Pura Pakualaman
Pura Pakualaman menyusun bangsal upacara, dalem keluarga, dan bangunan pendukung dalam kompleks istana yang pintu masuk utamanya berada di selatan.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- istana
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Kompleks berbentuk persegi panjang dengan poros utara–selatan. Lapangan Sewandanan dan Masjid Besar Pakualaman berada di luar batas puri namun berkaitan dengan tata ruangnya; halaman belakang dipisahkan tembok dengan gerbang penghubung.
- Nama utama
- Pura Pakualaman
- Lokasi
- Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3471111001.3.2021.670
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Regol Danawara menerima akses dari selatan menuju lingkungan istana. Bangsal Sewatama digunakan untuk upacara resmi, sedangkan Dalem Ageng dan bangunan pengapitnya menampung fungsi keluarga; gandok keliling menyediakan ruang bagi abdi dalem.
Membaca arsitektur
Batas istana dibentuk oleh deretan bangunan yang sebagian besar menghadap halaman dalam. Regol utama memiliki atap pelana, pedimen berhias flora, dan pintu teralis besi yang digeser ke dua sisi. Pada Bangsal Sewatama, tiga limasan berderet dinaungi sirap metal dan dikelilingi emper. Deretan tiang kayu membedakan bagian utama, penanggap, dan penitih; lantai marmer bagian tengah lebih tinggi daripada sebagian emper. Dalem Ageng memakai Joglo Lambang Gantung dengan tiga senthong. Ragam bentuk juga muncul pada Gedhong Purwaretna: portikonya memiliki krawangan kayu bermotif geometris serta tumbuhan yang diisi kaca hijau dan kuning. Pada gedhong tersebut, pintu dan jendela berdaun ganda menggabungkan panel kayu dengan kaca.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Kompleks memadukan rangka bangsal kayu dan bangunan tertutup dengan beberapa bentuk atap. Lantai serta penutup atap berbeda antara Bangsal Sewatama dan gedhong-gedhong di sekitarnya.
- Bahan dan sistem
- Kayu · tiang bangsal, rangka dan ukiranDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Sirap metal · atap Bangsal SewatamaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Marmer · sebagian lantai bangsalDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Kayu dan kaca warna · portiko Gedhong PurwaretnaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Besi · teralis geser gerbangDasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Lingkup kompleks istana. Atribusi van der Beek dalam sumber hanya berlaku bagi Gedhong Maerakaca.
- Catatan telaah sumber: Bangunan istana memakai beberapa bentuk rangka atap tradisional. Tahun pada pedimen gerbang dan tahun peta dibatasi sebagai bukti komponen, bukan tanggal seluruh kompleks.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Pura Pakualaman ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.