Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600054055
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID54055. Asal dan lisensi uraian
KompleksKarangasem, Bali, IndonesiaARS-R600054055

Pura Besakih

Pura Agung Besakih (aksara Bali: ) adalah sebuah Pura yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Besakih merupakan pura terbesar di Bali dan menjadi pura terpenting dan paling suci bagi umat Hindu Bali.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Pura Besakih dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Karangasem, Bali, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Pura Besakih sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Pura Besakih
Lokasi
Karangasem, Bali, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q829418; ID54055
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID54055
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Pura Agung Besakih (aksara Bali: ) adalah sebuah Pura yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Besakih merupakan pura terbesar di Bali dan menjadi pura terpenting dan paling suci bagi umat Hindu Bali. Kawasan Suci Pura Agung Besakih adalah kawasan yang terdiri dari 26 (dua puluh enam) Pura, yaitu Pura Penataran Agung Besakih dan 25 (dua puluh lima) Pura Pakideh. Pura Pakideh yang dimaksud adalah : 1) Pura Gelap, 2) Pura Ulun Kulkul, 3) Pura Batu Madeg, 4) Pura Kidulingkreteg, 5) Pura Tirta Pingit, 6) Pura Pengubengan, 7) Pura Peninjoan, 8) Pura Tegal Suci Pagenian, 9) Pura Pesimpangan, 10) Pura Dalem Puri, 11) Pura Titi Gonggang, 12) Pura Manik Mas, 13) Pura Dalem Penangsaran/Pura Tegal Penangsaran, 14) Pura Dalem Prajapati Hyangaluh, 15) Pura Bangun Sakti, 16) Pura Goa Raja/Pura Rambut Sedana, 17) Pura Merajan Selonding, 18) Pura Banua, 19) Pura Merajan Kanginan, 20) Pura Basukihan Puseh Jagat, 21) Pura Catur Lawa Ida Ratu Pasek, 22) Pura Catur Lawa Ida Ratu Pande, 23) Pura Catur Lawa Ida Ratu Penyarikan, 24) Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh, 25) Pura Pemuputan.

Kepercayaan

Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali.

Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah Pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua Pura yang ada di komplek Pura Besakih.

Di Pura Penataran Agung terdapat 3 pelinggih utama yang disebut Padma Tiga simbol stana dari Tri Purusha yaitu Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa. Tri Purusha adalah tiga tingkat kesadaran rohani.

Lokasi

Lokasi pura ini berada Desa Besakih, Kecamatan Rendang di Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Pura ini berada di lereng Gunung Agung, gunung berapi aktif utama di Bali.

Arsitektur

Pura Besakih merupakan kompleks yang terdiri dari 23 pura yang terletak di punggung bukit yang sejajar. Candi ini memiliki teras berundak dan anak tangga yang menanjak ke beberapa halaman dan gerbang bata yang mengarah ke puncak utama atau struktur Meru, yang disebut Pura Penataran Agung. Semua ini sejajar sepanjang satu sumbu dan dirancang untuk menuntun orang yang spiritual ke atas dan mendekati gunung yang dianggap suci.

Tempat suci utama kompleks ini adalah Pura Penataran Agung. Pusat simbolis tempat suci utama adalah singgasana teratai, atau padmasana, yang karenanya menjadi fokus ritual seluruh kompleks. Berasal dari sekitar abad ketujuh belas.

Rangkaian letusan Gunung Agung pada tahun 1963, yang menewaskan sekitar 1.700 orang

juga mengancam Pura Besakih. Aliran lahar hanya melewati kompleks pura sejauh beberapa meter. Masyarakat Bali menganggap penyelamatan pura sebagai mukjizat, dan isyarat dari para dewa bahwa mereka ingin menunjukkan kekuatan mereka tetapi tidak menghancurkan monumen yang didirikan oleh umat beriman Bali.

Festival

Setiap tahun, setidaknya ada 70 festival yang diadakan di kompleks tersebut karena hampir setiap pura merayakan ulang tahun tahunan. Siklus ini didasarkan pada kalender Pawukon Bali yang berdurasi 210 hari.

Telah dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia sejak awal tahun 1995 tetapi ditarik pada tahun 2015.

Pengunjung

Pada tahun 2013, pengunjung asing berjumlah 84.368 orang (77,2% dari seluruh pengunjung), sedangkan pengunjung domestik berjumlah 24.853 orang (22,8%).

Filosofi

Keberadaan fisik bangunan Pura Besakih, tidak sekadar menjadi tempat pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menurut kepercayaan Agama Hindu Dharma, yang terbesar di pulau Bali, tetapi di dalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Sebuah gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Tuhan untuk wilayah pulau Bali dan sekitar. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis.

Objek penelitian

Pura Besakih sebagai objek penelitian berkaitan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang berada di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.

Berdasar sebuah penelitian, bangunan fisik Pura Besakih telah mengalami perkembangan dari kebudayaan pra-hindu dengan bukti peninggalan menhir, punden berundak-undak, arca, yang berkembang menjadi bangunan berupa meru, pelinggih, gedong, maupun padmasana sebagai hasil kebudayaan masa Hindu.

Latar belakang keberadaan bangunan fisik Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa yang dikonsepsikan gunung tersebut sebagai istana Dewa tertinggi.

Dalam budaya masyarakat Hindu Bali, ternyata makna Pura Besakih diidentifikasi sebagai bagian dari perkembangan budaya sosial masyarakat Bali dari mulai pra-Hindu yang banyak dipengaruhi oleh perubahan unsur-unsur budaya yang berkembang, sehingga memengaruhi perubahan wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material.

Perubahan tersebut berkaitan dengan ajaran Tattwa yang menyangkut tentang konsep ketuhanan, ajaran Tata-susila yang mengatur bagaimana umat Hindu dalam bertingka laku, dan ajaran Upacara merupakan pengaturan dalam melakukan aktivitas ritual persembahan dari umat kepada TuhanNya, sehingga ketiga ajaran tersebut merupakan satu kesatuan dalam ajaran Agama Hindu Dharma di Bali

Upaya pemeliharaan Pura

Pada tanggal 13 Maret 2023, Presiden Indonesia Joko Widodo meresmikan penataan fasilitas kawasan suci Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya merawat Pura Agung Besakih yang sangat disakralkan bagi umat Hindu, tidak hanya umat Hindu di Bali, tetapi di seluruh nusantara.

Selain itu, Pura Agung Besakih selalu dipadati pengunjung, terutama jika ada upacara besar, khususnya Upacara Bhatara Turun Kabeh yang dilaksanakan setiap sasih kadasa. Presiden meyakini kedatangan orang dan pengunjung yang semakin banyak tanpa diimbangi dengan penataan dan antisipasi ke depannya akan menimbulkan kekacauan dan ketidaknyamanan.

Masalah

Pungutan liar yang dilakukan batur atau pemuda dari desa sekitar pura telah lama menjadi masalah bagi wisatawan yang hendak mengunjung pura ini. Di pintu masuk pura pengunjung sudah dikenakan biaya tiket masuk resmi sebesar Rp 60 ribu untuk turis Asing dan Rp. 40.000 untuk turis domestik/per orang dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat. Namun, ketika melewati sebuah pos, pengunjung kembali dimintai sejumlah uang. Dalihnya sebagai uang kebersihan dan jasa pemandu.

Biasanya turis asing dimintai biaya tambahan 50 dollar AS, sementara turis lokal dimintai uang sebesar 200.000 rupiah. Ini adalah pungutan liar, dan wisatawan disarankan untuk melawan pemerasan ini. Keluhan sudah bermunculan dan tindakan pemerasan ini telah mencemari citra pariwisata Bali, akan tetapi aparat setempat tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikannya. Belakangan di ketahui bahwa masalah ini sudah sedikit berkurang karena ada peningkatan pengawasan dari otoritas keamanan setempat.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Asal-usul candi ini tidak jelas, tetapi pentingnya candi ini sebagai situs suci hampir pasti sudah ada sejak zaman prasejarah. Pondasi batu Pura Penataran Agung dan beberapa candi lainnya menyerupai piramida berundak megalitik, yang sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu.

Candi ini sudah pasti digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu sejak tahun 1284 ketika penjajah Jawa pertama menetap di Bali. Pada abad ke-15, Besakih telah menjadi pura negara dari dinasti Gelgel yang berkuasa.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Pura Besakih. Revisi 30061089. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30061089. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Pura Besakih sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-12T07:43:42Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Pura Besakih · revisi 30061089 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-12T07:43:42Z
  2. Wikidata P625 · Pura Besakih ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-03T20:04:33Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi