkebunan Indonesia Soeadji Kartasasmita, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Menteri Pertanian kala itu, Bungaran Saragih.
Ruangan
Tiket masuk umum ke dalam museum ini adalah Rp 25.000 per orang, sedangkan tiket masuk turis asing sebesar Rp 35.000 per orang. Bangunan BKS-PPS terdiri dari 4 lantai, tetapi pengunjung dapat mengakses 3 lantai bangunan BKS-PPS, mulai dari lantai pertama, kedua, dan lotengnya. Sedangkan, di lantai 3 tidak memiliki koleksi museum. Di lantai pertama, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan, seperti mesin ketik, miniatur, dan patung yang menyerupai pekerja perkebunan masa dulu. Sementara itu, di lantai kedua, pengunjung bebas menikmati pemandangan indah Kota Medan sekaligus mengabadikan foto. Sama seperti lantai kedua, lantai ketiga juga salah satu spot foto tetapi dengan ruangan yang lebih tertutup. Lantai keempat adalah lantai yang masih terjaga keasliannya, terbukti dari lantainya yang masih menggunakan kayu asli sejak dibangun. Terdapat peninggalan, seperti sepeda ontel, karung pekerja perkebunan, dan lonceng masa dulu.
Selain itu, museum ini dilengkapi dengan Avros Cafe dengan fasilitas WiFi yang berada di samping ruang pameran. Lalu, mereka juga menyediakan ruang rapat yang disediakan untuk kapasitas lebih dari 20 orang dan menara dengan Lonceng Jam Tua yang sudah berdentang sejak zaman kolonial.
MUSPERIN menyediakan pemandu museum gratis setelah memesan tiket masuk untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai sejarah dan koleksi museum.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Perkebunan Indonesia 2. Revisi 28701508. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28701508. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Perkebunan Indonesia 2 sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-12-15T09:39:26Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Perkebunan Indonesia 2 · revisi 28701508 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-12-15T09:39:26Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.