Palembang Mayoral Office
Palembang Mayoral Office dibahas sebagai bangunan individual Indonesia dalam artikel sumber. Lokasi yang tercatat: Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Uraian terpilih mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang serta riwayat yang dipertahankan dalam bahasa Inggris.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Perdagangan dan layanan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Palembang Mayoral Office dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Palembang Mayoral Office
- Lokasi
- Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q23009349; EN47581072
- Klasifikasi sumber
- perdagangan dan layanan · nomor EN47581072
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: perdagangan dan layanan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
Pembuka
The Palembang Mayoral Office, also known as Kantor Ledeng, is an office building in Palembang, South Sumatra, Indonesia, which is used as the seat of the municipal government of the city. It was built as a water tower with an office for the colonial government on the lower floors by the Dutch, and was later also used by Japanese authorities during the Japanese occupation of the city.
Building
The water tower was built with the intent of providing fresh water especially to the Dutch population of Palembang, which prior to the building's construction relied on water taken directly from the Musi River. Initially, the 35-meter white building had a floor space of 250 square meters, and the water tank had a carrying capacity of 1,200 cubic meters. The building's site was chosen to be next to two small tributaries of the Musi: the Sekanak and Kapuran rivers, although the Kapuran no longer exists today. It was constructed at a cost of reportedly one ton of gold, following the De Stijl style of architecture commonly found in other colonial government buildings in Indonesia, resulting in a cubical building shape and a flat rooftop. The façade of the building featured six cement pillars, with andesite walls and three doors.
The building underwent renovations to expand the office space in 1970. As of 2021, three floors of the building are still in use - with the vice-mayor and municipal secretary working in the second floor and the mayor in the third floor. The old water tower's plumbing still exists in the modern building and is protected as a cultural property, starting from the building's fourth floor. A three-story extension building behind the main water tower building houses several departments of the municipal government.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
History
The building was constructed between 1928 and 1931, with S. Snuijf as the architect. The building served a dual function as both a water tower and the city hall, with the building being occupied by the Dutch colonial government's municipality (gemeente) of Palembang after its completion. Following the Japanese invasion of the Dutch East Indies, the building became the seat of the Japanese administrator of Palembang Residency. After the proclamation of Indonesian independence in August 1945, large crowds led by nationalists such as Adnan Kapau Gani took over the building from the Japanese administrators, flying the Indonesian flag on 25 August.
After the end of the Indonesian National Revolution, the building was used by the municipal government as the city hall until 1956, and since 1963 it was used as the mayor's office. It is currently designated as a Cultural Property of Indonesia, and designated as a tourist destination by the city's tourism department. A granite inscription commemorating the building's opening was discovered behind a wall next to its entranceway during renovation works in 2024.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Inggris — Palembang Mayoral Office. Revisi 1380165103. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Inggris mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 1380165103. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Palembang Mayoral Office sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-14T04:20:55Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Inggris · Palembang Mayoral Office · revisi 1380165103 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-14T04:20:55Z
- Wikidata P625 · Palembang Mayoral Office ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-08-26T13:22:34Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.